Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 107


__ADS_3

"Bagaimana keadaan papa?!". tanya Ridho, saat mereka sudah di mobil.


"Kata mama sudah baik. tapi belum boleh di lihat dari dekat. talut papa akan berbicara. bisa membuat sesak nafasnya!". jelas marni.


"Oo..


Kenapa papa bisa kena serangan jantung?!". tanya Ridho.


Ingin tahu, padahal dia yakin. mertuanya itu jantungan karena membaca berita online. tentang fotonya dengan mantan pacar putrinya, yang masih dia harapkan untuk kembali meminang putrinya. Dasar gila.


Ridho sangat kesal. karena mertuanya sepertinya tidak meng hargainya sebagai menantu.


Padahal putrinya sudah menikah, dan juga sudah mempunyai anak.


Mertuanya itu seorang pengacara ternama. walau setahun belakangan namanya redup. tapi jalan fikiran dan kelakuannya sangat jauh dari dari gelarnya yang bisa dibilang sedikit terkenal. bikin malu.


"Kata mama papa sedang baca berita online, dan langsung sesak nafas. dan dilarikan ke igd!". jawab Marni.


Seoepti yang di ucapkan mamanya tadi.


"Berita apa yang membuat papa serangan jantung?!". tanya Ridho.


"Aku tidak tahu, lupa menanyakan pada mama!". jawab marni.


Marni sebenarnya ingin tahu berita apa yang membuat papanya serangan jantung.


Tapi dia lupa menanyakan papa mamanya tadi.


"Hhmmm...!". Ridho tidak bertanya lagi.


Suara hati Ridho


Marni...


Kamu mungkin tidak tahu niat papa kamu, yang masih menginginkan mantan kamu balik ke kamu.


Tapi aku tidak akan melepas kamu sampai kamu melahirkan beberapa anakku lagi.

__ADS_1


Akan aku buat kamu hamil terus. Karena aku ingin punya anak empat atau lima. Sebagai penerus nama margaku.


Setelah itu terserah kamu. mau kembali atau bertahan untuk jadi pelampiasan nafsuku.


Aku mumbutuhkan tubuh kamu, untuk mengobati penyakitku. dan juga aku ingin kamu terikat seumur hidup dibawah kungkunganku.


Bukan aku tak mencintai dan menyayangi kamu. Aku tidak tahu dengan hatiku. Yang dari dulu tidak menyukai yang namanya wanita.


Tapi tubuhku membutuhkan kamu. entahlah hatiku. saat ini aku butuh kamu. Aku tidak bisa jauh dari kamu. terlebih dengan tubuhmu.


Gumam Ridho


.


Sepanjang perjalanan ridho dan marni larut dalam fikirannya masing-masing.


Bahkan sampai mereka tiba dirumahpun, masih saling diam.


"Kita belum makan!". ucap Ridho.


Saat melihat marni akan menaiki tangga menuju kamar mereka.


Dia pun menuju meja makan. melihat yang ada tersedia di meja makan. ternyata sudah di hidangkan.


Mungkin mertuanya menyuruh pakerja rumah menyiapkan untuk mereka. karena mereka tadi pergi sebelum ikut bergabung untuk makan malam.


Mertuanya sangat perhatian dengan marni. bukan hanya tentang makanan. ibu mertua juga sering membelikan baju, alat make up dan perlengkapan wanita.


Kata mertuanya, dia harus merawat diri. agar suami tidak berpaling.


"Ayo bang!". ucap marni.


Dia mengambilkan makan malam ke piring suaminya. makan malam yang telat. karena sudah pukul sepuluh malam.


Selesai makan mereka menuju kamar mereka. Marni tidak tidur dengan bayinya.


Karena pesan ib mertuanya, suami lebih butuh untuk di keloni malam hari. dan mengurus anak serahkan padanya dan baby sitter.

__ADS_1


Marni cukup memberi asi sampai kedua bayi kembarnya kenyang.


Makanya marni selalu di suruh mertuanya berdandan untuk menyenangkan suami. yang tidak lain putranya.


"Marni. Aku tidak mau kamu mengikuti keinginan papa kamu. yang selalu memikirkan untuk mengaet si danil itu.


Kamu itu sudah punya suami dam juga anak!". ucap Ridho saat mereka sampai di kamar.


"Aku tahu bang. kan sudah dari kemaren-kemaren aku bilang. Aku tidak tertarik dengan rencana papa. abang harus paham itu!". jawab marni.


"Paham. tapi papa kamu itu berkelakuan di luar nalar. masih mencari kesempatan saja untuk bertemu dia!". kesal Ridho.


Marni melihat suaminya yang kesal.


Apa mungkin papanya serangan jantung karena..


"Cepat sholat isya. aku sudah mengantuk!". ucap Ridho.


Saat melihat marni diam.


Marnipun mengangguk, lalu masuk kamar mandi untuk berwudhu.


Mereka sholat berjamaah. Memang setiap sholat Subuh dan sholat Isya, mereka selalu ber jamaah.


Marni sangat senang dengan perubahan suaminya, yang sangat ingin sembuh. Walau marni tiap malam harus selalu siap untuk melayani nafsu suaminya, yang terbilang berlebih.


Entahlah, apa setiap laki-laki seperti itu. sangat kuat untuk olah raga ranjang tiap hari.


Hah... hah.. hah....


Ridho bergerak buas di atas tubuh istrinya.


sudah hampir satu jam dia mengerayangi tubuh istrinya itu.


Hingga dia tepar diatas tubuh istrinya, setelah puas dan kencing dewasanya tumpah.


"Jangan pernah berniat pergi dariku!". ucap Ridho melepaskan sisa-sisa isi kejantannya.

__ADS_1


Marni hanya mengangguk pelan. Karena tubuhnya remuk di gempur suaminya.


.


__ADS_2