Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 83


__ADS_3

"Sudah bisa memberi asi sayang?!". tanya ibu Danil kepada menantunya.


"Sudah bu!". jawab Fauziah.


Dia berusaha memberi asi untuk bayinya, di dampingi ibu mertua dan umminya.


Sementara ayah mertua dan Abinya berbincang di sofa besar yang ada di samping ruangan. yang di batasi kaca buram.


Suaminya tadi di ajak oleh dokter Resky, sepupunya Danil. dokter yang mewakili om tarmizi mengelola rumah sakit, membantu Danil yang belum mau terjun langsung mengelola rumah sakit.


Ruang rawat Fauziah sangatlah spesial. bukan ruang rawat biasa.


Ruangan ini baru fauziah sendiri yang mengunakan. Karena seluruh ruangan di lantai delapan ini adalah aula khusus untuk rapat pimpinan perusahaan dengan direksinya.


Tapi, beberapa bulan yang lalu. Ayah dan om tarmizi membuatkan ruangan khusus untuk menantunya yang akan melahirkan.


Dulu ruangan ini hanya ruang kerja om tarmizi bekerja saat berkunjung kesini.


Sedangkan ruang kerja wakil direktur dan petinggi rumah sakit, berada di lantai dua.


"Assalamualaikum!!". ucap Danil.


Saat memasuki ruang rawat istrinya. Kalau dilihat bukan ruang rawat. karena tempat tidurnya bukan brangkar rumah sakit. Brangkar hanya untuk membawa Fauziah dari ruang bersalin menuju kamar.


"Waalaikumsalam...!". jawab mereka yang ada di dalam ruangan ini.


Danil langsung masuk kedalam tempat istrinya sedang menyusui bayinya. melewati ayah dan mertuanya yang sedang berbincang.


"Sayang!". ucap danil mendekati ranjang istrinya yang sedang belajar memberi asi pada putranya.


Fauziah tersenyum menyambut kedatangan suaminya.


"Wah pintar anak ayah nen ya!. yang puas ya sayang, biar cepat besar!". ucap danil memcium kepala putranya yang terbungkus bedong.


Ibu dan mertuanya langsung pindah ke ruang sebelah, tempat para suami duduk. membiarkan anak dan menantunya berdua.


"Terimakasih sayang. sudah melahirkan putra kita!". ucap danil mencium pucuk kepala istrinya, yang terbungkus jilbab instan.


Fauziah menganguk sambil tersenyum, membalas ucapan suaminya.


"Sudah ada Asinya sayang?!". tanya danil.

__ADS_1


Dia melihat putranya berusaha menyedot asi dari pabrik asi bundanya.


"Sedikit bang. dari tadi dia berusaha minum!". ucap fauziah.


"Coba pindah ke sebelah kiri. mungkin sebelah kanan sudah berkurang. gantian kasih nen nya!". ucap danil.


"Yang sebelah kiri kecil bang. tadi juga sudah di beri. tidak dapat di lidahnya!". jawab fauziah.


"Kok bisa!. apa perlu abang bantu.


Oh iya. abang sangat jarang mengemut yang kiri saat kamu hamil. mungkin itu sebabnya kurang keluar putingnya!". jawab danil.


Menyusupkan tangan kanannya ke balik bra ustrinya.


Puk.


"Jangan keras-keras, malu!". tunjuk fauziah pada ruangan sebelah dengan mulutnya.


Tempat orang tua mereka duduk.


"Hehe....


Nanti saat mereka tidak di ruangan ini, abang bantu. biar putra kita bisa nen!". jawab Danil.


"Abang!". desah Fauziah melotot ke arah Danil.


"Santai saja!". ucap danil tersenyum.


Walau istrinya marah, tapi tangan danil yang menyusup di balik baju istrinya bergerak nakal. malah dia ikut duduk di samping istrinya yang sedang memberi asi putra mereka.


"Nanti ibu dan ummi masuk!". bisik Fauziah.


"Tidak akan!". jawab Danil tersenyum.


bererapa saat danil memilin pucuk pabrik asi istrinya.


Kemudian Danil mengambil mangkok dan mengisinya dengan air hangat. lalu merendam saputangan kecil dengan air hangat itu.


"Coba pindahin nen nya ke kiri!. tapi bersihkan dengan ini terlebih dahulu". ucap danil memberikan saputangan yang di rendam air hangat.


Danil mengendong putranya, akan memindahkan ke sebelah kiri.

__ADS_1


"Bisa bang!". ucap fauziah.


Saat danil mengendong putranya.


"Inshaa allah bisa!". ucap danil.


Dia tersenyum melihat mulut putranya yang masih mendecap dan mulutnya mengangga karena sedang nen di lepas paksa.


"Sabar sayang, kita pindah pabrik. biar kamu kenyang!". ucap danil mencium pipi putranya.


Fauziah melap *********** dengan saputangan hangat yang di berikan suaminya.


"Putingnya juga sayang. keduanya sekalian bersihkan!". ucap danil.


Dia mendekap putranya yang sedang merengek.


"Sebentar sayang ayah. pabriknya sedang di bersihkan!". ucap danil mengoyangkan badannya.


"Sudah bang. bawa sini!". ucap Fauziah.


"Ayo. sekarang nen lagi!". ucap danil meletakan putranya di pangkuan istrinya.


Fauziah menerima putranya di dekapannya.


"Lap dulu mulutnya sayang!". ucap danil. mengambil lap tangan tadi, dan mengusap pipi dan mulut putranya.


Lalu fauziah mendekatkan pucuk pabrik asinya ke mulut putranya.


"Bisa sayang?!". tanya ipul.


Saat melihat putranya berusaha menyedot. dan mengerang.


"Belum bang!". ucap fauziah.


Danil menolong menekan sisi ****** pabrik asi istrinya biar pas di mulut putranya.


Juga memegang kepala putranya itu.


"Sedikit lagi sayang. ya.. pintar anak ayah!". ucap danil saat melihat putranya dapat menyedot asi.


Danil mengecup kening istrinnya. dan juga mengelus pungung istrinya yang sedang memberi asi putranya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2