Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Cinta Hamil.


__ADS_3

Nungguin yaaa... yuk ah capcus kita nyari yang ringan aja siang ini.


Happy Reading...


Dewa sampai di kantor dalam empat jam, Cintya benar-benar membuat pria itu kelimpungan mencari pesanannya. waktu yang melenceng sedemikian lama dari perkiraan membuat sang nyonya berhasil merampungkan rencananya. dan hanya tinggal memastikan kapan waktunya untuk beraksi.


Dengan menentang paper bag yang berisi pesanan sang nyonya, Dewa berjalan dengan senyum tersungging di kedua sudut bibirnya.


Pria tiga puluh tahun itu masih memikirkan ucapan sahabat yang merangkap jadi asisten pribadinya. satu setengah jam yang lalu seusai rapat dengan koleganya.


"Wa, lu ngerasa aneh gak sih kalo nyonya nyuruh elo beli es cincau ke bandung. cuma es gak pake yang lain."


"Aneh gimana maksud elo, gue biasa aja."


"Aneh bego, Bandung Jakarta Men, emang kota segede Jakarta gak ada gitu penjual es cincau ampe nyuruh elo melancong keluar dari ibu kota."


"Tadi pagi gue udah rusakin mood ibu negara. jadi kalopun gue di suruh keluar dari ibu kota cuma buat beli ini yang namanya es, gue gak masalah." sambil mengangkat paper bag di tangannya.


"Dari pada gue di suruh keluar dari kamar, yang ada gue malah masuk angin. gak masuk bini gue."


"Cie,,, yang udah pinter nyebut bini." Dewa mengedik bahu acuh. udah biasa baginya jadi obyek olok-olokan.


"Jadi pengen kawin." Celetuk Alex.


"Bukannya tiap hari elu juga kawin?"


"Au ah bebeb Rosa ngambek. gak mau gue kelonin lagi dia."


"Punya elu letoy kali. jadi dia bosen punya elu. pengen nyari yang gedean."


"Masih kenceng bego." bentak Alex yang saat itu berada di belakang kemudi dan Dewa di kursi penumpang. membuat sang bos tergelak kencang.


"Apalagi punya gue." Celetuk Dewa.


"Beneran? coba gue lihat. sini gue ukur, gak percaya gue punya elu makin gede." Alex mengulurkan tangan kirinya ke arah samping di mana Dewa sedang duduk sedangkan tangan kananya masih berada di tempatnya. memegang kemudi.


"Najis!" Dewa menepis tangan Alex dengan kasar.


"Elah bos, cuma intip doang gak boleh. penasaran gue, kalo yang elu omongin terbukti, maulah gue nyari yang unyu-unyu buat gantiin bebeb Rosa yang udah bikin hati abang Alex potek."


"Mending gak usah, cukup gue aja yang dapet barang fresh. kalian kan banyak dosa. maksiat mulu kerjaannya."

__ADS_1


"Sialan lo, sekarang aja lo bisa ngomong kayak gitu. gak ingat apa lo sama sumpah serapah elo yang gak mungkin suka sama si nonik."


"Itu kan sebum gue tau kalo di bocil itu adek kecil gue."


"Elo itu cuma lagi hoki aja."


"Maksud lo?"


"Elo hoki karena gadis putih abu-abu elo itu ternyata adek kecil elo. dan elo lebih beruntung lagi karena Eyang jodohin elo sama si nonik. coba kalo mereka itu tiga orang yang berbeda. mau apa lo atau mau pilih siapa lo?"


Dewa tampak berfikir.


"Pilih gadis putih abu-abu lah." jawab Dewa yakin.


"Adik kecil elo bakal nangis, kecewa sama elo karena gak nungguin dia. belum tentu juga gadis SMA elo itu terima cinta elo, kan dia punya pujaan hati. dan yang lebih pasti nih bos, elo bakal miskin, gak jadi jodoh an sama si nonik.


