Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
112


__ADS_3

Pak Sultan memijit keningnya. pusing, mendengar pengakuan anaknya yang mengalami penyakit menyimpang. suka main pedang.


"Kenapa bisa.. dan sejak kapan?!". tanya pak Sultan.


Setelah menarik nafas beberapa kali, untuk menahan sesak di dadanya.


"Semenjak aku sekolah. aku di pengaruhi oleh guru olah raga yang sering mengajakku. Dan waktu itu aku diajak.


Dan, waktu itu aku dipaksa melayani nafsu menyimpangnya. aku awalnya berontak. tapi dia mengancam akan membunuhku. hingga aku jadi korbannya.


Dan semenjak itu aku selalu di minta setiap dia mau. dengan ancaman akan menyebar foto dan vidio saat aku melayani nafsunya.


Bertahun aku jadi budak pelampiasannya. hingga aku bisa lepas dengan sendirinya, tanpa ancaman dan takut ketahan.


Dia di bunuh rekan sesama menyimpang". jelas Ridho pada papanya.


Pak Sultan masih menarik nafas dan membuangnya kasar, saat mendengar cerita putranya.


"Tapi entah kenapa. saat aku kuliah aku tidak tertarik dengan wanita.


Dan penyakitku kembali kambuh setelah lebih satu tahun aku tidak melakukannya. Ada seorang teman yang juga penyuka pedang menawarkan untuk aku layani. hingga aku kembali mekakukannya.


Aku dan dia berakhir saat lulus kuliah. karena dia pergi keluar negri.


Lalu saat aku bekerja, aku juga bertemu dengan sesama penyuka pedang. hingga aku sering melakukan.


Bahkan saat sudah menikah. Aku sering bertemu dengan teman sesamaku.


Walau aku masih mampu menghamili marni, karena aku juga ingin punya keturunan hasil pernikahanku.


Tapi saat Marni keguguran, ada rasa menyesal karena kehilangan calon bayi kami.


Maka sejak itu aku berhenti total main pedang-pedangan. Dan efeknya. Aku tidak bisa libur melampiaskan nafsuku pada marni.


Sakit dan sesak rasanya bola pedangku jika tidak melepaskan dan memuntahkan isinya.


hingga marni tiap malam aku gempur. sebagai obatnya. baru aku bisa tidur tenang. Aku juga tidak mau jajan di luar.


Itulah alasanku, supaya sikembar di asuh baby sitter. agar marni tidak kecapekan.


Dan mama juga menawarkan agar dia yang turun tangan mengasuh si kembar.


Makanya marni aku suruh merawat diri. Karena aku butuh tubuhnya demi kesembuhanku!". jelas Ridho panjang.


Hhhffff.

__ADS_1


Mereka sama-ssma menarik nafas.


"Apa marni tahu penyakit kamu?!". tanya pak Sultan. setelah mereka terdiam beberapa menit.


"Tahu. malah dia tahu saat kami baru menikah!". ucap Ridho.


"Apa tanggapannya?!. apa dia protes atau marah".


"Marah. Tapi dia lebih banyak diam. aku juga janji dengannya untuk memberinya nafkah lahir bathin. hingga dia bisa hamil. bahkan sudah dua kali.


Aku juga ingin punya anak banyak. Agar marni tidak akan pergi dariku. karena papanya sepertinya masih mencari celah agar marni balik pada mantan pacarnya.


Dan aku pastikan itu tidak akan terjadi!". ucap Ridho.


"Papa juga kecewa dengan sikap mertuamu itu. sudah tua tapi masih berkelakuan diluar batas.


Papa juga kecewa dengan berita kemaren itu.


Apa tanggapan marni. dengan kelakuan papanya?!". tanya pak Sultan.


"Dia juga marah sepertinya. Dia juga tidak setuju dengan tindakan papanya itu. katanya memalukan!". jawab Ridho.


"Papa harap, kamu bisa membahagiakan istrimu itu. ternyata keluarganya sangat jauh dari bayangan.


