Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Duplikat Dewa.


__ADS_3

Aku datang lagi nih gees, mungkin feel-nya kurang dapet, atau alurnya berantakan, maafkanlah diriku. tapi percayalah aku semangat banget nulisnya. lope lope buat kalian yang masih setia ngawal si sableng,


Oke deh, happy reading aja yaaa...


***


Tak sempat untuk wanita itu mengenali siapa lelaki yang berjalan ke arahnya. pikirannya telah terpecah antara panas di tubuhnya dan gairah dalam dirinya.


Tanpa menungggu lama, tubuh semampai nya menubruk pria yang bahkan belum bersuara. lantas ia memeluk erat dan mencium rakus penuh na*su. bahkan untuk melihat wajahnya pun Isabel rasa tidak perlu. cukup dengan mengenali aroma maskulin dari tubuh pria itu. aroma yang selalu menggoda dan menggelitik fantasinya.


"Dewa.." Isabel memanggil dengan suara khas orang mabuk. Sepertinya efek obat perangsang telah merusak akal sehatnya. ia tak mampu lagi mengenal siapa pria yang telah ia cumbu.


Dia, pria itu. seorang karyawan di bagian Divisi pemasaran yang tak lain adalah pria dengan sebutan si Letoy, pria yang sebenarnya bernama Andika.


Hanya karena memiliki tubuh yang jangkung namun terlalu sederhana dalam berpenampilan, pria itu seolah menjadi langganan karyawan lain untuk saling menjahili.


Namun satu yang jarang orang lain ketahui tentang pria yang di panggil si letoy ini. ia memiliki kecenderungan dalam ****. yaitu senang melihat video dan foto film Dewasa di jam-jam tertentu.


Entah hanya kebetulan atau sedang apes, saat Andika sedang menikmati pemandangan yang membuat nya ereksi, tiba-tiba ia kepergok sang nyonya Direktur.


Katakanlah ini sebagai keberuntungan bagi nyonya Direktur.


Atau mungkin keberuntungan bagi pria dengan sebutan di Letoy, yang akan mendapatkan tubuh molek seorang bule.


Betapa beruntungnya mereka bertiga.


Bertiga?


Tentu saja bertiga.


Pertama, Sang pemilik ide sudah mendapatkan seseorang untuk melancarkan acara balas dendamnya. tak perlu susah mencari dan membayar mahal, orangnya sudah datang sendiri.


Kedua, Si Letoy akan segera mendapatkan keinginannnya, yaitu bercinta dengan bule tanpa merogoh kantong lebih dalam.


Ketiga, Isabel akan bercinta dengan seorang pria yang memakai parfum mahal milik Dewa. anggap saja dia duplikat Dewa.


Sungguh kebetulan yang indah.


Bukankah semua yang di rencanakan dengan sangat baik akan berakhir baik.


Sekarang hanya tinggal melihat aksi berikutnya. menyimpan hasil rekaman dan secepatnya mendeportasi si ulat bulu kembali ke habitatnya.

__ADS_1


"Dewa,," panggilnya hampir mendesah.


Andika masih bergeming. sesuai perintah, ia tak perlu banyak berkata. cukup ikuti permainan Isabel.


Dengan tubuh yang semakin kepanasan dan gairah yang tak terbendung, isabel melucuti pakaian Andika secepat yang ia mampu.


Libido yang setinggi monas membuat Isabel tak ingin berlama-lama. dan kini hanya kolor berwarna kuning dengan motif sponge bob yang membingkai bagian bawah si Letoy.


Seolah semua di kendalikan waktu, secepat itu tangannya bergerak. mendorong tubuh berotot Andika hingga mereka berdua terjatuh di atas ranjang dengan posisi Isabel berada di atas. dan secepat itu pula bibir Isabel menyerang bibir merah alami milik Andika.


Dengan kulit yang putih, bahkan lebih putih dari Dewa dan wajah yang lumayan tampan di balik kaca mata bulat dan rambut klimisnya, Andika adalah sosok yang sangat tampan. hanya selera berpakaiannya saja yang perlu di perbaiki. katakanlah Isabel yang paling beruntung di sini.


Keheningan mengambil alih untuk beberapa detik. Isabel mendapatkan kewarasannya. di tengah rasa panas yang mendera tubuhnya serta kepalanya yang berdenyut, ia beringsut menegakkan tubuhnya.


