Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Akhir kisah Isabel.


__ADS_3

Happy Reading...


Isabel meringkuk di bawah selimut, di belakanganya seorang pria yang berstatus suaminya itu sedang memeluknya sangat posesif.


Sejak pernikahan jebakan itu, kehidupan Isabel berubah seratus delapan puh derajat. ia tak lagi memilki kebebasan seperti saat ia masih tinggal di kediaman Herlambang. hidupnya seperti terkurung dalam sangkar, seperti seekor burung yang bersayap patah. bernafas berjalan namun tak bisa terbang.


Keputusan yang diambil tanpa berpikir berakibat buruk pada dirinya. bukannya mendapatkan pria yang di inginkan, kini ia justru terjebak pernikahan dengan seorang Hiper S3x. Andika sama sekali tak membiarkannya beristirahat dengan tenang.


Pagi telah beranjak, namun rasa lelah yang mendera tubuh Isabel tak juga lekang. tanda kepemilikan bertebaran di hampir bagian tubuhnya, serta rasa nyeri dan remuk redam membuatnya malas beranjak.


Isabel memaksakan diri untuk bangkit, berjalan tertatih masuk ke dalam kamar mandi. Isabel butuh berendam. ia butuh mengembalikan kelenturan otot-ototnya yang kaku akibat ulah Andika yang menghajarnya tak kenal waktu. setiap ia ingin, di waktu itu pula semua akan terjadi.


Ada rasa penyesalan di hati Isabel, jika saja ia tidak mengusik kehidupan Cintya, mungkin keadaannya tidak seperti ini. pastinya ia masih sebebas dulu dalam menjalani hari-harinya.


Dan sekarang, jangankan untuk berkeliaran di mal-mal dan toko-toko, bahkan untuk keluar dari apartemen saja ia tidak bisa. Isabel terkurung dalam penjara tak berjeruji.


Setelah berendam selama beberapa menit, Isabel keluar dari kamar mandi. tubuhnya yang hanya terbalut oleh handuk yang hanya menutupi bagian dada hingga paha atas, membuatnya benar-benar berada dalam posisi yang tak menguntungkan.


Disana, di atas tempat tidur


yang baru saja ia tinggalkan, Andika tengah menatapnya lapar. bahkan untuk membersihkan diri saja rasanya percuma. ingin sekali rasanya isabel mengumpat pria yang kini berstatus suaminya itu.


"Apa kau berniat untuk menggodaku dengan handuk separuh mu itu sayang?"

__ADS_1


Duduk bersandar pada kepala ranjang, Andika memindai isabel dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Isabel mematung di tempatnya, keputusan untuk membersihkan diri pun salah, karena bisa di pastikan setelah ini Andika akan menghabisinya. ia lupa jika ia ingin membersihkan diri, ia harus memastikan Andika telah selesai dengan hasratnya.


"Siapa yang menyuruhmu mandi?" tanya Andika lagi.


"Aku lelah, tubuhku lengket. aku mohon lepaskan aku." Isabel menmencoba bernegosiasi dan semoga saja kali ini dia tidak salah.


"Kau pintar sekali menyenangkan suami, kau tahu jika aku sangat menyukai tubuhmu yang wangi.tapi aku lebih menyukai mu berkeringat di bawahku jadi kemarilah."


Andika berkata lembut, tapi di balik itu ada perintah mutlak yang tidak bisa Isabel acuhkan.


"Tolong biar kan aku, aku sudah sangat lelah." pintanya memohon.


"Memang siapa yang ingin kau menikahiku? Bukan aku!" intonasi suara Isabel sudah mulai meninggi.


"Jadi siapa pria yang kau harapkan untuk menjadi suami mu? Pak Dewa atau pak Leo?" tanya Andika dengan sedikit mencemooh bernada tenang. sakit hati atas perbuatannya pada kembarannya masih meninggal kan bekas nyeri di hatinya.


Isabel membuang muka ke samping, ia benci jika di ingatkan soal itu. Andai saja ia tidak menggoda Leo saat itu, pasti saat ini dia tidak terjebak dengan pria gila S3X macam Andika. meski begitu tak menampik jika ia selalu terlena dengan sentuhan Andika.


"Jadi, kemarilah." titah Andika. Isabel menggeleng kuat berusaha untuk menolak keinginan. Andika yang pastinya akan membuatnya harus mengulang mandi.


"Kemari sayang." masih dengan nada yang tenang namun mengerikan. isabel masih mematung.

__ADS_1


"Kemari cepat isabel!" nada tinggi itu akhirnya keluar juga. dan secepat jarum detik jam berpindah, secepat itu pula Isabel meringsek duduk di pangkuan Andika yang hanya tertutup selimut tebal. mendapatkan perlakuan kasar di pagi hari di atas ranjang bukan keinginannya saat ini.


"Kau akan sangat menyukainya sayang," Andika menyibak sedikit selimutnya, memperlihatkan aset berharganya yang sudah sangat siap memasuki rumahnya.


Andika mengangkat tubuh Isabel yang terbungkus handuk tak sempurna itu untuk menghadapnya. bersamaan dengan itu ia melaksanakan keinginan nya, membuat isabel memekik karena Andika memasukinya tanpa pemanasan.


"Kau menyukainya?" Isabel mengangguk merasakan penuh di dalam nya. Isabel selalu menyukai bagaimana Andika bermain di atasnya. hanya saja ia tak menyukai karena Andika tak mengingat waktu dan juga tempat.


Isabel baru mengetahui jika Andika memiliki kelebihan libido. seorang Hiper bahkan bisa di bilang gila.


Merasakan tubuhnya bergejolak, Andika membalikkan posisi mereka. kini tubuh kekar Andika menguasai Isabel di bawahnya. dan dalam beberapa menit mereka telah selesai.


Kini tubuh yang baru saja menyelesaikan mandi itu harus kembali berkeringat. bahkan rambutnya masih belum kering dan harus kembali basah.


Isabel tergolek kelelahan dalam pelukan Andika. nafasnya yang teratur menandakan wanita itu sedang tertidur.


"Aku mencintaimu sayang, maafkan aku harus membuatmu seperti ini. tapi kau harus membayar semua perbuatanmu pada adikku." ucapnya yang tak mungkin di dengar.


"Kau tidak tahu bagaimana aku menyusuri jalanan, menengadahkan tangan menutupi perih dan rasa malu dengan bernyanyi di jalan. demi membuat adikku bernafas lega. mengurangi sesak nafas karena penyakitnya. dan setelah ia hampir sembuh, kau membuatnya benar-benar tak mampu bernafas." Andika mengakhiri gumaman pedihnya dengan mengusap air mata yang hampir menetes di sudut bibirnya.


"Tapi aku akan membuatmu bahagia selama kau tak berulah." Andika menarik lengannya perlahan dan membenarkan letak tidur isabel lalu menutup tubuhnya dengan selimut. lantas Andika beranjak untuk membersihkan diri dan bersiap ke kantor.


***

__ADS_1


Gitu deh, Isabel udah ketemu pawangnya


__ADS_2