
Awal Danil menikah dengan Fauziah. Waktu itu mereka lebih banyak diam. Mereka memang beberapa bulan belakangan bertemu.
Saat Mario mengajak Danil mengunjungi tempat mengajar Fauziah. Tapi mereka tidak ada berintegrasi. cuma pernah dikenalkan mario waktu itu.
Setelah itu mereka hanya diam dan nendengar saja. apalagi Fauziah yang biasa cerewet, saat berada dekat danil jadi pendiam.
Tapi saat mario berbicara atau bertanya, Fauziah bersemangat menjawab dan menjelaskannya.
"Sudah sampai pak". ucap Supir perusahaan membuyarkan lamunan danil.
"Terimakasih". jawab danil keluar dari pintu mobil yang sudah dibukakan satpam.
Mario mengiringi danil sambil membawa berkas pekerjaan.
"Pak, sebentar lagi istri pak Danil datang. langsung disuruh keruangan pak Danil saja ya". ucap mario berpesan pada satpam kantor.
"Baik pak". jawab satpam itu.
Danil dan Mario menaiki lift khusus kelantai tertinggi. lantai delapan. dimana dilantai itu hanya ada ruangan Danil. dan beberapa ruangan privatnya.
Dan lif ini saja yang sampai ke lantai delapan. karena tidak ada pintu di lantai lain. Pintu lift hanya di lantai dasar dan lantai delapan saja.
Lift khusus ini mengadap jalan depan. karena berdinding kaca. selama berada di dalam lift ini, tidak akan merasa terkurung selama menuju lantai atas.
lokasi liftnya pun terpisah. dan harus pakai kartu akses untuk membukanya. Dan khusus untuk istri pimpinan, akan mengunakan sidik jari saja.
lift khusus untuk pimpinan berada di arah samping meja front office. Karena berada di bagian depan.
Dua lift lain berada di lobby kantor, Bagian tengah. karena menghubungkan semua lantai.
Sementara ruangan Mario dan ruangan sekretaris berada di lantai tujuh. sama dengan ruangan rapat.
Dan lift menuju ruangan pimpinan perusahaan dari lantai tujuh kelantai delapan berada di dalam ruangan sekretaris yang luas dan berdinding kaca buram. Hingga tidak ada yang bisa menuju ruangan pimpinan sebelum sekretaris membukakan akses.
Hanya Mario dan Gita yang punya kartu akses masuk keatas.
Tidak lama setelah Danil dan mario sampai. datanglah fauziah, istri danil di depan pintu loby
Satpam yang sudah hafal dengan mobil istri pimpinan, membukakan pintu mobil. dan membawakan tentengan istri bosnya itu. yang dia tahu makan siang.
karena istri pimpinan sering datang membawa makan siang.
Fauziah yang istri Danil sebagai pimpinan perusahaan. Bisa masuk lift khusus dengan menempelkan telunjuk saja. Karena sudah di beri akses khusus.
__ADS_1
Satpan hanya meletakan bawaan istri pimpinan di dalam lift. tidak akan ikut masuk.
"Terima kasih pak". ucap Fauziah pada satpam tadi.
"Sama-sama bu. sudah tugas saya". jawabnya.
Fauziah tidaklah sombong. dia memang sering menyapa karyawan suaminya saat berpasan. hingga semua karyawan disini banyak yang mengenalnya.
Bahkan kalau dia datang saat suaminya sedang tidak ada di tempat, sedang keluar untuk rapat, dia akan duduk di meja resepsionis untuk berbincang- bincang. sampai suaminya datang.
Danil tidak melarang. karena dia juga senang berbicara santai dengan karyawannya.
Dia juga sering berbincang dengan OG yang sedang bekerja bila dia jalan di loby.
"Assalamualaikum bang". ucap Fauziah mengetuk pintu ruangan suaminya.
"Waalaikumussalam. Sayang.. masuk saja". ucap Danil.
Danil menyambut istrinya datang dengan senyum yang merekah. karena dia sebenarnya juga kangen dengan istrinya.
Dia berdiri menyambut istrinya yang berjalan kearahnya. setelah meletakan tentengan tadi di atas meja.
