
Sore itu Danil pulang bekerja, menjelang magrib. Rencananya dia ingin membicarakan berita yang sedang panas di media online. Agar istrinya tidak terpengaruh berita itu.
Tapi saat dia pulang tadi, beritanya tidak ada yang menyinggung namanya. danil agak tenang.
Dia tidak mau membuat istrinya terhasut berita, apalagi ada fotonya.
Selesai Makan malam, danil mengajak istrinya berbincang di ruang televisi. sementara Putranya Dylan sudah pergi untuk tidur.
"Sayang!. kita liburan yuk!.
Aku ingin Dylan punya adik lagi. kan putra kita sudah lebih umurnya dua tahun!". ucap Danil.
"Kenapa harus liburan, dirumah juga bisa!. Aku tidak bisa jauh dari dylan". jawab Fauziah.
"Bukan liburan jauh-jauh, kita kepuncak saja. kan suasana dingin pegunungan bagus untuk kita liburan. Kita disana cukup seminggu saja.
Dan bonus dapat adik dylan!". ucap Danil.
"Terus pekerjaan abang bagai mana?!. kan sedang banyak pekerjaan!". tanya Fauziah.
"He.. he...
Sebenarnya aku ada proyek baru di perusahaan kontraktor ayah. Disana akan di bangun sebuah rumah sakit.
Masyarakat disana sangat jauh untuk berobat ke kota. juga setiap liburan banyak pengunjung yang kewalahan untuk berobat saat darurat.
Jalanan yang macet saat musim libur, jauh dari kota juga butuh waktu dan kendaraan yang selalu siaga.
Beberapa bulan kemaren ada klien dan pengembang dari puncak mengusulkan pada abang, untuk buka cabang rumah sakit atau klinik di sana.
Dan dua minggu yang lalu Mario melaksanakan pembelian lahan. Dibantu pengusaha lokal.
Rencana nya abang mau lihat lokasi, sekaligus melihat gambaran rencana pembangunannya.
Abang kemaren baru buat gambaran kasarnya. dan ingin melihat lokasinya langsung.
Sekalian kita liburan. seminggu saja!". Ajak Danil pada istrinya.
"Aku mau Dylan juga ikut bang!". pinta Fauziah.
"Iya. Dylan akan ikut. tapi akan lebih sering dengan baby sitternya. disana juga ada tim yang akan bekerja mengawasi pembangunan rumah sakit.
Kita akan punya banyak waktu untuk bersama. jalan keliling kampung dan lihat lokasi proyek. Dan Dylan tidak bisa ikut.
Kita akan keliling motoran jika selesai di lokasi!". jelas Danil.
__ADS_1
"Boleh. tapi jangan ke tempat yang ekstrim ya bang!". pinta Fauziah.
"Tidak. kita cuma keliling saja. seperti orang pacaran!. kan kita belum pernah jalan seperti orang pacaran, pacaran halal". ucap Danil.
"Ok bang. aku suka jalan ke alam!". jawab fauziah bersemangat.
"Kita berangkat besok siang, disana kita akan tinggal di villa om tarmizi. karena lokasi untuk rumah sakit dekat dengan villa om tarmizi!". jelas danil.
Sedang asyik berbincang dengan istrinya, tiba-tiba ponsel Danil berdering.
Fauziahpun kembali kekamar.
"Ada apa mario?!". tanya danil.
"Sudah dengar berita?. kalau pak pendra masuk rumah sakit. Kabarnya dia serangan jantung!". ucap mario langsung ke inti.
"Biar saja. aku tidak mau terlibat dengan mereka!". jawab Danil.
"Betul. aku harap istri kamu tidak melihat berita tersebut. apalagi sampai membaca komentarnya!". ucap mario.
"Sip.
ohya mar. jadikan aku ke puncak untuk melihat proyek?!. rencana besok siang kami berangkat?!. aku sudah rencanakan sambil liburan bareng istriku!". ucap Danil.
Juga villa pak tarmizi sudah siap kaoanpun kalian datang!". jelas mario.
"Ok. siapkan saja mobil untuk kami.
Aku juga mengajak pengasuhnya dylan. untuk menjaganya selama aku sibuk!". ucap Danil.
"Iya. Ada dua mobil.
Satu untuk kalian, dan satu lagi untuk pengasuh dan juga dua asisten kamu selama di sana.
Aku tidak bis mengantar. paham kan?!". ucap mario.
"Paham. semoga kamu tidak sibuk dan mungkin sering lembur untuk semunggu ini. terima kasih sebelumnya!". ucap danil.
"Aku siap siaga kok. tidak akan terlalu sibuk. kan juga akan di bantu sekretaris!". jawab mario.
"Ok. terima kasih!.
Assalamualaikum!". ucap danil menutup telfon ana mrnunggu mario menjawab salamnya.
Lalu menyusul istrinya ke kamar.
__ADS_1
Dia melihat istrinya berdiri di depan lemari.
"Besok saja berkemasnya. semua perlengkapan Dylan tadi sudah aku suruh pengasuhnya menyiapkan.
Pakaian kita besok pagi saja siapkan!". ucap Danil berdiri meneluk istrinya dari belakang.
"Memangnya besok berangkat pukul berapa bang?!". tanya Fauziah.
"Siap zuhur!". ucap danil.
membuka jilbab instan istrinya.
"Sebaiknya memang di kemas sekarang bang. Kalau besok buru-buru, malah ada yang tinggal.
Baju kamu juga tidak mungkin cuma tiga atau empat stel saja!". ucap fauzian, memilih baju.
"Tapi aku mau bermanja sayang!". ucap danil.
Fauziah menghadap suaminya.
"Berkemas dulu bang, biar tenang. lagi pula masih sore!". ucap fauziah tersenyum pada suaminya.
"Kamu tidak ingat saja!. malam pertama kita waktu itu juga sore bahkan saat azan magrib ber kumandang, itu aku pertamakali memerawani kamu!. juga pertama kali bagku". ucap Danil tersenyum.
"Ish malu!. kalau ingat itu aku merasa berdosa, masa saat terdengar azan magrib kita malah.... ". ucap fauziah memukul dada suaminya yang berdiri di depannya.
wajahnya memerah.
"Maaf.
Tapi kan setelah itu kita tidak pernah melakukan saat azan!". jawab Danil mengecup bibir istrinya.
Kadang saat akan berangkat bekerja pun dengan semangatnya danil akan bermandi keringat lagi. dan mandi lagi.
Padahal fauziah tahu, suaminya tidak mengenal waktu jika ingin bermanja dan ingin olah raga ranjang.
Mau pagi, siang, sore. yang penting gersk pinggul di atas ranjang jalan terus.
Itu waktu masih tinggal di rumah mereka di gedung kantor. Saat istrahat siang juga akan makan siang dan mandi siang.
Makanya saat sudah pindah kerumah mereka yang di perumahan, danil masih suka makan siang pulang kerumah. dan juga sesekali mandi siang.
.
.
__ADS_1