Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 84.


__ADS_3

Setelah putranya tidur. Danil memindahkannya ke dalqm box bayi.


Lalu danil membantu istrinya makan. karena makan siang sudah datang.


"Niel. kami pergi sholat zuhur ya. sekalian makan siang!". ucapayah danil.


Ayah berdiri dipintu penghubung tempat tidur fauziah dan ruang duduk.


"Baik yah!". ucap danil melihat kearah ayahnya.


"Kamu mau di belikan apa untuk makan siang?!". tanya ibu danil.


"Apa saja bu!". jawab danil.


"Baik!".


Ayah, ibu dan mertuanya pergi keluar ruangan fauziah. tinggal lah danil dan fauziah di ruangan tersebut.


"Kenyang bang!". ucap fauziah.


"Dua sendok lagi sayang. tangung!". ucap danil menyuapi istrinya.


Fauziah pun menghabiskan makan siangnya.


Setelah makan, danil menemani istrinya berbincang sejenak.


Setelah sholat zuhur dan makan. kedua orang tua dan mertua danil kembali kekamar.


Tidak lupa ibu membawa bekal makan siang untuk danil. Danil melarang pihak rumah sakit menghidangkan makan untuk yang menjaga. karena mereka ramai, dan bisa di pastikan akan makan keluar atau pesan dari antar saja.


"Makan dulu niel!". ucap ibu danil menghampiri tempat tidur fauziah. "Makan siang nya ibubtaro di sebelah!". tambah ibu.


Dia meletakan makan siang untuk danil di ruang tempat duduk para ayah.


"Baik bu. sayang, abang makan dulu ya!". ucap danil pada istrinya.


"Iya bang!". ucap fauziah.


Danil menuju ruang sebelah, dan makan di sana. di dampingi ayah serta ayah mertua dan ibu mertuanya.


"Sudah dapat nama untuk cucu ummi Niel?!". tanya ibu mertua.


"Iya. ayah juga ingi tanya itu. siapa nama cucu kami!". tanya ayah.


"Hmm...". danil menghabiskan makanan dalam mulutnya.


"Namanya Arroyan Dylan Alfarizqi Zulkarnaen. Artinya, Anak laki-laki yang selalu membawa rezki dan berwawasan luas penuh kekuatan.


Pangilannya Baby Dylan!". jawab Danil sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagus namanya, Baby Dylan. Ayah suka!". jawab ayah Danil.


"Abah juga suka nama cucu abah. baby dylan!". jawab ayah mertua danil tersenyum.


"Ibu juga suka. baby dylan, cucu ibu!". ibu danil datang mengendong cucunya. menuju tempat semua duduk.


"Sini, bawa duduk di sini baby Dylan nya bu!". ucap ayah danil menyuruh istrinya duduk di sofa.


Danil tersenyum melihat putranya yang di gendong ibunya. Dia terus menghabiskan makan siangnya dengan bersemangat.


Para kakek dan para nenek sibuk bergantian mengendong cucu mereka.


Setelah selesai makan, danil meletakan piring bekas makannya di dekat rak makanan. dan dia menuju tempat tidur istrinya di ruang sebelah.


Danil tersenyum melihat istrinya yang duduk bersandar di tempat tidur.


"Kamu tidak tidur sayang!". ucap danil mencium kening istrinya.


Dan duduk di sisi tempat tidur.


"Tidak mengantuk bang!". jawab fauziah.


"Kamu setuju sayang?. anak kita di panggil Dylan?!". tanya danil mengengam jemari istrinya.


"Setuju bang. Aku suka Dylan nama anak kita. Siapa tadi nama lengkapnya bang?!". tanya fauziah.


Dia pasti mendengar obrolan semua di ruang sebelah. karena hanya berbatas kaca yang di tutup gorden.


"Bagus bang!. sekarang baby Dylan pasti sangat senang sudah ada panggilannya!". ucap fauziah.


