
Dengan berat hati danil mengangkat pingulnya yang sedang membenankan adiknya.
"Sayangh". ucap danil saat pinggul istrinya mengikuti sesuatu yang akan keluar dari inti tubuhnya. Seakan tidak mau ditinggal.
Fauziah mengelengkan kepalanya. Siadik merasa cengkraman dan kedutan semakin...... . hingga danil memberi gerakan pelan pinggulnya. untuk....
******* dan erangan perawan bertemu pejaka memenuhi ruangan kamar saat magrib. Dan..
Ahhhh
Ahhhh
Croottt.. crootttt.. crootttt...
Pertahanan perjaka ambrol.
Karena baru pertama kali saat dikebut untuk keluar. juga akan melaksnakan sholat magrib, yang waktunya sedikit.
Hingga Danil melepaskan sesuatu yang ada di bawah tubuh si adik. agar lekas tuntas.
"Terimakasih sayang". ucap danil mengecup kening istrinya.
Dia memeluk tubuh polos istrinya yang masih lemas. Mata istrinya terpejam, dengan nafas yang masih memburu. menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan.
"Ayo mandi, biar abang bantu mandinya. biar sholat magrib bersama". ucap danil membopong istrinya.
Medudukan di dalam bathtub yang kosong. dan dia duduk di belakang istrinya.
"Mandi langsung ya. biar tidak ketinggalan magribnya. jangan lupa baca do'a mandi besar". ucap danil menyirami tubuh istrinya dengan shower.
Sekalian tubuhnya bergantian, juga menyampoi dan menyabuni tubuh bergantian.
Tidak sampai sepuluh menit, mereka selesai mandi. kilat dan dirasa cukup bersih.
Saat menyuruh istrinya untuk cebok. ternyata kaki istrinya masih mengigil. hingga fauziah harus berpegangan pada bahu suaminya.
Dan mereka segera sholat magrib berjamaah berdua, dengan Fauziah hanya duduk sholatnya, tidak sanggup untuk berdiri.
Dan ternyata malam pertama mereka baru terlasana setelah dua minggu. Dan di tunaikan waktu magrib.
Tapi setelah itu, mereka tidak lagi canggung satu sama lain. Fauziah pun sudah tidak malu dan pendiam lagi. Membuat aktifitas ranjang mereka lancar.
Hingga pada bulan ke enam pernikahan mereka. Fauziah dinyatakan hamil.
Dan Danil mengambil keputusan supaya istrinya kuliah secara online saja. karena fauziah tidak ingin berhenti kuliah.
Flashback off.
.
.
Melihat istrinya yang tertidur, Danil mencium kening istrinya, dan masuk kedalam selimut berdua istrinya untuk tidur.
Danil mendekap istrinya tidur dan mengusap perut rata istrinya yang masih datar. karena menurut dokter kehamilan istrinya baru enam minggu.
Pagi-pagi fauziah yang hamil muda mengalami morning sicknes.
Huekk... huekk....
Fauziah memuntahkan cairan saja, karena tidak ada yang keluar.
Danil yang mendengar suara istrinya sedang muntah, menyusul kekamar mandi.
Dia membantu mengosok punggung istrinya yang lemas.
__ADS_1
"Sudah sayang. abang gendong kekamar ya". ucap danil.
Danil akan mengendong istrinya.
"Mau buang air kecil dulu bang, sekalian berwudhu". ucap fauziah.
Danil memegang istrinya menuju kran. Dia menunggui istrinya yang sedang buang air kecil dan berwudhu.
Danil sudah biasa melihat istrinya pi***, cuma saat b*b saja dia diusir istrinya keluar.
Saat sarapan istrinya selalu di suapi oleh danil. danil tidak keberatan menyuapi.
Selama hamil Danil selalu membantu istrinya. baik mandi atau makan. Fauziah tidak diizinkan sibuk, cukup kuliah online, membuat tugas dan menemani Danil tidur saja. sudah cukup ucap danil.
"Sayang. bagaimana kalau kita tinggal di kantor saja, kan abang bisa membantu kamu kapan saja". usul Danil.
Mereka memang baru pindah tiga bulan ini kerumah pemberian om tarmizi. Sebelumnya mereka memang menetap di kantor.
"Boleh bang. aku kan juga tidak pergi kuliah, tugas kuliah juga online. Lagian aku ingin selalu dekat abang".jawab fauziah.
" Ok. kita akan kerumah akhir pekan saja. untuk liburan". jawab Danil bersemangat.
Dan, tinggalah mereka di gedung perusahaan. pergi bekerja hanya berjalan beberapa langkah saja.
Tinggal seperti di apartemen, tapi tidak ada tetangganya.
.
Danil yang semakin mesra dengan istrinya, berbanding terbalik dengan Marni.
Sudah seminggu semenjak marni bertemu dengan Danil. marni berusaha mencari tahu. apa benar danil sudah menikah.
Marni mendatangi rumah tempat tinggal danil dulu. Rumah yang berada di perumahan biasa.
