
Happy Reading...
"Permisi, Cintya ke toilet bentar ya?" pamit Cintya kedua orang di depannya. Lilyan mengangguk di sertai senyum. tapi tidak dengan Dewa. seakan ia selalu memiliki kesempatan untuk membuat di mulut cabe itu mengomel.
"Perlu gue temenin gak cil?" Dewa dengan kerling nakal nya.
Cintya tak menanggapi dengan ucapan. hanya ujung bibirnya saja yang sedikit terangkat seokalh mengejek.
Lalu dengan segera gadis itu pergi meninggalkan dua orang yang masih mengobrol itu.
"Jangan lama-lama cil!" ucap Dewa. Cintya hanya mengacungkan jempol.
"Seorang Dewa possesive banget ternyata." Lilyan mencibir karena ia tahu bagaimana Dewa sebenarnya.
Dewa hanya sedikit mengangkat sudut bibirnya. dia tidak tahu saja bahwa selain tentang perjodohan itu, ada hal lain yang Dewa inginkan tentang hubungannya dengan Cintya. si gadis pemarah dan pembuat onar.
"Kalau gue gak baik-baikin dia, hari ini juga gue pasti sah menjadi gelandangan tampan." ucapnya.
"Kok bisa?" Lilian mengernyit heran.
"Entah dapat ilham dari mana si Eyang tiba-tiba ngebet banget pengen gue nikah sama tuh anak satu." sarkas Dewa
Lilian menganga mendengar jawaban Dewa. jika urusannya sudah menyangkut dengan Eyang pasti tak akan mudah untuk bisa keluar dari perintahnya yang bersifat mutlak.
__ADS_1
"Kok bisa?" Lilian penasaran dengan cerita Dewa.
"Kita di jodohin, katanya sih dari orok. tapi lu kan tahu sendiri gue gak suka yang namanya hubungan terikat. ribet banget deh." Dewa menggeleng tak habis pikir dengan keinginan Eyang.
"Mungkin Eyang ingin kamu hidup dengan benar. seperti orang-orang pada umumnya. gak Luntang Lantung gak jelas seperti yang kamu lakuin selama ini." Lilian mencoba memberi pengertian.
"Emang selama ini gue ngapain?"
"Gak ngapa-ngapain elu bilang? cih!" Lilian berdecih. "Eyang itu cuma pengen elu hidup normal, seperti manusia pada umumnya. hidup bahagia dan berkeluarga."
"Bahagia? keluarga lengkap?omong kosong!" Cibir Dewa. mendadak dadanya sesak mengingat bahwa selama ini memang ia hanya hidup sesuai keinginannya.
Memiliki keluarga bahagia? bahkan selama ini gue gak pernah tau apa arti keluarga. batinnya.
Dewa terbahak. dia memang tak bisa menyembunyikan apapun dari Lilian. bahkan hal sekecil apapun tentang Dewa, Lilian tahu.
"Mungkin Eyang takut benih unggul kamu nyebar dimana-mana. jadi Eyang udah nyiapain lahan istimewa buat kamu garap."
Tawa Dewa semakin pecah. tak menyangka kata-kata itu terlontar dari mulut seorang Dokter berotak cerdas seperti Lilian.
Cintya yang baru kembali dari toilet pun heran. melihat Dewa yang yang tertawa kencang di tempat seramai ini.
"Kak, Kesambet setan apa dia sampai ngakak begitu."
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Cintya, gantian Lilian yang terbahak.
"Dia Kesambet setan cantik, secantik kamu dek."
"Tenyata Eyang memang tidak salah pilih. kalian cocok. kalian pasti jodoh." Do'a Lilian namun terdengar seperti sebuah ejekan.
"Jodoh!" Cintya mencebik.
"Biasa aja tuh mulut." Dewa gusar. tangannya sudah tak dapat di komando lagi. dengan cepat jarinya mencapit bibir Cintya membuatnya semakin mencebik kesal.
"Apa sih?" Cintya memukul tangan dewa.
"Sudah.. sudah.. aku harus pergi, kalian lanjutkan saja. yang mesra yah." Lilian bangkit dan meninggalkan dua orang yang masih dengan perdebatannya.
Namun baru beberapa langkah, Lilian berbalik. "Cintya, kakak titip mantan kakak yang tampan dan kaya itu ya, jaga dia karena dia pemilik bibit unggul."
"Dewa, kamu hati-hati sama setan kecil itu, karena sepertinya dia bisa menghipnotis kamu jadi bucin sama dia." Lilian kembali tertawa tak peduli orang-orang yang memandangnya dengan heran.
"Ogah banget!" Cintya menarik keatas sebelah sudut bibirnya.
"Sialan lu!" Dewa melempar Lilian dengan sedotan tapi sayang tak tepat sasaran. karena wanita berhells lima Senti itu dengan lincah berlari.
***
__ADS_1
Dikit dulu ya, ntar malem di sambung. lagi sibuk pake banget.