
Kebahagiaan Marni dan keluarga kecilnya berbanding terbalik dengan papanya. Walau pak pendra sudah mengikhlaskan semua. Tapi dia belum bisa menemui putrinya.
Marni memang sering menelfon sang mama, bahkan sesekali vidio call bersama ibu juga dengan anak-anaknya.
Untuk melepas rindu pada mananya. Dan juga sang nenek berbicara dengan para cucu.
Pak Pendra juga ada ikut vidio call. Tapi, dia tidak pernah mengungkit keberadaan putrinya. Tidak mau putrinya akan tersinggung lagi.
Sudah mau berbicara dengannya saja pak pendra sudah senang. Walau hanya melalui telfon.
Pak pendra mencoba berbicara santai agar putri dan menantunya mau memaafkannya.
Dan mau berkunjung membawa cucunya. Atau membolehkan untuk berkunjung.
"Jaga kesehatan kamu Marni. Juga cucu-cucu papa. Papa kangen bertemu dengan mereka.
Jika sikembar libur, ajaklah untuk berkunjung kesini". Ucap pak Pendra.
Saat ini mereka sedang saling menelfon.
"Iya pa. Inshaa allah saat liburan sekolah si kembar dan abang Ridho bisa cuti, kami akan berkunjung". Jawab marni.
Akhir-akhir ini komunikasi sudah lancar. Pak pendra sudah sering ikut berbincang saat vidio call.
.
"Hati-hati sayang". Ujar Danil pada istrinya Fauziah.
Danil membimbing istrinya yang sedang hamil muda. Mereka baru saja keluar dari ruang praktek dokter di rumah sakit keluarga yang Danil pimpin.
Ya. Fauziah saat ini sedang hamil muda. Menurut pemeriksaan baru berjalan delapan minggu.
Dan Fauziah mengalami masa hamil muda dengan mual dan muntah. Juga kurang berselera makan.
Danil sangat memperhatikan keadaan istrinya. Apalagi Seperti biasa Fauziah tidak bisa untuk jauh dari suaminya.
"Kita langsung pulang sayang?". Tanya Danil.
"Kata abang ada pekerjaan sedikit di sini. Sebaiknya abang kerjakan dulu. Sementara menunggu obat dan vitamin". Usul Fauziah.
"Apa kamu tidak apa menemani abang sebentar?". tanya Danil.
Karena memang dia pekerjaan sedikit, dan juga akan memeriksa berkas di rumah sakit ini.
"Tidak apa bang. Aku kan bisa istirahat sebentar, sebelum pulang". Jawab Fauziah.
"Ok. Ayo kita keruang kerja abang. Obat kamu biar minta tolong sama ob saja menebus". Ujar Danil.
Dan membimbing istrinya menuju ruang kerjanya. Dan menyuruh ob untuk menebus obat. Dan juga membuatkan minuman untuk istrinya.
Danil melakukan pekerjaannya dengan cepat. Biar istrinya tidak bosan menunggu.
__ADS_1
Malamnya Danil membantu memijiti kaki istrinya. Dia tahu seharian ini istrinya banyak berjalan. Tentu capek.
"Abang pijiti kakinya ya sayang". Ujar Danil memijiti ujung jari istrinya.
Mereka sedang berada di ruang keluarga, menemani buah hati mereka sedang belajar. Dan Danil juga membantu saat buah hatinya bertanya tentang pelajaran.
"Tidak capek kok bang. Aku hanya ingin ngemil saja". Jawab fauziah.
Di pangkuannya sudah ada semangkok buah potong. Fauziah hanya makan buah. Kalau makan nasi dia sering mual.
Walau kadang dia paksakan untuk makan nasi, meski sedikit. Diselingi makan buah.
Yang penting mau makan.
"Abang bantu saja Dylan belajar". Usul Fauziah.
"Sudah selesai kok. Mereka akan segera istirahat". Ujar Danil.
Menunjuk kedua buah hatinya yang sedang mengemasi buku.
Dan mereka diajak pengasuhnya untuk segera istirahat. Tidur.
Setelah kedua buah hati mereka mrmasuki kamar. Danil juga mengajak istrinya krkamar, untuk segera istirahat juga.
Tidak lupa Danil membawa sekotak buah yang sudah di potong. Karena kadang tengah malam Fauziah lapar, dan ingin ngemil buah.