Sebuah perumahan cluster, yang dijaga oleh satpam. Rumah kecil berlantai dua. yang hanya punya dua kamar. Marni tahu rumah itu dikredit oleh Danil.
Banyak karyawan singel atau pengantin baru yang tinggal disana. karena perumahan ini dekat dengan perkantoran, dan pusat perbelanjaan.
Waktu masih pacaran dengan danil marni sering mendatangi rumah ini. danil sering mengajak marni kerumahnya. hanya untum sekedar istirahat atau menonton.
Kadang untuk makan atau libur hari minggu. Marni juga sering menginap di rumah Danil.
"Mau kemana mbak?!". cegat satpam perumahan.
"Mau kerumah Danil pak, cluster f nomor 7B". jawab Marni. karena marni sudah hafal dengan rumah itu.
Rumah yang semenjak danil mulai bekerja tinggal di sana. dan marni sering datang.
"Bisa tinggalkan ktpnya mbak. karena sudah prosedur. atau mbak telfon saja orangnya untuk menjemput". ucap satpam yang ber nametag ferry.
"Hah.. aku sudah biasa datang kemari. security disini sudah kenal dengan saya. kamu baru ya kerja disini". ucap Marni ngegas.
"Maaf mbak, saya memang baru. baru satu tahun bekerja disini. tapi selama setahun saya bekerja saya tidak pernah melihat mbak. maaf". ucap satpam itu sopan.
Marni termenung. ya.. dia sudah dua tahun lebih tidak datang kemari. semenjak diputus oleh danil dan dia menikah dengan pilihan orang tuanya.
Dia tahu, memang untuk masuk perumahan ini harus orang yang bersangkutan membawa, atau tinggalkan ktp di pos.
"Siapa yang lama bekerja disini?!". tanya marni.
"Ada beberapa mbak. tapi saya juga tidak tahu mereka sudah berapa tahun bejerja di sini". jawab satpam itu.
tin... tin...
tin...
__ADS_1
Bunyi klason di belakanng mobil Marni.
"Maaf mbak. bisa mundurkan mobilnya sebentar. ada yang tinggal didalam mau masuk". ucap satpam itu.
"Bantuin sana temannya mas". ucap Marni turun dari mobilnya fan berdiri dekat portal depan pos satpam.
"Ton. bantuin mundurin mobil mbaknya!!". ucapnya kepada teman yang berada di gerbang pintu keluar.
Dengan sigap dia memundurkan mobil marni.
Setelah mobil di mundurkan, kejalan agak belakang. Mobil penghuni perumahan maju, untuk masuk. dan satpam mengangkat portalnya.
Tiba-tiba kaca mobil itu terbuka.
"Mbak... mbak pacar bang danil yang tidak direstui orang tuanya untuk menikah dengan bang danil?!". ucap seorang wanita membuka kaca jendela mobilnya sebelum mobilnya melintasi portal pos satpam.
Marni terkejut, kenapa orang ini kenal dengannya. Apa dia pernah bertemu.
"Kamu siapa bang danil?!". ucap wanita itu.
"Aku tetangga depan rumah Bang danil dulu, di dalam sana". jawab wanita itu.
"Ohya... bisa bawa aku kedalam mbak. aku ingin bertemu bang Danil!". ucap marni, karena menemukan harapan untuk menemui danil.
"Bang danil sudah pindah mbak. sudah dua tahun".ucapnya, membuat marni kecewa.
"Kamu tidak bohongkan?!". ucap marni kecewa.
"Buat apa saya bohong mbak. memang bang Danil sudah pindah. bahkan rumah itu sudah dua kali berganti penghuninya". jelasnya.
Marni murung mendengarnya.
"Hmm. begini mbak. kalau mbak tidak percaya, mbak masuk saja untuk memastikanya.
Pak satpam Biarkan mbak ini sebentar ngecek rumah yang dulu di tinggali pacarnya". ucap wanita itu.
"Rumah yang mana mbak?!. nanti mbaknya cari masalah bagaimana? kan orang punya rumah bisa komplein nanti. bagai mana kami menjawabnya?!". ucapnya ragu.
"Tidak apa-apa, aku tanggung jawab. Rumah yang dilihat juga rumah Miss grace. pasti amanlah". ucapnya.
"Oh .. ok..". ucap sapam itu.
"Silahkan mbak menceknya. kami kasih waktu lima belas menit ya". ucapnya.
Marni bergegas menuju mobilnya, dan masuk perumahan itu setelah satpam membuka portalnya.
Marni menuju rumah yang masih diyakini rumah danil, mantan pacarnya.
Marni memarkirkan mobilnya di pinggir jalan depan rumah. Marni langsung masuk saja, karena pagarnya tidak tertutup.
Ada sebuah mobil dan dua motor besar terparkir dihalaman rumah.
Ohm.
Ahh...ah...
Marni terkejut saat melihat beberapa orang sedang melakukan hubungan suami istri di ruang tamu. bukan hanya sepasang, tapi..
.
.
.
.
__ADS_1
.