
Setelah dua jam setelah fauziah melahirkan, dan di rawat di ruang bersalin. Akhirnya Fauziah di antar keruang rawat inap.
Fauziah di dorong dengan kasur brangkar dari ruang bersalin. yang keluar di dorong oleh dua orang perawat.
Di iringi oleh suami serta ibu mertua dan ummi fauziah yang sudah menunggu di depan pintu ruang bersalin.
Saat pintu lift terbuka, ternyata keluarlah beberapa orang dari dalam lift, yang baru sampai di lantai dasar.
Termasuk Ridho yang juga ada di dalam lift tersebut. Dia yang membawa koper pakaian untuk di antar ke mobil dan juga akan menuju apotik untuk menebus obat.
Setelah ridho keluar dan semua isi lift keluar, brangkar yang membawa fauziah memasuki lift besar tersebut, yang bisa memuat tempat tidur pasien.
'Danil!'. gumam ridho.
Saat melihat Danil dan beberapa orang memasuki lift mengiringi sebuah brangkar seorang pasien. Ridho yakin, yang ada di brangkar itu istrinya danil. Sebab danil memegang jemari pasien yang ada di brangkar.
'Apa istrinya sudah melahirkan?!. tapi bayinya mana?!'. gumam ridho melihat kearah brangkar pasien. memastikan ada tidaknya bayi yang berada di atas brangkar bersama pasien.
'Tidak ada!. apa istrinya juga melahirkan anak yang juga meningga?!'. gumam ridho melihat ke dalam lift, sampai lift itu tertutup sempurna. dan menuju lantai atas.
Ridho tidak langsung pergi. Dia melihat terus ke box yang berjalan naik, dengan terus angkanya bertambah.
Dan. Lift berhenti di lantai delapan. lantai teratas dari gedung rumah sakit ini. Yang berarti satu lantai dari lantai tempat istrinya di rawat.
Padahal lantai tempat istrinya dirawat sudah ruang vvip. berarti masih ada ruang di atas vvip.
__ADS_1
ting...
Ridho di kejutkan dengan bunyi lift yang ada di sebelahnya. Karena dia termenung saat memikirkan ruang rawat istrinya Danil.
hfff
Ridho membalikan badannya, dan terus menuju apotik, untuk menebus obat.
Dia menunggu sebentar, untuk membayar tagihan obat. Setelah membayar, ridho menuju tempat parkir yang berada di basement gedung ini untuk mengantar koper dan bawaannya. karena obat istrinya pasti sedikit lama menunggu.
Sedangkan Danil beberapa saat yang lalu, saat pintu lift terbuka. danil sempat melihat sekilas kepada ridho yang keluar dari dalam lif. tapi dia seolah tidak melihat.
'Kenapa dia ada di rumah sakit? juga membawa koper. apa istrinya melahirkan dan juga dirawat di sini.
Tapi kan marni belum tujuh bulan kehamilannya'. pikir Danil.
Dia tidak mau memikirkan orang lain. Dia sedang bergembira menyambut kelahiran putranya. dan juga bahagia melihat istri dan anaknya sehat setelah berjuang melahirkan putranya.
Ayah, abi danil dan fauziah, ternyata sudah ada di dalam kamar. Bahkan Om Tarmizi dan istrinya juga ada.
"Selamat beristirahat ya bu!". ucap perawat yang tadi mendorong brangkar fauziah.
"Terima kasih sus!". jawab fauziah.
Dia tadi di bantu suaminya untuk berpindah dari brangkar ke kasur rawat inap. yang ternyata ruang khusus yang sangat istimewa.
__ADS_1
"Sebentar lagi bayinya akan sampai kesini ya pak, buk!. akan diantar rekan kami!". ucapnya.
"Iya sus. terima kasih!". jawab Danil yang sedang menyelimuti istrinya.
Setelah Fauziah nyaman rebahan, semua menyalami dan mencium kening anak menantu dan istri keponakan mereka memberikan ucapan selamat.
"Selamat sayang. sekarang sudah menjadi bunda buat putranya!. semoga putra kalian menjadi anak yang Sholeh". ucap Abi fauziah.
"Aaminn.. terima kasih Abi!". ucap Fauziah dan Danil.
Tidak berapa lama, datanglah dua orang perawat mendorong box bayi Danil dan fauziah.
Semua kakek dan nenek sangat senang dan berambisi menyambut cucu mereka yang baru pertama kali mereka lihat.
Tadi hanya danil saja yang melihat putranya. Karena dia mendampingi istrinya dari mulai masuk ruang bersalin sampai melahirkan.
Dia baru keluar setelah selesai meng azani putranya.
Para kakek dan nenek mengerubuti box bayi danil dan fauziah. Danil yang duduk di samping tempat tidur istrinya, mengengam jari tangan istrinya dan membawa tangan istrinya dan menciumnya.
Fauziah melihat kearah suaminya, membalas senyumnya.
"Terima kasih sayang!". ucapnya.
Fauziah menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
.
.