
"Kakek!!".
Sambut baby Dylan berlari menuju kakek dan neneknya di terminal kedatangan dalam negri.
"Cucu nenek!!". sambut sang nenek memeluk cucunya.
Danil dan fauziah berjalan mendekati orang tua Danil. dan menyalaminya.
Mereka bercengkrama sebentar. sementara sang porter bandara memasukan bawaan orang tua danil kedalam mobil mereka yang berada di parkiran. Dibantu supir Danil.
"Ayo!". ajak Danil.
"Sebaiknya sholat magrib dulu bang. hampir azan!". usul Fauziah.
"ok!". ucap danil setelah melihat jam dipergelangan tangannya.
Dan mereka sholat magrib di musholla bandara.
Mobil yang membawa danil dan keluarganya meninggalkan bandara untuk menuju pulang kerumah.
"Bagaimana kalau kita makan malam dulu yah, bu!". ucap danil.
"Hm.. boleh, tapi ibu bawa rendang dan gulai itiak lado mudo. Juga ada sambal tanak!". ucap ibu.
"Wah. makan dirumah saja bu!. Jadi ngeler aku. hmm!.
Kamu belum lapar kan sayang?". tanya Danil pada istrinya.
Terbayang masakan padang yang sangat enak.
"Belum bang!". jawab Fauziah.
"Makan cemilan saja dulu. ibu bawa sanjai, gelamai juga lamang bungkus daun.
Bisa buat menahan lapar!". ucap ibu.
Perjalanan kerumah danil dari bandara lebih satu jam. Tadi saja dari kantornya danil berangkat pukul empat dan sampai bandara hampir pukul enam. itpun lewat tol.
Apalagi selepas magrib begini, pasti banyak macet. karena keluar tol nanti masih melewati jalan utama dan persimpangan menuju perumahan tempat tinggal Danil.
"Boleh bu. pasti ibu banyak lagi bawa cemilan khas kampung!". ucap danil.
__ADS_1
"Banyak. ibu tahu, kamu kangen makan dari kampung. makanya ibu membawa macam-macam makanan.
Ini lamang dan lapek ibu pesan khusus dibuat tadi siang, menjelang ibu berangkat!". ucap ibu membuka kotaknya.
"Enak ini. kesukaanku. lamang isi kelapa dan lapek bugis!". ucap Danil mengambilnya.
Fauziahpun ikut mengambilnya. Memakan satu buah lamang, katanya bisa penganjal perut.
"Ini bukan penganjal lapar lagi namanya bu!. kalau sudah tiga habis. hehe...".ucap Fauziah tersenyum.
karena memang dia lapar. maka habis juga tiga.
"Tidak apa, kita juga sampai di rumah mungkin hampir pukul sembilan!. sudah telat untuk makan malam". ucap ibu.
"Kenapa ibu dan ayah berangkat sore tadi. biasa sore sudah sampai di sini!". tanya danil maaih memakan cemilan yang di bawa ibu.
"Tadi siang ibu dan ayah ke tempat adangmu dulu. acara tunangan anaknya. makanya berangkat siap ashar.
Laguan ayah rapat dengan kliennya besok pagi!". jelas ibu.
"Oo..!". Danil paham.
Hari biasa ayah dan ibu di jemput sopir saja. Danil mengajak anak dan istrinya menjemput orang tuanya. karena mereka mau jalan keluar dan ingin menginap di rumah mereka yang ada di perumahan.
Di jok tengah Danil dan fauziah.
Mobil yang membawa danil dan keluarganya sampai di rumahnya yang berada di perumahan pukul sembilan kurang.
Pintu gerbang sudah dibuka satpam. Walaupun rumah hanya di tinggali danil saat akhir pekan dan jika ayah dan ibu datang. tapi rumah tetap rapi dan terjaga.
Rumah di jaga seorang satpam dan seorang tukang bersih-bersih.
.
Semenjak melahirkan, marni tinggal dengan mertuanya. Semua keperluan dia dan bayi kembarnya sudah dipenuhi oleh mertua dan suaminya.
Marni hanya cukup menyusui bayinya saja. selebihnya akan di kerjakan oleh baby sitter.
Marni ingin sekali mengasuh bayinya. memandikan dan tidur bersama bayinya. bahkan dia ingin memeluknya selain menyusui.
Tapi. Marni hanya bisa memeluk bayi kembarnya hanya saat menyusui saja. itupun langsung diambil baby sitter saat bayinya tertidur setelah disusui.
__ADS_1
"Bang. aku ingin bayi kita tidur dikamar kita. aku ingin jadi ibu seperti umumnya!". ucap Marni pada suaminya saat menjelang tidur.
"Kamu cukup menemani aku. bayi kita serahkan saja pada mama dan mbak. pasti mereka bisa menjaga Willy dan Billy!". ucap Ridho memeluk istrinya.
"Tapi umur mereka belum sebulan bang!". keluh marni.
"Tidak apa-apa. aku sangat butuh kamu saat tidur.
kamu tahukan?. satu tahun ini aku berjuang untuk menghilangkan penyakit menyimpangku. Aku berusaha melawan nafsuku yang ingin menjamah tubuh laki- kaki.
Rasanya tubuhku bisa gila jika tidak melakukannya. makanya saat akan tidur aku ingin ditemani kamu. agar tubuhku biasa dengan tubuh wanita.
Hingga aku sembuh total. dan penyakit menyimpangku sembuh dengan sendirinya!". jelas Ridho.
Marni tahu, semenjak dia hamil si kembar, suaminya memang sering tidur memeluknya, bahkan minta dilayani terus.
Dan marni tahu dari cerita suami nya itu, kalau dia tidak pernah lagi main pedang-pedangan. dan lebih banyak mendatangi istrinya yang sedang hamil. Dan bersikap lembut saat mendatangi.
Saat ini umur bayi kembarnya hampir satu bulan, tapi belum pernah tidur memeluk bayi kembarnya.
"Aku masih masa nifas bang. tapi abang selalu minta aku bermain dengan itu abang.
Aku takut abang kebablasan. Dosa!". ucap Marni.
"Aku tahu. makanya aku hanya memeluk kamu saat tidur.
Tapi selepas masa nifas kamu, abang ingin kamu mau menerima keganasan abang lagi.
abang sedang masa penyembuhan!". ucap ridho.
Setiap malam dia mengeloni suaminya. walau hanya pegang dan kecup.
"Bukan masa oenyembuhan namanya bang!. tapi mesum!". ucap marni.
"Salah satunya itu. aku ingin membiasakan diri, dan melupakan yang lalu!". ucap ridho.
Marni menerima perubahan suaminya. karena saat dia di ketahui hamil. suaminya sudah bilang untuk memulai hidup berumah tangga secara normal.
Seperti pasangan Suami istri umumnya. Meningalkan kebiasaan dan penyakit menyimpangnya.
.
__ADS_1
.