Dalam waktu tertentu mereka menjadi atasan dan bawahan dan di saat yang lain mereka tak ubahnya dua pria dewasa yang selalu bertingkah absurd. untungnya salah satu dari mereka tak hadir saat itu. jika tidak obrolan mereka pasti akan melenceng kemana-mana dan berakhir dengan kata pelepasan


"Udah Lex, elu udah kebanyakan ngomong. pasti elu haus nih. sono lu beli es cendol sama seblak buat bini gue. entar dia ngamuk gue gorok lo." Dewa memberikan beberapa lembar warna merah yang di rambut Alex dengan mata berbinar.


"Emang gue anak kecil apa suruh minum cendol, gue mah sukanya podka... podka." cerocos Alex. tak urung tangannya mengambil uang yang di berikan oleh Dewa.


Tangannya memegang benda pipih yang bersambung dengan CCTV ruang kerjanya.


Di sana ia melihat wanita pujaannya mondar-mandir tak jelas dalam ruang kerjanya.


Dewa terkekeh memperhatikan mulut dari pusat dunia nya itu komat kamit entah sedang mengomel apa. Dewa tak mendengarnya.


Dalam ipad super canggih ya itu Dewa melihat ekspresi sang nyonya yang berganti-ganti antara cemberut, mengernyitkan dahi hingga berteriak frustasi. membuat Dewa kembali terkekeh.


Sejurus kemudian Dewa melihat pemilik jari lentik itu mengobrak abrik dalam lacinya. dan matanya membulat manakala dalam layar tersebut ia melihat Cintya mengacungkan sebuah benda yang akan menyeretnya pada masalah baru.


Dewa pasrah, tak akan bisa berkelit lagi. sang nyonya menemukan sendiri barang buktinya.


Beberapa menit kemudian Alex membawa pesanan sang ibu negara. seblak dengan porsi besar. dan menyerah kan langsung ke tangan bos yang di terima nya dengan setengah melamun.


"Kenapa lu?"


"Lex, mati gue. nyonya nemuin punya gue dalam laci." lapornya dengan lirih.


Alex cukup mengerti dengan apa yang di maksud Dewa.

__ADS_1


"Mampus lo!"


"Lex, bantuin gue."


"Ogah, males gue berurusan sama singa hamil."


"Apa lo bilang, hamil?"


"Mungkin aja, liatin deh sama elu, tingkahnya aneh permintaan nya juga aneh."


"Gak mungkin!"


"Kenapa gak mungkin? wanita itu kalo sering ngambek tandanya kalo gak lagi datang bulan ya hamil. hormon mereka pada naek. ngerti lu?"


"Si Cinta kan emang gitu, suka gonta-ganti mood gak pake ijin sama gue."


"Tau lah, coba aja inget sama elo kapan dia gak kasih jatah malam sama elo. eh, seminggu yang lalu bukan ya?" Alex bertanya tapi di jawab sendiri membuat Dewa berpikir tentang kebohongan Cintya padanya.


"Waktu itu yang dia bohongin gue, acting dia."


Alex terkikik sambil menghidupkan mobilnya. terserahlah Dewa kebingungan seperti apa. tak ia pedulikan yang penting lembaran merah sisa seblak ia kantongi.


'Untung batin Alex'.


Dalam perjalanan kembali ke kantor, Dewa lebih banyak diam. otaknya mengolah perkataan Alex dan menghubungkan tentang siklus bulanan Cintya yang belum ia ketahui.


"Apa mungkin Cinta hamil Lex?" Ceketuk Dewa tiba-tiba.


"Tau, elo kan lakinya, kok nanya gue."


"Iya gue yakin."


"Kok lo bisa yakin, gue kan cuma asal nerka. gak usah lo masukin hati."


"Gue yakin lah, soalnya gue gempur tiap malem tiga ronde, pagi satu ronde."


Gilaaa..


***


Cinta Hamil, mungkinkah???

__ADS_1


__ADS_2