"Abang.. kangen". ucap istrinya masuk kedalam pelukan danil.
"Sama sayang, abang juga kangen". ucap danil mengecup kepala istrinya yang terbungkus jilbab.
Fauziah mengeleng. karena dia malas untuk makan. Semenjak dia hamil sebulan yang lalu, setiap makan Fauziah selalu ingin di suapi suaminya.
"Ayo abang suapi, kamu bawa bekalkan?!". Danil membimbing istrinya ke sofa ruangannya.
Fauziah mengikut saja, karena dia ingin disuapi suaminya.
Danil membuka kotak bawaan istrinya tadi. Dan mulai menyuapi istrinya yang manja. Dan fauziah makan dengan lahap.
Selesai makan danil memberikan minum buat istri kecilnya itu. Umur Fauziah baru sembilan belas tahun, karena baru lulus sma. sementara Danil sudah duapuluh delapan tahun.
"Anak ayah harus sehat ya". ucap Danil mengelus perut istrinya yang masih rata. karena kehamilan istrinya baru lima minggu.
"Kamu istirahat dulu ya. abang mau menyelesaikan pekerjaan abang". ucap danil mencium kening istrinya.
Fauziah mengangguk saja.
"Kalau mau tidur masuk saja ke kamar". ucap Danil.
__ADS_1
Ya. di ruangan danil ada kamar untuk istirahat.
Bahkan dilantai ini ada kamar mewah seperti layaknya apartemen. Danil membuatnya, saat dia baru diangkat jadi pimpinan.
karena dia sering lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. dan malas untuk pulang ke rumah.
Dan saat masih jadi penganten baru danil sering mengajak istrinya menginap disini. Karena ingin lebih dekat.
Karena istrinya sering menjaga jarak darinya. Katanya Danil itu dingin dan tidak mudah diajak bicara.
Danil pov.
Aku sangat sakit hati dengan orang tua marni. Padahal hubunganku sudah lama, bahkan sudah hampir berbuat dosa.
Demi menjaga nama keluarga dan suku asalku. aku melepaskan marni. mungkin memag marni tidak jodohku.
Selama beberapa bulan aku menyibukan diri dalam pekerjaan. aku sering membantu pekerjaan teman yang lain hingga selesai.
Juga ikut lembur saat bagian divisiku bekerja lembur untuk menyelesaikan pembukuan.
Hingga aku diajak mario untuk ikut badan amal perusahaan, kesebuah taman pendidikan Alqur'an pinggiran kota.
Aku sebenarnya malas untuk ikut, apalagi setiap aku datang. mario selalu menceritakan tentang anak pemilik tpa ini yang baru lulus sma. Fauziah namanya.
Aku tidak tertarik, selain umurnya masih kecil, aku sedang malas untuk berpacaran.
Memang aku sudah putus dengan pacarku sudah lebih enam bulan.
Bukan belum move on. cuma belum mau menjaga jodoh orang.
Tapi mario tidak patah arang, dia malah menjodohkan ku dengan fauziah. Fauziah kulihat nyaman berbicara dengan mario. tapi bila ada aku, dia agak menjaga jarak dariku.
Apa dia menyukai mario?. pikirku. Tapi pikiranku meleset. dia malah kenal dengan istri dan anak mario. Dia sangat senang jika mario datang membawa anaknya.
Saat peresmian aku menjadi pimpinan perusahaan dia dan irang tuanya datang bersana dengan om tarmizi.
Om yang selama ini menjalankan perusahaan ini. Aku tahu, ayahnya adalah teman om tarmizi.
Dan saat akan membeli buku untuk isi perpuustakaan, aku ditodong mario untuk menjalin hubungan dengan fauziah.
Aku jawab saja tidak ingin punya pacar. ingin punya ustri saja.
Eh mario bilang pada ayahnya kalau aku ingin meminang fauziah untuk menjadi istriku.
__ADS_1
Dan.... Kami menikah setelah aku ditinggal nikah marni hampir satu setengah tahun. Dan tiga bulan setelah aku memimpin perusahaan.
Danil pov end.