
Mario yang mendapat telfon dari salah satu anak buahnya, cepat dia memasang headsetnya.
Dia duduk di kursi kebesarannya. untuk mendengar pembicaraan anak buahnya yang barusan menghubunginya.
"Maaf mbak. Atas kecerobohan saya tadi. Kenalkan namaku Syafitri, panggil saja fitri". ucap wanita pengemudi di belakang saat baru mendekat ke wanita pengemudi di depan.
"Marni". jawabnya masih kesal.
Marni??.
Teryata marni yang datang keperusahaan danil.
"Kamu coba lihat kerusakan mobilku akibat kecerobohan kamu!!". ucap marni mendahului menuju bagian belakang mobilnya.
Fitri pun mengikuti kebagian belakang mobil marni. yang tadi fitri tabrak.
"Alhamdulillah mbak. hanya peot bempernya. tidak terlalu parah". ucap fitri.
"Iya. tapi butuh biaya untuk ke bengkel!". jawab marni tidak bersahabat.
"Iya, biar saya tanggung jawab biaya bengkelnya. Mbak bawa saja kebengkel mana. nanti saya datangi bengkelnya". jawab Fitri, seolah tidak keberatan untuk membayar biaya bengkel mobil marni.
"Baik. setelah urusanku selesai di kantor ini. kita sama-sama ke bengkel". jawab marni.
"baik". ucap Fitri. "Ohya, teman mbak kerja disini. dibagian apa?!. dan siapa namanya?!". Sambungnya.
"Namanya Danil. Dua tahun yang lalu dia bekerja di bagian staf keuangan. Entahkah sekarang. aku tidak tahu.
Karena sudah lebih dua tahun tidak berkomonikasi. Apa masih bekerja disini atau sudah pindah.
Semoga saja masih disini". ucap marni.
"Semoga mbak". jawab fitri. "Sebentar mbak. kita minum dulu. aku haus. Tadi kaget saat menabrak bagian belakang mobil mbak
Aku ambil di mobil dulu". basa-basi Fitri sambil menuju pintu mobilnya, yang berada di samping mobil marni.
Sebenarnya yang terjadi pada Fitri adalah.
Dia mendapat perintah dari mario. Kalau dia menahan marni sebentar. karena akan membrifing Resepsionis depan. untuk menghadapi Marni yang sebentar lagi pasti akan menuju bagian resepsionis. untuk bertanya tentang Danil.
"Aku juga bawa minuman kok". Marnipun membuka pintu mobilnya untuk mengambil minumannya.
Fitri duduk di jok depan samping pengemudi. dengan membuka pintu mobilnya. Sambil minum santai.
Sementara Marni duduk di jok belakang mobilnya yang bergeser. karena mobil mewah marni memakai pintu geser untuk membukanya.
"Mbak ada perlu apa ke perusahaan ini?!". tanya marni basa basi bertanya, sambil minum.
"Mau mengantar surat lamaran mbak. Aku baca di sosmed, kalau di perusahaan ini ada lowongan.
Makanya aku mendatangi perusahaan ini untuk melamar pekerjaan". jawab Fitri.
__ADS_1
"Hah, baru mau bekerja. Terus bagaimana kamu mau membayar bengkel untuk kerusakan mobilku?!". tanya marni heran.
"Ya... minta orang tua mbak". jawab Fitri nyengir.
Hhfff..
Marni melihat kearah fitri yang masih nyengir memandang Marni.
"Hhmm .. kamu tidak usah bayar. biar aku perbaiki sendiri. Tidak baik membebani orang tua atas kecerobohanmu!". ucap marni.
"Apa tidak apa-apa kalau aku tidak bertanggung jawab membayar bengkelnya mbak??". tanya marni.
"Tidak udah di fikirkan. aku yang akan memperbaikinya sendiri". tegas marni.
"Terima kasih mbak. maaf, merepotkan mbak jadinya". ucap fitri basa basi.
"Tidak masalah". jawab marni.
"Berapa umurmu?! lulusan dimana??". tanya marni.
"Umurku dua puluh empat. Aku lulusan universitas ******, jurusan manajemen
Aku lulus dua tahun yang lalu. kemaren-kemaren aku bekerja sebagai sales kosmetik. dan berdiri sebuah supermarket ternama menjaga stan kosmetik.
Beberapa hari yang lalu aku dapat info dari teman, kalau perusahaan ini ada lowongan. makanya aku datang untuk mengantar lamaran kerja langsung. mana tahu rezeki ku bisa ikut bekerja disini". jawab fitri panjang.
'Beres'. bisikan ditelingga Fitri.
