Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 97


__ADS_3

"Ayo sayang. anak ayan pasti bisa!". ucap Danil saat ini sedang bermain dengan putranya.


Baby dylan yang sudah berumur sebelas bulan, sedang gigihnya belajar berjalan.


Danil dan sedang duduk di ruang tengah. kursi tamu mereka geser ketepi, agar putra mereka mempunyai ruang yang luas untuk belajar berjalan.


Sedangkan fauziah sedang menyiapkan makan malam.


Tawa danil terdengar di dalam rumah mereka. mereka masih tinggal di gedung kantor, dan setiap akhir pekan akan menginap di rumah mewah mereka.


"Makan dulu bang. ini sudah selesai!". pangil fauziah pada suaminya.


"Baik sayang!". jawab Danil.


Dia menyambut putranya yang sedang melangkah mendekatinya.


Tadi danil melepaskan putranya berdiri, dan merentangkan tangan sambil mundur sedikit-sedikit agat putranya melangkah pelan.


Danil tertawa bersamaan dengan baby dylan yang juga tertawa katena berhasil berjalan beberapa langkah. walau tertatih.


"Pintar anak ayah!". ucapnya menciumi wajah putranya yang sedang tertawa riang.


"Ayo kita makan!". ucapnya mengendong putranya kemeja makan.


Fauziah sudah meletakan kursi bayi di depan meja makan.


Danil berada di ujung meja kursi bayinya berada di sebelah kiri Danil, dan fauziah duduk di sebelah kanan suaminya.


Mereka makan malam dengan ceria. apa lagi baby dylan juga senang menyuap makanannya sendiri dengan sendok plastiknya. walau berantakan danil dan fauziah tersenyum melihat putra mereka yang berkembang dengan cepat.


"Tidak terasa ya sayang, sudah hampir setahun umur baby dylan!". ucap Danil.


Fauziah sedang duduk di sofa. dia memberi asi putranya, dan di sampingnya juga duduk danil yang menemani istrinya.


Danil mengelus pungung istrinya dan sesekali menciumi pipi istrinya.


"Kalau baby dylan sudah tidur, gantian ya. abang juga mau di keloni tidur sambil nen!". ucap danil mengengam produk asi putranya yang sedang mengangur.

__ADS_1


"Ish abang!". ucap Fauziah.


"Abang sekarang jarang lho nen. semenjak baby dylan mengklaim ini punya dia, dulu abang yang punya!". ucap danil.


Fauziah setiap malam memang tidak pakai penyangga, agar mudah menyodorkan dadanya kemulut putranya yang tiba-tiba bangun.


Danil tidak segan menyodorkan mulutnya ke pucuk yang sedang mengangur. Dengan mudah. dan ikut mengemutnya.


"Abang!". ucap fauziah. tidak bisa melarangnya.


Jadilah fauziah merasakan memberi asi anak kembar, karena kedua pucuk dadanya di sedot dua mulut oleh orang yang dicintainya. tapi yang sebelah lebih kuat sedotannya. membuat dia, mendesah.


"Abang sedang ingin sayangh!". dessh danil.


Fauziah melihat suaminya yang sedang mendamba.


"Abang pindahkan baby dylan dulu!". ucap fauziah.


Karena dia tahu. suaminya sudah puasa seminggu ini, karena fauzuah sedang ada tamu bulanan rutin.


Drngan sigap Danil memindshkan bayinya ke box bayi.


Setelah menganti lampu dengan lampu tidur, dani bersemangat mendatangi istrinya.


******* dan deritan springbad membuat malam yang sunyi terasa hidup. Danil membuat istrinya tidak berhenti mendesah dan memanggil namanya.


Dan benar. Sepanjang danil dan fauziah menikmati malam panas mereka, baby dylan tidak ada terbangun. Seolah mengerti, ayah dan bundanya sedang menikmati olah raga ranjang.


Biasanya dia akan bangun dua atau tiga kali menjelang subuh.


"Abang!". ucap Fauziah yang lebih dulu terbangun menjelang subuh.


Badannya terasa remuk dan lelah. yang semalam di bolak-balik oleh danil. dan baru tidur pukul tiga dini hari.


Setelah pertempuran pertama menjelang tengah malam. mereka tidur karena kelelahan.


Saat danil terbangun lagi pukul dua lewat dia membangunkan istrinya untuk kembali beraksi.

__ADS_1


"Hmm.. !".leguh danil. karena dia dibangunkan istrinya.


"Hampir subuh bang, ayo bangun!". ucap fauziah.


"Iya. sebentar!". ucap danil memeluk tubuh polos istrinya.


"Abang!. mau subuh. nanti baby dylan bangun!". ucap fauziah.


"Sebentar sayang. abang ngumpulin tenaga dulu!". ucapnya.


Maka danil memeluk erat istrinya sebentar, dan kemudian danil membopong tubuh lemas istrinya kemamar mandi.


Dia membantu istrinya mandi sampai bersih. berpakauan hingga menyisir rambut.


Lalu mereka sholat subuh berjamaah.


Ternyata Baby dylan sudah bangun. tapi hanya diam sambil bermain duduk di dalam boxnya.


Mengerto ayah dan bundanya yang sibuk untuk mandi besar.


.


Kabar kehamilan marni sampai ke pak pendra. Sore itu marni dan Ridho berkunjung kerumah orang tua marni, untuk menyampaikan kabar bahagia.


"Alhamdulillah sayang. kalian diberi amanah lagi olehballah swt!". sambut mama marni terharu.


Karena tidak menyangka kalau putrinya dengan cepat hamil lagi.


Padahal waktu itu sudah dua tahun menikah baru bisa hamil. bahkan setelah kejadian pemerkosaan yang dialami marni.


"Alhamdulillah!".


Pak pendra hanya menjawab itu. tidak ada ucapan tambahan lainnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2