
Sesampai di hotel, Ridho dan keluarga kecilnya menuju kamar yang sudah dipesankan oleh bu Noni.
Dua buah kamar yang punya pintu penghubung. Dan koper di antar petugas hotel ke kamar.
"Sebaiknya anak-anak tidur dengan kita bang!". Ucap Marni.
"Abang dan adek sudah besar. Mereka tidak bisa tidur dengan extra bad lagi . Tidak baik.
Juga kamar mereka langsung terhubung dengan kamar kita kok agar bisa melihat kapanpun". Jawa Ridho.
Marni membantu menyusun pakaian di lemari hotel.
Tadi mereka sudah makan di warung tenda yang ada di jalanan dekat taman. Sambil menikmati suasana malam di kota pekan baru.
Juga sudah melaksanakan Sholat isya di mesjid dekat mereka makan malam tadi.
Marni juga membeli beberapa cemilan dan minuman, jika nanti anak-anak atau dia lapar tengah malam.
"Ayo mandi dulu ya, biar tidurnya nyaman. Baru ganti baju tidurnya. Dan langsung tidur". Ucap marni.
Dia melihat ketiga buah hatinya kelelahan juga mengantuk. Walau tadi sore sudah istirahat, tapi tadi mereka bermain-main di taman kota, di tempat makan tadi.
Pasti berkeringat, suhu kota pekan baru yang panas. Dan berminyak.
Selesai membantu mereka mandi dan menganti baju. Sampai ketiga buah hatinya tidur.
Si kembar tidur di kasur. Dan sibungsu di kasur ekxtra bad.
__ADS_1
Ridho menyuruh ketiga buah hatinya tidur di kamar sebelah. Dan dia berdua istrinya.
"Aku minta maaf. Mingkin salama ini aku salah. Dan tidak bisa menjagamu.
Aku ingin kita bersama kembali, menjaga mereka yang butuh figur orang tua yang lengkap". Ucap
Matdi duduk di sofa yang ada di sudut kamar hotel itu. Yang juga berada dekat pintu penghubung kamarnya dengan kamar buah hatinya.
Marni melihat suaminya yang berdiri di hadapannya. Terlihat wajah sendu suaminya itu.
Tiba-tiba Ridho duduk berlutut di depan Marni. Dan langsung memeluk pinggang marni, hingga wajahnya menyusup di perut marni.
"Maaf.
Maafkan aku". Ucap Ridho.
Dengan sedikit ragu marni mengusap rambut suaminya. Membuat suaminya itu semakin mengeratkan pelukannya.
Lama Ridho memeluk perut istrinya itu. Dan marni terus mengusap rambut suaminya.
"Kita pulang ke jakarta ya. Kamu tidak perlu bekerja. Cukup menjaga buah hati kita saja.
Mau ya marni?.
Besok kita ke tempat kamu bekerja. Untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kamu". Ucap Ridho.
Marni hanya diam. Dia masih ragu. Dia sudah nyaman bekerja disini. karena semua teman dan lingkungan sangat baik, membuat dia betah.
__ADS_1
Tapi sekarang dia ingin dekat dengan buah hatinya. Tidak ingin berjauhan lagi.
Hampir dua tahun dia memendam rindu, hanya memandang mereka di foto, yang dikirim oleh oapa mertuanya. Walau marni hanya buka pesan hijaunya tidak tiap hari.
"Aku tahu kamu ragu. Tapi aku janji. Ini untuk keluarga kita kedapannya.
Kamu lihat mereka sangat senang bertemu kamu. Bahkan putri kita yang kamu tinggalkan saat berumur empat bulan, dia sangat senang melihat kamu.
Awalnya aku ragu membawa mereka kesini. takut mereka lupa dengan kamu".ujar Ridho.
"Kita pulang ya!". Tambah Ridho melihat kearah marni.
"Aku takut. semua..".
"Mereka menyuruhku untuk membawamu pulang". Potong Ridho.
"Tapi..".
"Kamu cukup ikuti aku saja. Besok kita ke kantor kamu untuk resign. mengundurkan diri secara baik- baik.
Agar tidak terkesan kabur". Jawab Ridho.
Marni hanya mengangguk.
"Aku diskusi dengan atasan di ruangan ku besok bang". Ujar matni akhirnya.
.
__ADS_1
.