
Pagi sekali mario sudah datang kekantor. selesai subuh tadi dia menelfon Danil ke ponsel Fauziah. mengatakan tentang berita semalam. Dan mengatakan kalau pak Tarmizi akan datang ke kantor.
Pukul setengah tujuh Mario sudah berada di ruangannya. Dia menerina telfon dari salah satu tim itnya.
Tim it itu mengabarkan kalau marni dan keluarganya akan mengadakan konferensi pers resmi perihal semalam.
Pengakuan kalau anak dan menantu mereka telah diganggu mantan pacarnya. Mereka tidak terima. mereka akan mengungkap siapa mantan yang menganggu anaknya saat konfrensi pers nanti.
"Bos. apa yang akan kita lakukan sama seperti rencana semalam?!". tanya timnya dari seberang sana.
"Sepertinya akan cukup menarik jika kita menelfon saat live. pasti akan menjadi berita besar untuk keluarga terpandang seperti mereka". jawab mario sambil tersenyum.
"Baik bos. kami akan berada di sana saat mereka konfrensi pers Nanti akan dikabarkan pukul berapa mereka live".
"Ok.. tetap ikuti permainan mereka".
Mario merasa rencananya akan berhasil. untuk membungkam marni dan keluarganya.
Tidak berapa lama pak tarmizi sudah datang. Satpam perusahaan terkejut dengan kedatangan bos lama mereka datang. sementara jam belum menunjukan pukul tujuh.
"Selamat pagi pak, silahkan". ucap satpan perusahaan membukakan pintu mobil.
"Terima kasih". ucap pak tarmizi.
Pak tarmizi suka berintegrasi dengan semua karyawannya. Bahkan pak tarmizi tidak segan untuk ikut makan siang dikantin karyawan saat nasih memimpin di perusahaan ini.
Sebagai bos, pak tarmizi disegani oleh semua karyawannya.
"Apa mario sudah datang?!". tanya beliau.
"Sudah pak, pak mario datang pagi juga tadi". jawab satpam.
"Hhmm. terimakasih. saya mau menemuinya dulu. untuk hari ini tidak menerima tamu untuk pimpinan perusahaan.
kalau ada yang datang. buat janji tiga hari lagi". pesan lak tarmizi.
"Baik pak". ucap satpam mengiringi bosnya menuju ke lif khusus dan menekan tombolnya.
"Silahkan pak". ucap satpam saat lif terbuka.
Mario yang sudah dapat kabar dari satpam kalau pak tarmizi sudah datang, langsung menuju ruang pimpiban kelantai atas sekali.
Mario menunggu pak tarmizi di depan lift.
"Selamat datang pak". sambut mario pada atasan nya dulu.
"Apa danil sudah datang?!". tanya pak tarmizi.
__ADS_1
"Masih dirumahnya kayaknya pak". tunjuk mario kearah kanan lift. Arah tempat tinggal Danil.
"Sangat bermanfaat juga ternyata dia membuat seperti apartemen. luarnya seperti di teras rumah. lorongnya nyaman. pantas dia betah tinggal disini". ucap pak tarmizi melihat kearah tempat tinggal danil.
Bagaimana tidak. lorong yang tidak begitu lebar. dihiasi oleh Fauziah dengan beberapa pot bunga. sampai ujung lorong.
Dinding pun di beri figura yang ada foto bunga mekar berwarna-warni.
"Apa kita pangil saja Danil pak?!". tanya mario.
"Kita tunggu di ruagannya saja". ajak pak tarmizi, berjalan kearah ruangan kerja danil.
Mario mengiringi pak tarmizi menuju ruangan danil.
"Eh.. sudah disini kamu. om kira masih tidur. Secara kantornya hanya berapa langkah". ucap pak tarmizi.
"Hehe.. nanti siang bisa tidur lagi kok". ucap danil bangkit dari duduk di kursi kebesarannya menyalami omnya itu. dan nereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Betah kamu tinggal di kantor danil?!. hingga kamu pulang kerumah untuk liburan akhir pekan saja". ucap Om tarmizi.
"Betah om. apalagi Fauziah sedang hamil, dan aku bisa selalu ada dekat dengan dia". jawab Danil.
"Bagaimana tidak pak. tempat tinggalnya melebihi mewahnya aparteman.
