Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
151


__ADS_3

Seperti usulan pak Sultan, agar Ridho berangkat lewat tengah malam. Dan Ridho pergi istirahat setelah makan malam.


Semua barang sudah dimasukan kedalam mobil tadi sore. Mereka tinggal berangkat saja nanti.


"Sudah ada tempat tinggal kita disana nanti bang?!". Tanya Marni pada Ridho.


Mereka bersiap untuk tidur sejenak menjelang berangkat.


"Sudah. Disana kita tinggal di perumahan, dan tidak terlalu jauh dari perusahaan". Jawab Ridho.


"Kamu sudah siap untuk memulai hidup jauh dari orang tua kan?". Tanya Ridho setelah beberapa saat terdiam.


"Siap bang. Aku akan ikut dengan abang kemanapun abang bawa.


Dan juga, kita harus memikirkan kebahagiaan keluarga kita, tanpa campur tangan orang tua.


Mereka cukup mendo'akan kita saja". Ujar Marni.


"Betul". Jawab Ridho.


Dia memiringkan tubuhnya, menghadap istrinya. Lalu menarik istrinya untuk masuk dalam pelukannya. Tadi mereka sama-sama tidur telentang.


Marnipun menyusup kedalam dekapan suaminya. Saling membalas pelukan. Untuk tidur.


Beristirahat, karena akan pergi menempuh perjalanan yang jauh.


Sesuai rencana, Ridho dan keluarga kecilnya berangkat pukul dua dini hari. Agar mereka menikmati perjalanan di siang hari.


Jok tengah mobilpun sudah di modifikasi agar ketiga anak mereka bisa tidur dengan nyaman.


Bagian belakang juga sudah ditata koper-koper. Dan diatasnya di taro kasur santai. Agar juga bisa dijadikan tempat tidur.


Ridho mengendarai mobilnya sendiri. Padahal pak Sultan sudah menyuruh supirnya menemani untuk bergantian membawa mobil nanti. Jika Ridho capek.


Tapi Ridho beralasan kalau dia ingin menikmati perjalanan bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Kami ingin sekalian jalan-jalan pa. Tidak selalu melewati tol. juga ingin mampir di beberapa tempat yang bagus selama perjalanan".


Alasan Ridho pada mama dan papanya saat menyuruh supir keluarga untuk menjadi supir penganti jika Ridho kecapek an.


'Selamat tinggal untuk sementara papa. Mama. Aku ingin menjauh sesaat dari kalian.


Bukan aku benci atau marah. Aku cuma hanya ingin menjalani rumah tangga dengan suamiku dengan tentram dan damai.


Aku ingin keluarga kecilku selalu utuh sampai kami menua, hingga ke anak cucu nanti.


Selamat tinggal kota jakarta. Sampai jumpa. Aku akan datang lagi saat aku mengunjungi kerabatku nanti kesini.


Sampai jumpa lagi'. Gumam Marni dalam hati.


Saat mobil yang dikemudikan suaminya memasuki tol menuju luar kota jakarta.


Marni memejamkan matanya.


Berdo'a, semoga perjalanan lancar sampai tujuan.


.


"Mah. kok sarapan duluan?. kenapa tidak memanggil papa?". Tanya pak pendra pada istrinya.


Dia baru saja keluar dari kamar, dan menuju meja makan.


"Mama juga baru sampai kok pa. Tadi mama menyiram bunga- bunga mama di taman samping". Ucap istri pak.


Dia sedang menuang ari putih dari teko ke gelas. Dan meminumnya.


Pak pendra duduk di tempat biasa di samping istrinya dan meminum kopi yanng sudah tersedia di depannya.


"Papa mau roti ma". Ujar pak pendra.


Dan istrinya mengambilkan dua potong roti yang sudah di beri selai kepiring pak pendra.

__ADS_1


"Papa kok sudah rapi? Mau kemana?". Tanya istrinya.


"Papa mau ke kantor sebentar mah. Sudah lebih dua minggu papa tidak kekantor karena sakit.


Mingkin orang kantor butuh papa". Ujar pak pendra.


Sudah hampir seminggu papa keluar rumah sakit. Sudah bisa untuk mulai bekerja lagi". Ujar pak pendra.


Ya. Pak Pendra sudah seminggu pulang dari rumah sakit. Yang berarti sudah seminggu juga Marni dan keluarga kecilnya pindah kesurabaya.


Dan hanya mertuanya saja yang tahu itu.


"Tunggulah hingga papa sehat dulu. Papa masih belum pulih benar. Dan masih minum obat.


Istirahatlah dulu sampai papa bebar-benar pulih". Usul istri pak pendra.


"Papa hanya berkunjung sebentar. Dan menjelang makan siang papa akan pulang.


Papa sudah sembuh kok ma. Tenang saja". Ucap Pak pendra


Menghibur istrinya.


"Terserah papa saja lah. Kalau papa merasa sudah sembuh boleh saja berangkat bekerja.


Mama cuma pesan. jangan dulu memaksa untuk menangani kasus yang berat dulu. cukup menyibukan dan mengerjakan di kantor saja.


Menerima konsultasi klien yang datang". Ujar istri pak pendra.


"Iya mah. Papa hanya menerima konsul saja". Jawab pak pendra.


Mereka menghabiskan sarapan yang ada di piring mereka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2