Semua senang mendampingi baby Dylan di rumah sakit. Bahkan ayah dan ibu Danil menginap di rumah sakit. tidak mau menginap di apartemen danil atau rumah om tarmizi.


Mereka lebih senang menginap di rumah sakit menemani cucu mereka. Maka mario sang asisten dan sang dokter sepupu danil, menyediakan kasur tambahan untuk ayah dan ibu danil untuk menginap.


Untung rumah sakit ini milik ayah danil. dan itu hanya di ketahui hanya segelintir teman dekat dan kerabat saja.


Tiga hari sudah fauziah selesai melahirkan. Dan sore ini rencana akan pulang.


"Apa kamu yakin kalau fauziah pulang kerumah lalian yang di gedung kantor?!". ucap ibu Danil.


"Iya bu. kalau di kantor kan aku lebih tenang. bisa tiap saat bantu Zizi kapan saja.


juga aku bisa bekerja dengan tenang!". ucap Danil.


"Kalau di kantor kan kamu tidak mau membawa pembantu niel?!. Siapa yang akan bantu fauziah saat kamu pergi bekerja.


Siapa yang nyuci, masak, beres-beres?!". ucap ibu.


"Aku yang masak bu. kalau beres-beres kan ada pak yan ob kepercayaan datang dua kali seminggu untuk beres-beres.

__ADS_1


untuk menyuci aku bisa juga kok!". ucap danil.


"Tapi Niel. ibu baru melahirkan kan harus selalu di temani. tidak boleh sendirian selama masa nifas!". tambah ibu.


"Aku sudah bicara dengan mario. selama dua bulan ini aku bekerja di rumah. dan jika aku ada rapat keluar atau di kantor dengan klien. Ada istrinya anak pak yan yang juga ob kantor akan nenemani jika di butuhkan.


Ibu dan ibu mertua juga bisa kok datang berkunjung untuk menemani fauziah!". ucap Danil.


"Senyaman kalian saja. lagian ayah juga setuju dengan mereka tinggal di gedung kantor.


Danil akan lebih tenang bekerja!". ucap ayah menengahi.


"Kan kalu di rumah kalian lebih luas niel. Baby Dylan pasti akan lebih leluasa bermain!". ibu masih mendebat.


"Bu. Baby dylan masih bayi.


jikababy dylan sudah bisa bermain dan berjalan. kita juga akan pindah ke rumah di perumahan kok.


ini hanya untuk sementara, biar aku tenang bekerja!". ucap danil duduk di samping ibunya.


"Jika ibu ingin mendampingi Baby dilan, ibu bisa tinggal dengan kami jika berkunjung kesini!". tambah danil.


hhhfff


"Kalau itu yang terbaik buat kalian, ibu ikut saja.


Tapi kamu harus ingat Niel. fauziah itu masa nifasnya empat puluh hari. fauziah tidak boleh ikut mengerjakan pekerjaan rumah. dan juga kamu tidak boleh ganggu fauziah selama itu.


Paham!!". ucap ibu.


"Iya bu. aku paham. kan aku sudah jadi ayah. pasti paham lah. juga..".


"Jaga kesehatan istri dan anakmu. jika butuh bantuan, ibu akan datang!". potong ibu danil.


Ibu danil akhirnya mengalah, dengan keinginan putranya itu.


"Iya. kan sudah aku bilang, ummi fauziah juga bisa datang tiap hari kerumah berkunjung!". tambah danil.


Saat ini ayah dan ibu mertua danil belum datang dari rumahnya. mereka sedang di perjalanan menuju rumah sakit.


Maka sesuai keinginan Danil. mereka pulang kerumah yang ada di gedung kantor.


Setelah makan siang mereka pulang dengan mengendarai dua mobil.


Para nenek dengan mobil yang di kendarai mario, yang juga ada danil serta istrinya. dimana baby Dylan di pangku neneknya.


Sementara para kakek, dengan mobil yang di kendarai supir kantor.


.

__ADS_1


.


__ADS_2