"Siapa kau?" berada dalam zona mabuk dan setengah sadar, Isabel bertanya garang.


Kenapa dia bisa bertanya seperti itu, tentu saja karena ia melihat sesuatu yang tak Dewa miliki. yaitu tatto di lengannya. Andika memiliki tato di bagian lengan dalam. sedangkan Dewa tidak.


Pria itu masih tak menjawab. Ingat, sesuai perintah, ia tak perlu mengeluarkan suara. jika hanya mend*sah dan mengerang itu di perbolehkan.


Patuh sekali ia rupanya.


Tentu saja Andika tak sebodoh itu. otak marketing nya bekerja dengan sangat baik. tak ingin rugi dan harus beruntung.


Tapi kendali dalam tubuh Isabel bukanlah otak maupun hati. melainkan obat perangsang yang ia hirup dari kelopak mawar dan parfum yang ia gunakan. dan di perkuat dengan air putih yang mampir ketenggorokannya. dan kini bersarang dalam lambung. namun efek obatnya mengalir melalui darah hingga ke otaknya.


Sungguh Isabel tak kuasa untuk melawan gejolak dalam dirinya. ada sesuatu yang ingin ia lepas kan. tapi ia tak mampu melakukannya sendiri.


"Aku tak tahan." ujarnya belingsatan.


"Tolong aku." Andika masih tak bergerak.


"Puaskan aku." Andika tersenyum smirk. kapan lagi ia bisa merasakan tubuh molek milik bule.


Dan secepat angin yang berhembus sore itu, Andika menyerang bibir yang sedang meracau.


Menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas ranjang dan mulai mencumbu.


Setiap jengkal kulit tak ia lewat kan. mengekspor tanpa terlewat dan mengabsen tanpa tertinggal.


Hingga mereka berada dalam puncak gairah. Andika melesakkan miliknya ke dalam inti Isabel dan sedikit kesulitan.

__ADS_1


"Arrhg, sakit!" teriak Isabel teredam bibir Andika.


Wohoho... jekpot untuk si letoy. ternyata ia masih tersegel.


Isabel masih bisa merasakan, Cintya tak sejahat itu. sang nyonya hanya memberikan setengah dari dosis yang di anjurkan.


Lalu dari mana ia mendapatkan obat semacam itu? tentu ada seseorang yang membantunya.


Seseorang, tolong tanyakan dari mana sang nyonya mendapatkan itu. pasti ia akan menjawab, Alex sang asisten durjana yang membantunya. tentunya tanpa sepengetahuan sang bos durjana.


Baiklah, takdir bermain sangat indah. seperti yang Cintya katakan, karma hanya untuk mereka yang bersalah.


Dan biar kan takdir membawa mereka kepada nasibnya masing-masing. Isabel telah mendapatkan ganjaran atas apa yang ia lakukan di masa lalu.


Menebar angin menuai badai.


Anggap saja seperti itu.


Kini dalam ruangan itu hanya terdengar suara des*han dan serangan dua orang yang saling memberi dan menerima keni*matan nafsu tanpa Cinta.


Hari sudah hampir petang, namun keduanya masih bergulat di atas tempat tidur. berbeda dengan sepasang orang yang juga melakukan aktifitas yang sama di kamar sebelah. mereka telah usai beberapa menit yang lalu. dan kini keduanya sedang menata deru nafas dan degub jantung yang sempat berantakan.


Dan pekikan bersama penuh keni*matan menjadi akhir dalam petualangan Andika dan Isabel.


Setelah ini si Letoy harus berterima kasih pada sang nyonya Direktur. karena ia menjadi orang yang beruntung, menjadi pembobol pertahanan gadis bule.


***


Gitu deh gaeees,,,,


Isabel ini sebenarnya gak jahat-jahat banget, tapi karena obsesi pada Dewa bisa sampai seperti itu. buktinya ia masih tersegel. salah mama Dewa juga sih yang berniat menjodohkan mereka.


Udah pada tau dong kalau si sableng udah memiliki gadis impian, kok mau di jodihin sama gadis lain.


Lagi pula yang memiliki kuasa atas si sableng kan eyang, gitu kan ya???


Beruntungnya si Letoy, mungkin mereka berjodoh...


seperti biasa, aku tak minta apapun kecuali dukungan kalian. supaya cerita ini tetep lanjut.


Lots of luv, Chanda 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2