"Makanya aku ingin marni melahirkan banyak anak pah, biar papanya tidak punya niat lagi menjodohkan marni dengan mantannya itu.


Aku juga butuh banyak anak, agar marga kita berkembang". tekad Ridho.


"Papa setuju. kalau bisa jangan biarkan dia sering berkunjung kerumah papanya. nanti akan di pengaruhi oleh mertuamu itu!.


Papa tidak ingin rumah tangga kamu pecah. papa tidak setuju dengan perceraian". tambah pak sultan.


"Baik pah. Aku juga tidak ingin mau juga yah pernikahanku kandas. umurku juga sudah tidak muda lagi untuk bermain.


Walaupun aku belum pernah meyukai wanita, tapi entah kenapa. aku tidak ingin marni pergi dariku.


Juga, aku tidak ingin berbuat dosa lagi. ingin fokus menambah anak, biar hari tuaku dikelilingi anak dan cucu.


Tidak seperti papa, sudah lebih setengah abad cucu belum ada!". sindir Ridho sambil cerita.


"Itu karena salah kamu juga. papa menunggu cucu dari kamu sebagai anak sulung. Eh ternyata menebar benih bukan di lahan rahim. malah di *****!". kesal pak Sultan.


Ridho hanya bisa tersenyum masam, mengingat masa lalu yang penuh dosa. dia memang sudah berniat untuk berubah.


Semoga.

__ADS_1


"Apa waktu menikah dengan marni dia masih perawan?!". tanya pak Sultan pada putranya. "Eh, kamu bisa memerawani wanita?!". tambah pak Sutan mengejek putranya.


"Papa jangan bilang begitu. Aku juga sudah dua kali memerawani wanita.


Walau pedangku sering salah sarang, tapi marni masih perawan waktu menikah dulu!". ucap Ridho bangga.


"Anak gadis mana yang kamu perawani?!. jangan bikin rusuh kamu. nanti karma bisa berbalik!". ucap pak Sultan.


"Maaf pah. Aku sengaja waktu itu memesan perawan. agar teman bermain pedangku bisa move on seperti aku. yang sudah memerawani marni.


Dan itu berhasil. aku dan dia sekarang setia pada istri masing- masing. dan tidak lagi main". ucap Ridho.


"Terus wanita yang kamu...".


"Dia butuh uang untuk masuk kuliah. dan aku membayarnya lebih, juga membukakan warung untuk dia sebagai mata pencaharian.


Berjualan sambil kuliah. jadi aku tidak begitu merasa bersalah padanya". ucap Ridho.


"Baik itu. jangan lagi merusak anak gadis orang. takut karma berbalik". pesan pak sultan.


"Baik yah". ucap Ridho.


"Sekarang tidurlah. mungkin istrimu sudah menunggu. itu kamu akan bengkak dan sakit jika tidak keluar". ucap pak Sultan.


"Hehe... Papa tahu saja. ini juga sudah mulai bengkak. minta di keluarkan". ucap Ridho.


"Satu lagi. Kamu harus periksa kesehatan pedang kamu. harus periksa luar dalam. agar kamu dan istrimu sehat. juga bibitmu akan unggul.


Papa tidak mau unya cucu kurang sehat!". ucap pak sultan.


"Ak sudah periksa pah. malahan sebelum si kembar di produksi, aku sudah periksa dan minum obat!". ucap Ridho.


"Bagus!. papa juga mau iya-iya dulu dengan mama kamu. tidak mau kalah dengan kamu". ucap pak Sultan.


"Ah papa. hati-hati, pinggangnya nanti sakit". ledek Ridho.


"Iya, jangan sampailah. memang kamu, bisa membuat istri kamu keguguran karena kamu terlalu bersemangat goyan pinggang". ucap ak Sultan balik meledek.


"Jangan mengingatkan lagi pah. aku menyesal. makanya aku sekarang lebih lembut. Agar adik si kembar segera hadir!". ucap Ridho.


"Aaminn...!". jawab Ridho.


.


.

__ADS_1


__ADS_2