Kamu Tidak Salah

Kamu Tidak Salah
BAB 46


__ADS_3

"Danil, sudah sebulan lebih nih laporan orang tua marni. kok tidak ada ya polisi mengabarkan untuk pemangilan kamu?!". tanya mario saat berada di ruang danil.


Mereka baru saja selesai rapat dengan semua divisi perusahaan. Dan berbincang sedilit dengan Mario tentang proyek baru.


"Aku tidak mau tahu Yo. terserah mereka saja mau berbuat apa!. yang jelas aku punya sesuatu kan untuk membungkam mereka". jawab danil.


"Terus sampai kapan kamu bersembunyi begini?!. tidak inginkah kamu mengajak istrimu untuk sekedar jalan sore ke taman atau mall?!". tanya Mario lagi.


"Hm.. Aku tidak bersembunyi. Hanya sedang malas untuk keluar.


Kamu tahu kan?. Zizie itu perempuan rumahan. tidak suka keluar, jalan, belanja ataupun pergi ketempat ramai.


Paling dia akan mengajak keliling dengan mobil. ke wilayah yang tidak macet dan ramai.


Dia lebih suka dirumah. membaca, nonton atau sekedar masak cemilan". jawab danil.


"Iya aku tahu. Tapi ibu hamil butuh liburan. apalagi sebentar lagi melahirkan.


Ajak liburan kek. Baby moon istilah kerennya!". usul Mario.


"Hm.. Apa boleh ibu hamil perjalanan jauh?". tanya Danil bersemangat merespon ucapan asistennya.


"Boleh saja, asal bumilnya rileks dan bersemangat!". jawab Mario.


"Kalau begitu, buatkan jadwal liburku empat hari. aku mau pulang kampung. mengajak istriku liburan.


Aku juga kangen orang tua, sanak saudara dan kampung halaman!". ucap Danil bersemangat.


"Seminggu. Aku buat jadwal cuti kamu seminggu.


Dan kamu kerjakan semua kerja dan tugas jamu dua hari ini. Dua hari lagi kamu bisa cuti!". ucap mario pada danil.


"Ok.. terimakasih Mario. Kamu memang abang, sahabat dan asisten terhebat yang aku miliki!". ucap Danil tersenyum.


"Ish kamu, kamu itu harus pangil aku abang seperti dulu!". ucap mario.


"Kan kamu sendiri yang tidak mau di pangil abang. malah menyuruh aku panggil nama saja. lupa ya!". jawab Danil.


"Iya.. itu dulu. Sekarang aku ingin kamu pangil aku abang. karena aku lebih tua umyrku enam tahun dari kamu!". ucap Mario.

__ADS_1


"Ok..ok.. terimakasih abang mario yang hebat!". jawab Danil tersenyum.


Malah mario manyun mendengar danil memangilnya abang.


"Ha.. ha...ha... jangan begitu abang mario. nanti hilang ganteng dan coolnya!". ucap Danil tertawa.


"kamu itu.


Pokoknya dua hari ini pekerjaan kamu harus selesai. kalau belum selesai, liburan kamu di tunda.


Ingat itu!!". ucap danil berdiri, hendak keluar dari ruangan danil.


"Baik abang Mario!!. Abang antar saja kesini, biar aku selesaikan segera!". Ucap Danil bersemangat.


"Iya. Adik bos!! yang tidak sabar untuk liburan!". jawab Mario keluar dari ruangan Danil.


Danil mengeluarkan ponselnya, dan..


"Sayang. kamu kenapa belum keruang kerja abang?!". ucap danil menelfon istrinya.


"Kan abang bilang pukul sebelas. sekarang masih kurang pukul sebelas bang!


Abang sudah selesai rapatnya?!". jawab Fauziah.


"Baik bang. aku kesana sekarang. Assalamualaikum". ucap fauziah.


Fauzian membawa tas dan buku pelajarannya menuju ruang kerja suaminya.


Tadi pagi setelah sarapan, sebelum berangkat bekerja Danil berpesan, kalau belajar di ruang kerja danil saja.


Danil tetap siaga semenjak istrinya hamil. Apalagi sekarang sudah memasuki kehamilan hampir delapan bulan, tentu lebih siaga lagi.


Dan mereka hanya berdua tinggal di gedung kantor ini. Walau masih ada beberapa satpam yang berjaga tiap malam di loby kantor.


Bahkan sebulan belakangan, bisa di hitung mereka keluar gedung perkantoran.


Bukan karena menghindar dari keluarga marni, tapi memang mereka malas keluar. mereka lebih senang menghabiskan waktu berdua di rumah. menjaga kehamilan fauziah yang sedang hamil besar.


Tok.. tok..

__ADS_1


"Masuk Sayang!". jawab Danil dari dalam.


Dia tahu, pasti istrinya yang datang. Kalau Mario sang asisten dan sekretaris yang datang. pasti menelfon sebelum kelantai atas.


"Sini sayang!". ucap Danil.


Dia sudah menyiapkan kursi yang sema seperti kursi kebesarannya seperti biasa. karena Fauziah sudah sering membuat tugas di ruangan Danil.


Fauziah duduk di samping suaminya. Mereka mulai sibuk mengerjakan tugas mereka masing -masing.


"Sayang, tugas kamu banyak tidak? apa bisa selesai dalam dua hari ini?". tanya Danil melihat pada istrinya.


"Tidak banyak si bang. kan tugas dikirim dosen dua kali seminggu. Tugas yang sekarang besok di setor". jawab Fauziah melihat kearah suaminya.


"Begini. Rencana abang akhir pekan ini abang akan mengajak kamu untuk liburan kekampung abang.


Abang diberi cuti oleh mario seminggu. Jadi semua tugas kamu segera kamu selesaikan". ucap Danil.


"Hm.. kenapa mendadak bang?!". tanya Fauziah.


"Bukan mendadak. tapi baru ingat. Kan kamu sudah hamil besar, dan insya allah melahirkan kurang dua bulan lagi. makanya abang ingin mengajak liburan.


Istilahnya baby moon!.


Tapi liburannya ke kampung abang. Kamu mau tidak?!". tanya Danil.


"Mau bang!". ucap Fauziah bersemangat.


"Baik sayang. sore ini kan jadwal periksa ke klinik. Kita konsultasi ke dokter. apa boleh hamil besar pergi dengan pesawat.


dan juga minta vitamin lebih, biar kamu tidak kelelahan". jawab danil tersenyum.


"Baik bang. semoga diizinkan!". ucap fauziah.


Mereka bersemangat menyelesaikan pekerjaan. karena ingin segera liburan.


Bahkan, makan siang dan sholat zuhurpun dilakukan di ruang kerja danil. Mereka minta di belikan pada pak yan makan siang dan beberapa cemilan dan buah.


Tidak lupa Danil minta pada mario untuk mendaftarkan untuk periksa ke klinik pukul lima sore.

__ADS_1


.


.


__ADS_2