Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Lucia.


__ADS_3

Happy Reading..


"Apa???" Alex syok,


Tentu saja, karena alasannya hanya satu. jika Dewa membatalkan perjodohan mereka, sudah pasti eyang akan mendepaknya dari dalam istana.


Secara otomatis dirinya pun akan terimbas atas kemiskinan Dewa. saat Dewa keluar dari rumah nanti, otomatis keluar juga dari perusahaan. yang itu artinya menurunkan dirinya juga dari kursi jabatan Assisten Direktur.


Oh tidak, Alex ngeri. pria itu kalang kabut. melihat Dewa masih sesantai di pantai membuat Alex ingin menghajar pria tampan di hadapannya.


"Wa, elu gak serius kan?" Alex ketar-ketir. nasibnya tergantung dari jawaban pria sableng yang selevel dengannya.


"Kapan gue gak serius, tentu saja gue serius, seserius bumi mengitari matahari hingga terjadi proses siang dan malam."


Selalu saja jawaban itu yang menjadi andalan. bahkan jawaban Dewa membuat Alex ingin mencakar dan meremas si mulut gula yang katanya berbibir manis itu.


"Wa, Lo sadar apa yang udah elu lakuin?" Alex dengan wajah khawatir bertanya sedikit membentak.


Namun bukan Dewa namanya jika tak memiliki ide jahil di otak besarnya.

__ADS_1


"Gue sadar, sesadar-sadarnya." Dengan wajah tenang dan sedikit senyum pria itu berkata.


"Dewa, elu juga sadar kan kalo elu keluar dari sini, itu artinya gue juga keluar begooo." Alex geram, bahkan tangan yang sering ia gunakan untuk meremas gundukan wanita itu sudah bersiap untuk meremas rambut bosnya yang masih setenang si putri tidur.


"Itu gue juga sadar." masih dengan mimik wajah yang sama, menyebalkan Dewa berkata.


"Apartemen gue belum elo lunasi, begooo!" Akhirnya keluar juga apa yang menjadi ketakutan sang Asisten.


"Bodo, lu bayar aja sendiri. atau lu jual. gampang kan?" Dewa mengangkat bahu cuek bebek pasang muka masa bodo mode Ra repot.


"Terus gue tinggal dimana Dewa?" Alex darah tinggi dalam waktu kurang dari sepuluh menit


"Terus elu mau tinggal dimana?" Tanya Alex akhir nya. mungkin itu akan jadi pertanyaan Alex yang terakhir. jika tidak sudah dapat dipastikan, pembuluh darah di otaknya akan meledak dalam waktu kurang dari satu menit karena jawaban si sableng tak akan membuatnya senang.


"Gue masih punya emak di Spanyol, gue mau minta jatah warisan gue buat lamar di Eneng." Dewa terkekeh melihat wajah bingung asistennya.


"Lu itu sebenarnya ngomong apa sih? lu bilang lu udah putusin perjodohan, tapi lu bilang mau lamar di Eneng? emang lu punya si Eneng yang lain selain tuh bocah!"


Bukannya menjawab, Dewa malah terdiam sambil tersenyum. senyum yang tak pernah di lihat Alex selama ini.

__ADS_1


"Gue udah menemukannya," setelah menunggu beberapa detik, akhirnya Dewa menjawab. sebuah jawaban yang membuat pria asal negara kerajaan itu membulat sempurna.


"Siapa?"


Dewa tak menjawab, pria itu hanya tersenyum seolah sedang bernostalgia.


"Melihat wajah Dewa yang tak seperti biasanya, Alex berfikir keras. berusaha mencari jawaban sendiri atas pertanyaannya.


"Jangan bilang elu udah nemuin si nona kecil khayalan elu itu."


Dewa tersenyum sumringah, "Dia nyata, bukan lagi menjadi khayalan gue."


"Apa itu artinya elu udah menganggap cinta bukan lagi pantangan?" Dewa mengangguk.


"Lalu gimana dengan Lucia,"


***


Next siang, moga gak kelupaan 😁😁😁

__ADS_1


jejaknya gaezzz


__ADS_2