Mereka langsung bersih-bersih untuk tidur. Karena tadi mereka sudah sholat isya berjamaah bersama buah hati mereka.
Membantu istrinya untuk rebahan.
Danil memeluk istrinya. Mengecup pucuk kepala istrinya, yang sudah tidak memakai jilbab.
"Sehat selalu ya sayang". Ucap Danil.
mengelus perut istrinya yang baru menonjol sedikit. Danil tiduran miring menghadap istrinya.
Fauziah menikmati pelukan dan elusan dari suaminya. Kebiasaan Danil sebelum tidur. Hingga mereka tertidur.
Tapi. Menjelang waktu subuh Danil malah beraksi.
Sentuhan-sentuhan dan ciuman kecil di titik sensitif Fauziah membuatnya melayang dan terbangun.
Ya, Semenjak hamil anak ketiga ini Danil membiasakan untuk tidur lebih awal. Fauziah sering cepat terbangun karena lapar dan morning sicknes lebih pagi.
Kadang pukul tiga terbangun dan tidak bisa lagi tidur sampai pagi.
Seperti tadi.
Fauziah terbangun kurang pukul empat pagi, kadang terbangun pukul tiga pagi. Muntah dan sedikit ngemil buah atau biskuit.
Dan Danil memanfaatkan waktu saat Fauziah rileks setelah morning sicnes dan tidak tidur lagi.
__ADS_1
Kecuali jika Fauziah yang minta di keloni menjelang tidur. Hormon ibu hamil yang bisa kapan saja libidonya naik.
"Abangh... Shhh". Erang Fauziah.
Saat danil mulai beraksi dan ...
Danil bergerak lembut dan pelan saat mengungkung istrinya. Memberi kenyamanan dan kenikmatan pada istrinya.
Kehamilan Fauziah tidak menyurutkan aksi mereka dalam olah raga ranjang. Hanya Danil lebih hati-hati saat bergerak.
"Bilang kalau tidak nyaman ya sayang". Ujar danil.
Pinggul Danil bergerak pelan dan pasti menghujami inti fauziah dengan pusakanya.
Fauzuah menerima hentakan seirama kedalam tubuhnya. Menikmati sentuhan yang di berikan suaminya.
"Ah... Ah... Baik bang. Aku nyaman kok". Ujar Fauziah.
ITidak terlalu banyak gaya olah raga ranjang yang Danil gunakan saat hamil muda istrinya.
Cukup berada diatas tanpa menindih tubuh istrinya. Tapi cukup bisa membuat mereka berdua mengerang nikmat di dini hari yang sunyi.
Danil tidak membiarkan istrinya kelelahan bergerak mencsri kepuasan. Cukup dia saja yang...
Hingga.. Puncak kenikmatan sama-sama mereka gapai. Dengan ******* panjang secara bersamaan mereka dapatkan.
"Terima kasih sayang. Istirahatlah sebentar". Ujar danil menutupi tiubuh polos mereka.
Fauziah Tersenyum mengangguk. Bagaimana tidak. Danil sangat memanjakan dan selalu membantu untuk mandi dan bersih-bersih setiap selesai olah raga ranjang.
Bukan hanya saat hamil sekarang. Tapi semenjak dulu. dari awal mereka menikah, Danil selalu membantu memandikannya.
Tidak hanya setelah olah raga ranjang. Tapi tiap hari dan tiap mau mandi.
Setelah istirahat sejenak. Dan Fauziah seperti merasakan mual, Danil membopong tubuh istrinya kekamar mandi.
Mereka berendam air hangat sebentar sambil saling menyabuni dan saling mengosok tubuh.
Sampai selesai berpakaian Danil membantu Fauziah dengan telaten. Fauziahpun menerima dengan senyum terus di bibirnya.
Lalu mereka melaksanakan sholat sunat, sholat malam dan mengaji bersama. Karena Azan subuh masih beberapa menit lagi.
Ibadah pagi yang selalu mereka laksanakan berdua. Menjelang keluar dari kamar.
Mereka sedari dulu sudah terbiasa bangun pukul empat subuh, dan itu sudah rutinitas yang mereka nikmati dan laksanakan.
Makanya tubuh dan hati mereka selalu sehat bahagia sepanjang hati.
Bangun tidur di pagi hari dengan Olah raga ranjang, mandi dan beribadah bersama membuat energi positif yang mereka salurkan bersama juga.
.
__ADS_1
.