
Marni dan Ridho masih saling pandang. memasang wajah kesal.
Marni berbalik nenuju pintu mobil untuk masuk kembali kedalam mobil.
"Mau kemana?!. kita belum makan malam!". ucap ridho
Mencekal tangan marni saat akan memasuki mobil.
"Tidak selera, pulang saja!". ucap marni
berusaha membuka pintu mobil yang di tahan ridho dengan badannya.
"Kita makan dulu. baru kita pulang". bujuk ridho.
"Minggir, aku mau pulang". gertak marni.
Tiba-tiba ridho mersngkul marni kedalam pelukannya.
"Maaf!". ucap ridho memeluk erat istrinya.
Marni terisak. bukan karena ucapan ridho. tapi teringat Danil yang selalu makan siang bersama saat kuliah hampir tamat, karena sering membuat tugas akhir.
Juga saat sudah bekerja. mereka selalu makan siang bersama di cafe dan restoran dekat kantor marni.
Ridho memeluk dan mengelus punggung istrinya yang masih menangis.
"Maaf. aku minta maaf.
Sekarang kita makan ya. biar kita cepat pulang. Tidak baik bumil menangis.
Ayo!". ucap ridho menghapus air mata istrinya.
Marni mengambil tisu di tasnya, dan menghapus sendiri air matanya sendiri.
"Ayo!". Ajak ridho merangkul istrinya menuju warung sepanjang sisi jalan.
"Mau yang di tenda atau di cafe?!". tanya ridho
melihat kekiri dan kekanan jalan. dimana rasanya enak untuk makan.
"Mau ke cafe mi jepang?!. atau sate dan soto?!". tunjuk ridho.
"Abang mau apa?!". tanya marni masih membersihkan wajahnya.
__ADS_1
Agar tidak terlihat siap menangis.
"Kalau abang pengen ramen. yang di sana". ucap ridho menunjuk keseberang jalan.
"Ya. aku juga mau ramen juga!". jawab marni.
"Ok!".
"Tunggu bang! Apa wajahku nampak seperti habis menangis?!". tanya marni.
Marni menghentikan langkahnya.
"Bedak sedikit saja!". ucap ridho.
Lalu marni menambah polesan bedaknya sedikit.
lalu mereka memasuki cafe khas jepang. Dan mereka duduk di bagian dalam menghadap pintu masuk.
"Kamu mau yang mana?!". tanya ridho pada marni.
Memperlihatkan buku menu. kepada marni.
"Ini sama ini. minumannya ini!". tunjuk marni.
Pelayan restoran mencatat.
"Bang kakak. menunggu ya sebentar. kami akan memasak pesanan kakak dan abang!". ucap pelayan.
setelah pelayan pergi, Marni dan ridho hanya diam saja saat menunggu makanan.
Ridho melihat marni yang hanya diam membiarkan saja. dia tidak ingin menganggu dulu. biar diam dulu sampai makan selesai. dari pada istrinya itu tidak nafsu makan nanti.
Mereka duduk hadap-hadapan. walaupun berhadapan. marni tidak melihat kearah suaminya.
Lebih kurang sepuluh menit, makanan pesanan mereka datang.
"Marni. makan dulu, jangan lihat ke bawah terus!". ucap ridho memecah keheningan mereka.
Karena dari tadi marni hanya memainkan tangannya di perut buncitnya, mengelus pelan.
"Iya bang!" jawab marni.
Dia menarik kursinya, agar lebih dekat dengan meja, dan juga tidak terlalu rapat. agar perut buncitnya tidak menempel ke meja.
__ADS_1
Dengan pelan marni menyuap makanannya.
"Punya kamu tidak pedaskan?!. nanti perutnya sakit!". ucap ridho membuka pembicaraan.
"Tidak kok bang!". jawab marni menyuap makanannya.
"Coba punya abang!". ucap ridho.
Dia menyodorkan sendok berisi makanan kedepan mulut istrinya.
Marni melihat kearah suaminya, ridho. Ridhopun tersenyum sambil mengangguk.
Marni menerima suapan dari suaminya. Dan nengunyahnya.
"Terima kasih!". ucap marni setelah menelan makanan yang di suapi suaminya.
Ridho juga menyuapi untuk.dirinya sendiri.
Tiba-tiba.
Ridho melihat seseorang yang tidak pernah ingin bertemu. apalagi jika marni melihat. bisa rusak lagi mud ibu hamil yang ada dihadapannya.
Untung mereka duduk di arah belakang sebelah kiri marni.
Ridho langsung duduk di samping kanan marni.
"Ibu hamil harus makan yang banyak. agar bayi kita sehat". ucap ridho.
Dia mengambil sendok dari tangan marni, dan menyuapi istrinya makan.
Ridho berusaha mengalihkan istrinya untuk melihat kearah mereka duduk, sebelah kanan.
Marni sedikit heran, mengapa tiba- tiba suaminya begitu romantis, dengan menyuapinya. Sampai setengah makanan di piring marni disuapi oleh ridho.
Sementara beberapa meja di belakang marni. sepasang suami istri tidak terpengaruh dengan kelakuan ridho. yang sok mesra saat baru melihat mereka berada di cafe tersebut.
Bahkan, sedari ridho dan marni datang tadi, mereka sudah melihat kedatangannya.
Ridho berusaha mesra pada istrinya. Padahal danil dan istrinya duduk menyamping dari meja ridho dan marni. Danil dan fauziah juga tidak memperhatikannya.
Ya, yang terlihat oleh ridho adalah danil dan fauziah. tanpa sengaja ridho melihat ke arah belakang marni saat menyuapi istrinya makanan. dan terlihat langsung danil dan istrinya duduk berdampingan juga sedang makan.
.
__ADS_1
.
.