Ditambah dapat istri solehah. pasti maunya danil dekat terus". ucap Mario. karena dia sering melihat kemesraan Danil dan Fauziah.
"Om senang kamu bahagia. kalau bisa jangan terpengaruh berita diluar sana. Tidak baik untuk istrimu yang sedang hamil. Jaga perasaan dia.
Hhfff... Pasti kalian tahu maksud kedatangan om kesini. om hanya ingin berita kemaren tidak ada berpengaruh ke perusahaan. Om ingin masalah ini cepat selesai.
Apa sudah ada rencana kalian untuk menyelasaikan ini?!". ucap om tarmizi.
"Begini pak...... ....". mario menceritakan rencana yang akan dia bicarakan semalam dengan tim it nya.
Dan ternyata kaluarga marni dan mertuanya akan mengadakan konfrensi pers untuk membela anaknya yang katanya korban.
Mario juga memberitahu langkah yang akan mereka lakukan saat acara live nanti.
Danil yang tadi subuh ditelfon mario sangat kesal dengan ucapan marni. Dia sudah menonton rekaman live yang semalam bersama istrinya.
Karena saat mario menelfon tadi sudah mengatakan rencana selanjutnya, danil dan fauziah jadi agak tenang.
Danil dan fauziah juga punya rencana untuk membungkam marni selain dengan rekaman suara yang ada.
"Bagus. sebaiknya memang harus langsung pukul telak mulut mereka. jangan sampai menginjak harga diri kita lagi". ucap om tarmzi.
"Iya pak. semua sudah saya dan tim siapkan. menunggu waktu eksekusi saja". jawab mario.
__ADS_1
"Baik. kita tunggu saat live mereka. om mendukung kalian. dan akan menonton nanti.
Kalian kabarkan saja saat mereka akan konfrensi pers.
Om balik ke perusahaan dulu". ucap om tarmizi bersiap untuk berdiri.
"Tunggu om. kita sarapan dulu di tempatku. Tadi Fauziah sudah menyiapkan semua". ucap danil.
"Kamu merepotkan istrimu?!. menyuruh masak?!". tanya om tarmizi.
"Bukan menyuruhnya om. tadi saat mario bilang om akan kemari, dia bilang akan memasak untuk sarapan kita.
Zizi rencananya mengantarkan keruangan kantor. Tapi aku ingin kita makan di rumahku saja. makanya aku tidak menyuruh pak yan menyiapkan minum". jelas Danil.
"Payah kamu Niel. kenapa tidak langsung bicara di rumahmu saja tadi!. kan kami sudah haus dari tadi. iya kan mario??". ucap om Tarmizi.
"Iya nih. kering kerongkonganku!". ucap danil membenarkan ucapan mario.
"Iya lah kalau begitu. Ayo, pasti Zizi sudah menyiapkan semua. tadi saat aku berangkat, Zizi sedang menata di meja". ucap Danil berdiri dari duduknya.
"Ayo!". ucap Om tarmizi dan Mario.
Mereka berjalan ke tempat tinggal danil, yang banya beberapa langkah.
Ternyata benar, Fauziah sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Banyak menu masakan yang fauziah buat.
Selain nasi goreng lengkap, ada juga bubur kacang hijau dan roti.
Mereka sarapan berempat, sambil membicarakan rencana tadi.
"Fauziah, om harap kamu jangan terpengaruh berita itu ya. jaga kesahatan kamu dan kandunganmu". pesan om tarmizi.
"Iya om, aku tahu berita itu hanya untuk menjatuhkan bang Niel. aku tidak terpengaruh kok om. karena saat foto itu diambil, aku juga ada disana.
Bahkan aku juga mendengar sedikit pembicaraan mereka". ucap fauziah.
"Baguslah kamu tidak terpengaruh. om harap kalian tidak terbawa emosi saat menghadapi orang yang ingin memecah belah kalian". pesan om tarmizi.
"Baik om". jawab fauziah dan danil.
"Om mau berangkat ke perusahaan om dulu. nanti kabari om saat kalian mau menelfon. vc saja". ucap om tarmizi berdiri setelah selesai sarapan.
"Baik..". ucap mario dan danil.
.
.
__ADS_1