Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Terima balasanku.


__ADS_3

Happy Reading...


Dewa menghela nafas kasar. sejak dari rumah hingga sampai ke kantor Cintya tak berkata apa pun. tetap mengacuhkannya, apapun yang di katakan atau di tawarkan, Cintya tak hirau.


"Cinta, kakak ada meeting sebentar, kamu mau ikut apa nunggu di sini?" tanya Dewa lembut dan ekstra hati-hati. takut jika salah berucap. dan membuat singa yang sedikit jinak itu kembali mengaum.


Cintya mendongak melihat Dewa yang berdiri di sebelah meja kerja nya yang beralih fungsi menjadi showroom pribadinya. tempat ia berselancar di laman belanja online dan yang lainnya.


Mata bulat dengan manik hitam yang terbingkai bulu mata lentik itu menatap datar, tak terlihat ekspresi marah atau kesal seperti yang di tampilan tadi pagi.


"Berapa lama." masih dengan nada datar irit bicara.


"Sekitar dua jam, mungkin kurang."


"Sama pak Alex?"


"Iya, sama Alex. mau ikut? setelah itu kita jalan-jalan. ke manapun kamu mau kakak temenin. kita mangkir hari ini. mau?" kedua tangan kekar itu bertumpu pada lengan kursi membuat posisinya membungkuk di depan wanitanya.


Cintya menggeleng. masih dangan tatapan datar dan mode irit bicara.


"Baiklah, kamu tunggu di sini dan lakukan apapun yang kamu mau. tapi ingat jangan buat masalah." ucapan lembut itu terdengar sangat menusuk.


Cintya cemberut, secara tidak langsung Dewa mengatakan dirinya adalah bilang masalah.


Melihat ekspresi wajah istrinya yang berubah dengan cepat, ketakutan menjalari hati pria itu. rasanya ia menambah daftar kesalahan untuk hari ini.

__ADS_1


"Baiklah.. baiklah... kau boleh lakukan apapun yang kau mau, asal tidak membahayakan dan merugikan orang lain." Dewa masih mendominasi percakapan mereka. dan sepertinya manusia berjenis kelamin perempuan itu masih tak tertarik untuk memberikan suara nya. hingga akhirnya orang yang paling sering keluar masuk ruang itu datang.


"Kita berangkat bos." Alex, sang asisten berbicara dengan kepala dan sebagian tubuhnya yang menyembul di balik pintu tanpa masuk ke dalam.


Lihatlah, betapa kurang ajarnya pria yang menjabat sebagai Asisten Direktur itu. jika saja Dewa tidak dalam mode merayu sang nyonya yang sedang merajuk, pastilah sebuah map akan berakhir di muka sang asisten.


Cintya masih mencerna ucapan Dewa yang mengatakan boleh melakukan apapun asal tidak membahayakan.


Terbesit sebuah ide cemerlang untuk membalas kelakuan si ulat bulu isabel yang membuatnya ingin menerkam dan mencakar muka wanita yang selalu bersikap manis dan kalem itu.


Sedangkan untuk poin kedua, tidak boleh merugikan orang lain. kembali sebuah ide mampir di otak si cantik.


Tak apalah jika Dewa mengatakan dirinya pembuat onar, karena memang dia berencana untuk membuat onar.


Hal pertama yang harus di lakukan adalah membuat Dewa berada di luar kantor lebih lama. karena dirinya pun belum bisa memastikan berapa lama waktu yang di butuhkan untuk menemukan alat atau antek untuk membantunya.


"Kakak berangkat, jadilah cantik seperti biasanya." tangan Dewa terulur untuk mengusap pucuk kepala istrinya. lalu mendarat kan ciuman di kening dan terakhir kecupan singkat di bibir ranum istrinya.


"Gak boleh pulang sebelum ada Es cincau."


"Es Cincau?" Dewa mengulang. ia harus memastikan jika telinganya masih berfungsi dengan baik. Cintya mengangguk meyakinkan.


Tak boleh ada tambahan lagi dalam daftar kesalahan nya pagi ini. jika es cincau permintaan sang nyonya yang mirip ibu hamil itu dapat meringankan hukuman, Dewa pasti akan menurutinya.


"Yakin hanya itu? tak ingin yang lain?" Cintya tampak berfikir.

__ADS_1


"Seblak punya Lucia berdaster jika boleh." ucapnya antusias dengan mata berbinar.


Dewa tersenyum, Cintanya kembali pada mode cerewet. jika seperti ini Dewa bisa bernafas dengan lega. dan itu artinya dirinya akan lepas dari ancaman hukuman dari sang ibu negara.


Dalam hati pria itu ingin tertawa, bagaimana mungkin Cintya mengingat Lucia berdaster si tukang seblak hasil setting an Alex di saat seperti ini. lagipula kejadian itu sudah cukup lama terjadi.


Ini akan jadi hari yang sulit buat Alex.


Dan di depan pintu Alex hampir tergelak. pendengar nama Lucia berdaster di sebutkan, ia seperti sedang reuni saja.


Sebentar lagi Dewa pasti kelimpungan.


Dua orang pria sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. entah siapa yang akan melaksanakan pencarian itu. melihat Itu membuat Cintya dingin menambah hukuman mereka.


"Cintya maunya bukan Es Cincau khas bandung, tapi maunya es cincau asli bandung"


Dewa menelan saliva susah payah. bukankah itu artinya ia harus pergi ke Bandung saat ini juga hanya untuk membeli es cincau.


Alex tak mampu lagi untuk menahan, akhirnya pecah juga tawa pria jelmaan Ken barbie itu.


***


Kira-kira pembalasan apa yang akan di lakukan untuk membuat ulat bulu itu kembali ke sarangnya???


Like komennya geeenks...

__ADS_1


__ADS_2