
Danil dan Fauziah yang kemaren sore baru sampai di bukittinggi langsung istirahat. takut istrinya yang hamil besar kelelahan.
karena mereka sudah seharian di perjalanan dan nampir untuk wisata alam dan wisata kiliner. maka Danil saja yang pergi menjemput paket mereka ke pull bus antar provinsi, menjelang magrib. Tempatnya tidak jauh dari rumah orang tuanya.
Orang tua Danil sangat senang di kunjungi anak sulungnya dan istrinya. Walaupun mereka sering bertemu saat datang ke jakarta untuk urusan pekerjaan.
Tapi di kunjungi sangat beda rasanya. apalagi membawa menantu yang sedang hamil besar.
"Apa ayah sudah bilang sama kamu Niel?!". tanya ibu.
Saat ini mereka sedang makan malam bersama di meja makan. Ada adik perempuan danil yang masih sma.
Adik danil yang berdua lagi sedang kuliah di luar provinsi.
"Belum bu, tentang apa?!". tanya danil melihat ibu dan ayahnya.
Danil memang belum bertemu ayahnya tadi, karena sesampai di rumah tadi dan bersih-bersih. langsung pergi ke pull bus antar provinsi. dan baru bertemu saat makan malam ini.
"Nenek kalian ingin mengadakan acara tujuh bulan kehamilan istri kamu!". ucap ayah.
"Iya, ibu bilang kalian akan berkunjung untuk liburan ke sini. Nenek yang mengusulkan untuk acara tujuh bulan kehamilan Fauziah!". jelas ibu.
"Apa tidak melelahkan nanti untuk fauziah bu?!". tanya danil melihat istrinya.
"Lah. kan cuma mengundang kerabat dan tetangga untuk makan. Fauziah hanya duduk menerima ucapan selamat dari yang datang!". ucap ibu.
"Ooo.. aku kira ada acara jalan atau sejenis siraman". jawab danil.
__ADS_1
"Tidak. hanya makan. istilahnya mengantar pengidaman atau mengantar asam. dan naka bersama!". jelas ibu.
Danil dan fauziah mengangguk mengerti.
"Kapan acaranya bu?!". tanya danil.
"Besok. selepas Zuhur. semua akan datang kemari untuk makan siang!". ucap ibu.
"Tentu ibu repot memasak". ucap fauziah.
"Ibu tidak memasak. semua sudah di sediakan nenek. etek dan adang yang bantu. besok mereka kesini membawa yang sudah jadi saja.
Besok kita makan siang bersama setelah zuhur. jadi kalian boleh jalan pagi dulu. tapi kalian harus di rumah pukul sepuluh pagi, agar fauziah bisa istirahat, sebelum acara". jelas ibu Danil.
"Baik bu. aku cuma hanya ingin jalan pagi ke jam gadang. itu kalau fauziah ridak capek!". jawab danil.
"Baik bu!". ucap Danil.
Mereka melanjutkan makan malam sambil berbincang santai. Bahkan setelah makan malam mereka lanjut berbincang santai di ruang keluarga.
Hingga pukul sembilan malam. danil mengajak istrinya untuk istirahat kekamarnya.
Kamar danil berada di lantai dua. sama dengan saudara danil yang lain. karena orang tua membuat kan kamar tiap anaknya, agar jika mereka menginap sudah punya tempat untuk menginap.
Kamar mereka sudah tersedia dari mereka sd dulu. dan sampai sekarang tetap mereka tempati.
Meskipun mereka tidak di rumah, dan berada di luar kota. kamar mereka selalu di bersihkan, dan tidak ada yang boleh mengisinya.
__ADS_1
Karena kamar di lantai dua khusus untuk anak-anak, Danil bersaudara. dan kamar lantai satu untuk orang tua dan juga ada beberapa kamar tamu.
"Sini abang pijiti kakinya!". ucap danil saat mereka dudah rebahan di kasur.
"Tidak usah bang, abang juga capek. istirahat saja". tolak Fauziah.
"Sebentar ssja!". ucap danil memijit kaki istrinya, yang tidur miring.
Karena bumil tidak bisa tidur telentang.
Hanya sebentar danil memijit. hanya untuk merilekskan kaki istrinya saja.
lalu mereka beristirahat, agar besok hari tubuh fit. karena jadwal mereka sudah ada dari pagi..
.
Seperti biasa, marni hanya diam di apartemen sendirian. karena suaminya ridho yang katanya keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaan.
Yang ternyata, pergi dengan roby teman g..nya ke villa.
Marni sebenarnya tahu, jika suaminya pergi dengan teman g.. nya itu. tapi dia tidak mau bertanya. nanti akan menjadi masalah.
Dia saat ini fokus dengan kehamilannya yang sudah memasuki lima bulan. menyimpan rahasia besar. agar anak dalam kandungannya aman sampai lahiran nanti.
.
.
__ADS_1
.