Dan.... terimakasih atas kemurahan hati mbak untuk meringankan pengeluaranku atas kecerobohan yang aku lakukan". ucap Fitri. bersiap untuk berdiri.
"Tidak apa". jawab marni.
Mereka berdua bersiap untuk menuju loby. Menutup dan mengunci pintu mobil.
"Fitri... kaca lampu mobil kamu pecah!!".ucap marni saat mereka melewati depan mobil fitri.
Karena lift berada di bagian depan mobil mereka parkir.
"Ya... bagaimana lagi mbak. kecerbohanku. untung saja mbak baik. tidak minta ganti ongkos bengkel.
Ya.. jadi aku hanya ganti lampu mobil saja. semoga ayahku tidak tahu kalau aku menganti lampu mobilnya". ucap fitri mengaruk kepala.
"Kamu. lain kali hati-hati dalam mengemudi". petuah marni.
"Hehe.. terimakasih mbak". jawab fitri nyengir.
"Mbak. aku mau titip surat lamaran boleh?!". ucap Fitri saat berada di meja resepsionis.
"Boleh dek. Nanti akan kami antar ke hrd. Adek tunggu pangilan saja nanti ya". ucap mbak resepsionis ramah.
"Baik mbak. terimakasih". ucap fitri.
__ADS_1
Marni juga berdiri berdua dengan fitri dekat meja repsesionis.
"Kalau mbaknya ada yang bisa saya bantu?!". ucap resepsionis itu setelah meletakan berkas fitri.
"Hmm begini mbak. Saya mencari teman saya. Dua tahun yang lalu dia bekerja disini. namanya Danil.
Apakah saya bisa bertemu dengan danil?!". tanya marni.
"Danil??. maaf mbak, setahu saya tidak ada karyawan sini yang bernama Danil.
Entah sebelum saya bekerja disini. sebab saya baru satu tahun lebih bekerja disini. Dan selama Setahun ini tidak ada yang bernama Danil.
Maaf ya mbak". ucap resepsionis wanita itu sopan.
Fitri hanya senyum dikulum, saat suara di telingganya berbicara.
'Bilang saja apa mungkin sudah pindah. atau bisa jadi sudah pulang kampung. aku tidak ingin danil bertemu dengan dia dulu. kita buat dia dan keluarganya malu dulu'.
"Hmmm mbak, apa mungkin teman mbak sudah pindah bekerja. Secara sudah dua tahun. kita kan tidak tahu perkembangan karir seseorang. bisa maju atau mundur.
Atau... bisa jadi sudah pulang kampung, karena tidak tahan hidup dikota karena pegawai biasa". ucap Fitri memprovikasi.
"Tidak Fitri. dua hari yang lalu aku bertemu dia di taman*****. Dan dua bulan yang lalu juga pernah bertemu. sepertinya dia masih bekerja di kota ini!". ucap marni sedih. Lemes.
"Ooo... taman ***** kan daerah utara mbak. jauh dari daerah sini. Bisa jadi sudah pindah kerja atau punya usaha di daerah sana mbak. mungkin saja kan?". tambah Fitri.
"Hhmmm...bisa saja sih iya.
apa tidak ada karyawan yang bernama Danil mbak. mungkin mbak tidak tahu dan kenal semua karyawan ?!". Tanya marni tidak percaya. Sambil melihat sekeliling loby. mana tahu ada yang kenal.
"Maaf mbak!". ucap resepsionis.
Semua yang ada di sana saling pandang.
"hhmmm.. mungkin memang sudah pindah, tapi kan ini perusahaan pamannya Danil. Apa danil tidak bekerja dengan pamannya lagi.
Ah mungkin saja. antara saudara kandung saja sering saling jatuhkan. apalagi hanya keponakan. pastilah paman danil mengutamakan anaknya dibanding keponakan". ucap Marni dalam hati.
"Mbak. mbaknya masih mau disini?!. aku mau pergi. mau kekantin untuk makan. laper". ucap Fitri mengelus perutnya.
"Hmm.. kalau kamu tidak keberatan, temani aku makan yuk. di restoran ujung sana. Dulu aku sering menunggu Danil di restoran itu untuk makan siang". Tawar marni.
"Boleh mbak. pasti makanannya enak-enak. dan banyak kenangan". ucap fitri tersenyum.
"Iya. mana tahu aku bisa dapat info tentang Danil disana. karena restoran itu teman kuliah kami ". Ajaknya menarik tangan Fitri menjauhi meja resepsionis,
'Lanjut'. bisik di telingga Fitri.
.
.
__ADS_1
.