
"Eh nak Ridho. Ada yang ketinggalan?". Tanya mama mertua.
Saat melihat Ridho kembali masuk kekamar rawat papa mertuanya.
"Itu mah. Aku bisa pinjam ponsel mama sebentar. Ponselku tertinggal di kantor". Ucap Danil beralasan.
Dia sudah merencanakan sambil berjalan dari ruangan danil tadi. Mematikan dan menyimpan ponselnya di saku dalam jasnya.
"Oh itu". Tunjuk mana mertua pada nakas di samping tempat tidur suaminya yang sedang dirawat.
Ridho mengambilnya. Dan mencari kontak istrinya yang tersimpan di ponsel mama mertuanya. Ada tiga yang nama marni.
Dia menscreen shootnya. Lalu mengirim ke ponselnya di aplikasi hijau.
Lalu menghapus chat dari ponsel mertuanya. yang ada dalam sakunya.
Lalu pura-pura menelfon. Tapi seperti tidak ada jawaban. Dan seolah benar-benar tertinggal.
"Mungkin teringgal di laci meja kerja ku ma. Biar aku lihat nanti saat sampai dikantor saja ma". Jawab Ridho.
Dia kembali meletakan ponsel mama mertuanya di atas nakas.
"Aku balik dulu ma. Semoga papa cepat sembuh". Ucap Ridho
"Terima kasih Ridho. Kalau boleh ajaklah Marni kesini. Papa dan mama ingin minta maaf padanya". Ucap mama mertua.
Danil hanya diam. Tidak bisa menjawab. Karena Dia tidak tahu marni sekarang ada dimana.
__ADS_1
Sudah hampir dua tahun tidak melihat istrinya itu.
Dengan galau Ridho meninggaljan ruang rawat papa mertuanya. mama mertuanya menyuruh marni datang, berarti sang mama mertua tidak tahu, kalau putrinya tidak berada di rumahnya.
Atau pura-pura tidak tahu. Akan aku selidiki. dimana kamu selama ini. Gumam ridho.
Ridho memacu mobilnya, supaya lekas sampai di kantornya. Dengan bersemangat dia membuka ponselnya. Melihat nomor kontak sang marni.
Dia mencarat ketiga nomor yang di ponsel mama mertua di beri nama marni.
Pertama kali dibuka di pesan hijau. Ternyata hanya satu yang aktif di pesan hijau. Dan itu nomor lama marni.
Dicobanya menelfon. Tapi sudah di coba beberapa kali, tidak juga terhubung. Sepertinya kedua nomor itu tidak aktif.
Bahkan nomor lamanya juga tidak aktif. Ridho semakin geram. Karena tidak satupun nomor yang bisa di hubungi. Tapi terlihat aktif beberapa hari yang lalu. Apa dia masih mrnggunakan nomor lamanya.
'Apa dia suka berganti nomor ponsel untuk menghubungi orang tuanya'. Gumam ridho.
Dia ingin tahu. Apakah marni menghilang benar-banar tidak menemui Danil. Atau pergi di sembunyikan oleh Danil.
"Tolong lacak nomor ini!". Pesan dikirimnya ke salah satu hacker temannya.
Ridho hari ini bekerja tidak tenang. Dia yang awalnya mengira marni akan pulang kerumah irang tuanya, ternyata tidak sama sekali.
Bahkan dia berfikir kalau papa mertuanya dengan senang hati melancarkan aksinya untuk menjodohkan marni dengan Danil, yang selalu di sanjungnya.
Ternyata.
__ADS_1
'Kenapa tidak waktu Marni keluar dari rumahnya dia selidiki. Paling tidak, dia tahu kalau marni tidak menemui orang tuanya, juga Danil.
.
"Sudah siap sayang?!". Tanya Danil pada istri dan putranya.
Pagi ini mereka akan berangkat kekampung Danil. Untuk menghadiri acara pernikahan adik perempuan Danil.
Mereja akan berada di bukittinggi selama dua minggu kedepan. Karena akan mengikuti semua proses dari awal acara adat pernikagan sampai selesai.
"Sudah yah". jawa Dylan.
Dia sudah siap dengan gaya bocah lima tahunan. Tidak lupa menyandang ransel kecilnya yang berisi cemilan dan minuman.
Fauziah juga sudah siap dengan ransel peelengkapan bayinya selama di perjalanan. Untuk putrinya yang berumur satu tahunan.
"Ayo berangkat!". Ucap Danil mengendong putrinya.
Fauziahbmemasangkan gendongan bayi ketubuh suaminya. Karena dari Dylan bayi, setiap bepergian selalu danil mengendong bayinya.
Mereka diantar oleh supir pribadinya kebandara. Tidak banyak bawaan mereka. Hanya dua ransel dan satu koper sedang.
Sesampai di bandara, Danil mengendong putrinya
Dylan yang dibimbing Fauziah di tangan kirinya dan tangan kanannya mengeret koper kecil, yang berjalan duluan, yang mana dua ransel kecil berada di atas koper.
Mereka akan melakukan penerbangan selama kurang dua jam kedepan.
__ADS_1
.
.