Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 11


__ADS_3

Sesampai di restoran rooftop, ternyata Danil sudah memesan meja di tepi. karena disana ada sebuah kayu berdiri bertulisan Tn Danil.


Danil memesan disana agar mereka leluasa makan sambil melihat sunset.


Ditempat duduk mereka juga dekat dengan musholla. karena mereka sholat magrib dulu baru makan.


Ternyata orang yang tadi melihat kemesraan danil. tujuannya juga ke restoran ini. dan duduk di bagian tengah ruangan. beberapa meja dari meja yang dipesan danil.


Danil dan Fauziah duduk bersebelahah. karena meja mereka menghadap pagar.


Tidak berapa lama datang pelayan restorannya.


"Kamu mau makan apa sayang?!". tanya danil merangkul bahu istrinya.


"Aku mau ini, ini, ini dan minumannya ini". tujuk fauziah melihatkan pada pelayan restoran.


"Abang mau yang mana?!". tanya fauziah memperlihatkan buku nenu pada suaminya.


"Abang mau ini dan ini. minumnya ini dan". tunjuk Danil.


"Tapi makanannya di hidang siap magrib ya, kami sholat dulu nanti". ucap danil.


"Baik mas. kami akan menghidang kan setelah mas dan mbak kembali dari sholat magrib". ucap pelayan itu, dengan mengetik pesanan di ipad.


Dan meletakan kembali sebuah, papan kecil yang bertulisan Tn Danil. Agar tidak ada yang menempati saat mereka pergi sholat magrib.


Setelah pelayan tadi beranjak dari meja mereka mereka mellihat pemandangan kota dari atas gedung tinggi. pemandangan sore menjelang magrib.


Sinar matahari sudah tidak terlalu panas, walau masih ada. Langit oren sangat indah menghiasi cakrawala sore.


Namun Danil dan fauziah tidak fokus melihat indahnya sunset dari tempat mereka duduk. Mereka malah asyik berbincang dan bercengkrama mesra.


Dan mereka juga melakukan beberapa kali foto selfi.


"Kenapa abang ingin makan disini bang?!. Apa abang pernah makan disini". tanya Fauziah.


"Abang belum pernah ke restoran yang di rooftop ini. tapi yang dibawah pernah beberapa kali bertemu klien.


Tadi saat rapat dengan rekan kerja saat makan siang, abang ada mendengar dari pelangan cafe sana.


Mereka mengatakan kalau restoran yang di rooftop ini bagus kalau sore. makanya saat tadi kamu sedang belajar diruangan abang.

__ADS_1


Abang langsung pesan tempat. ingin mengajak kamu ke sini". jelas Danil memngusap kepala istrinya yang memakai jilbab.


"Pantas abang pas di cafe tadi tidak mengizinkanku memesan makanan". jawab faiziah.


"Begitulah". ucap danil santai.


"Makanya tadi aku pesan banyak makanan. Aku laper". ucap fauziah.


"Uh kasihan bumil. pasti anak abi ikut lapar!". ucap danil mengusap perut datar istrinya itu.


Fauziah hanya manyun.


Orang tadi yang memperhatikan dan mendengar ucapan danil pada istrinya merasa sedih. karena dia juga ingin dimanja seperti itu oleh suaminya.


'Bang, ternyata kamu sudah menikah. begitu cepatnya kamu melupakan kisah kita'. gumamnya dalam hati.


Matanya berembun melihat kemesraan mantan pacarnya dengan istrinya.


Dan orang itu adalah Marni. mantan pacar danil yang orang tuanya tidak merestui hubungan mereka beberapa tahun yang lalu. dan menjodohkan marni dengan orang satu sukunya. Yang katanya anak orang kaya.


Saat azan magrib berkumandang, danil dan fauziah berjalan ke musholla yang berada di lantai bawah rooftop ini. dibagian restoran dalam ruangan.


Tidak lama mereka sholat magrib. lima belas menit kemudian mereka sudah di meja mereka, dan makanan yang mereka pesan sudah mulai berdatangan.


"Abang, aku kenyang". ucap Fauziah, karena selain dia memakan pesanannya sendiri. juga memakan makanan yang danil suapi.


"Hehe.. satu lagi". ucap ipul menyuapi nasi bercampur ayam khas jepang.


Bagaimana tidak kenyang. fauziah memesan ramyon ayam, sushi dan steak daging. Sementara Danil memesan teriyaki, makanan yang pakai nasi. dan seporsi kentang goreng.


"Abang yang habiskan semua ya. mubazir tidak dihabiskan". ucap Fauziah.


"Santai saja, duduk sebentar. nanti di ulang lagi". ucap Danil pada istrinya.


Tidak banyak yang tersisa, hanya dua potong sushi dan sedikit steak daging yang akan dimakan. Makanan Danilpun sudah habis, karena dia juga menyuapi istrinya.


"Abang yang habiskan". rengek Fauziah.


"Iya, nanti abang habiskan". ucap danil.


Mereka terus mengobrol santai. hingga danil menghabiskan semua makanan tadi.

__ADS_1


"Alhamdulillah, sudah habis". ucap Fauziah senang.


Fauziah memang tidak suka menyisakan makanan. Dia selalu menyuruh danil untuk nenghabiskan.


Selesai makan dan santai sejenak, danil membayar makanannya. karena mereka akan pulang.


Danil dan fauziah berdiri untuk segera pergi dari restoran ini. Danil merangkul istrinya berjalan.


"Abang Niel!".


Panggil seseorang saat danil dan fauziah melewati sebuah meja saat akan keluar dari restoran.


"Marni!. apa kabar". ucap danil berekspresi biasa saja.


Dia masih terus memeluk istrinya fauziah.


"Siapa bang?!". ucap marni berdiri.


"Ini istri saya, Namanya fauziah". ucap danil mengenalkan istrinya.


"Abang sudah menikah?!. Abang sudah melupakanku dalam waktu sedekat ini?!". ucap marni tanpa malu.


Fauziah memandang suaminya dan wanita itu bergantian.


"Tidak ada yang perlu diingat lagi mar. kamu sudah menikah, ya akupun menikah juga. kan kita memang sudah selesai.


Aku juga ingin menatap masa depanku. aku tidak mau bertahan pada waktu yang telah lalu". jawab Danil pelan.


"Ini masa depanku". ucap Danil melihat kearah istrinya. Dan mengecup kening istrinya yang diam memandang danil.


"Aku masih.."


"Kami sudah menikah hampir tujuh bulan, dan sekarang istriku sedang hamil". ucap danil memotong perkataan marni.


Dia memberitahu bukan untuk pamer. hanya untuk mengingatkan kalau tidak akan ada kesempatan lagi.


Marni terisak pelan. Menarik nafas pelan.


"Maaf.. maafkan papaku yang sudah.. ".


"Tidak perlu minta maaf, semua sudah berlalu. kami harus balik. Assalamualaikum.. ". ucap Danil berjalan merangkul istrinya.

__ADS_1


Tanpa melihat marni yang menangis pelan.


__ADS_2