
"Bang....". desah Fauziah.
Saat ini mereka sedang olahraga pagi.
Walau kehamilan Fauziah sudah lebih tujuh bulan, kegiatan ranjang mereka tetap aktif.
"Bang. kita berangkat pukul berapa?!". tanya fauziah mengatur nafasnya.
Padahal mereka pagi ini akan pergi liburan kekampung suaminya, sambil mengunjungi mertua dan keluarga besar suaminya.
"Pukul sembilan sayang!. mario menjemput pukul drlapan. masih bisa istirahat satu jam kedepan". ucap Danil juga ngos-ngosan.
Jam didinding masih menunjukan pukul enam. mereka olah raga pagi tadi setelah sholat subuh.
"Istirahatlah!". ucap danil memeluk tubuh buncit istrinya yang polos, dibawah selimut.
Fauziah hanya menganggukan kepalanya, dan balik memeluk suaminya.
Seperti ucapan danil. tepat pukul delapan mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara, karena mario menelfon sudah menunggu di lobi kantor.
Mereka hanya membawa satu koper kecil yang di tarik danil, dan tas sandang bahu punya fauziah.
Oleh-oleh yang mereka beli sudah di kemas, dan sudah di kirim mengunakan jasa ekspedisi bus antar provinsi dua hari yang lalu. juga pakaian mereka, agar mereka tidak banyak membawa tentengan di pesawat.
Dan busnya akan sampai di kota bukittinggi sore ini. dan danil bisa mengambil sendiri kirimannya di pull bus antar provinsi tersebut. karena danil akan sampai menjelang sore di kota bukittinggi.
"Ayo sayang!". ucap danil membimbing istrinya menuruni lift.
Fauziah mengiringi suaminya. dan menaiki mobil yang dikemudikan mario untuk mengantar mereka ke bandara.
Tiket pesawat mereka berangkat pukul sepuluh. dan perjalanan kebandara memakan waktu lebih kurang empat puluh menit lewat tol dalam kota. karena Kantor danil berada di jakarta barat.
Dan akan cek in satu jam atau lebih sebelum berangkat. karena mereka memakai pesawat penerbangan nasional.
__ADS_1
Penerbangan Danil dan fauziah tepat waktu, dan dua jam kurang sudah sampai di ibukota sumatra barat pukul du belas.
Di bandara internasional minangkabau Danil dan Fauziah di jemput oleh supir orang tuanya. karena ayah dan ibunya tidak bisa menjemput.
Mereka sholat zuhur dan makan siang dulu di rumah makan di jalan keluar bandara, yang terkenal dengan gulai ikannya.
Dan melanjutkan kekota bukittinggi dua jam bahkan bisa lebih lama, karena ada beberapa tempat wisata dan kota kecamatan yang dilalui sering macet.
Juga area wisata alam lembah anai sering macet, tempat wisata. apalagi sekarang akhir pekan.
Sepanjang jalan raya padang bukittinggi memang banyak tempat wisata alam dan wisata kuliner. Tempat para wisata lokal dan dari kota atau provinsi tetangga berkunjung.
Melewati beberapa titik kemacetan yang tidak begitu parah. Danil ikut mampir di daerah wisata alam lembah anai dan malibo anai. untuk merilekskan tubuh istrinya yang sedang hamil agat tidak kecapekan saat di perjalanan.
Dan mampir di kota padang panjang untuk menikmati makanan yang terkenal dengan kuliner sate padang.
Di tempat ini sekalian mereka melaksanakan sholat ashar.
Dan ternyata masih di kota solok. Bus akan sampai di kota bukittinggi menjelang magrib ucap supir bus tersebut.
Dan danilpun akan pulang dulu kerumah orang tuanya. karena bus antar provinsi akan sampai dua jam lagi. sedangkan danil yang berada di kota padang panjang akan sampai di bukittinggi kurang satu jam lagi sampai bukittinggi.
.
"Benar pak, pak Afda itu pak danil yang bapak kenal. Dan pak afda memimpin purusahaan AZ lebih kurang setahun ini.
Pimpinan perusahaan AZ sebelumnya pak Tarmizi. pak tarmizi adalah om pak afda. Adiknya ayah pak afda.
Pak tarmizi merupakan pimpinan dari perusahaan kontraktor dan pengembang terkenal. Pasti bapak pernah mendengar, Perusahaan ZB Karya persada.
Ada beberapa merek hotel, mall, perusahaan kontraktor dan toko bangunan.
Bahkan rumah sakit Zulkarnaen hospital juga usaha keluarga pak Tarmizi dan pak Afda.
__ADS_1
Ternyata hotel yang dipimpin pak sultan termasuk usaha pak tarmizi yang di kelola sepupunya. yang bernama pak Harun, dan pak sultan yang memimpinnya". ucap sang informan.
Informan yang disuruh oleh asisten pak pendra untuk menyelidiki perusahaan AZ dan pak tarmizi.
Sang informan baru empat hari bisa mendapatkan data dan perihal tentang pak tarmizi, danil dan usaha lainnya selain perusahaan AZ.
Pak pendra memijit keningnya yang terasa berdenyut. Apa yang tidak dia ketahui selama ini tentang Danil dan pak tarmizi.
Semua merek perusahaan kontraktor, hotel , mall dan rumah sakit yang disebut sang informan dia tahu. Bahkan pernah beberapa kali bertemu diberbagai acara tidak resmi dan dan berkenalan dengan yang memimpinannya.
Tapi.. nama Tarmizi sangat asing baginya. nama Afda juga pernah dia dengar beberapa kali dari pembicaraan kliennya saat pertemuan dengan relasi yang dia ikut mendampingi.
"Perusahaan AZ Putra Utama itu adalah singkatan dari nama pak Danil yang bapak kenal. Afdanil Zulkarnaen Putra Utama.
Yang bekerja sama dengan temannya yang tinggal di singapura eropa dan amerika. Makanya perusahaan AZ menangani semua hal tentang exspor dan impor. juga untuk ikut menangani semua keperluan usaha keluarga yang lain.
Nama ayah pak Danil adalah Zulfikar Zulkarnaen. Beliau punya toko bangunan terbesar di kota bukittinggi. juga ada beberapa cabang di kota di sumbar dan riau.
Dia juga seorang kontraktor ternama di sumatra barat. Ada beberapa usaha kontraktor yang dia bawahi di berbagai kota, bahkan sampai ke ibu kota ini.
Juga ada beberapa usaha taman bermain dan rekreasi keluarga yang asa di kota sekitar sumbar". tambah sang informan.
Membuat kepala pak pendra seakan mau meledak. Dia kepikiran sang besan. Kan dia yang memimpin hotel Metro hotel. Hotel besar yang mewah.
Dia tahu pak sultan bekerjasama dengan seorang temannya yang memimpin metro mall dan metro park dan apartemem. yang ada tiga di kota jakarta ini.
Tapi dia tidak kenal dengan pimpinan metro mall dan metro park tersebut. dan tidak tahu apakah pak sultan yang punya atau temannya itu. atau berdua.
Semakin mau pecah kepala pak pendra.
.
.
__ADS_1