Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Pagi pertama. (Revisi)


__ADS_3

Happy Reading..


...Setiap pagi bila ku terjaga, engkaulah alasanku untuk tersenyum. engkaulah alasanku untuk mencinta....


...***...


Deburan ombak yang menghantam karang dan kicauan burung camar yang saling bersahutan seolah menjadi alarm bagi dua orang yang masih bergelung dalam selimut.


Dewa dan Cintya, dua orang yang saat ini telah di persatukan dalam arti yang sebenarnya.


Ya, seperti yang di katakan Dewa sebelumnya bahwa malam pertama mereka akan terjadi di villa dekat pantai.


Pagi yang sebenarnya sudah tak bisa di katakan pagi karena waktu yang yang menunjukkan pukul sembilan lebih lima belas menit.


Dewa benar-benar melaksanakan ancaman nya. bergadang ala dirinya. menggagahi istrinya semalaman hingga menjelang pagi ia baru melepaskan Cintya dengan keadaan yang entahlah.


Tolong di ingatkan tentang seminggu yang tertunda, Dewa sedang membalas dendam.


"Morning wife." pria itu bangun terlebih untuk menyambut pagi pertama setelah penyatuan mereka.


"Morning hubby." Cintya mengerjap sebentar lalu kembali terpejam setelah membalas sapaan suaminya.


"Loh kok merem lagi dek," Dewa menoel hidung Cintya dengan hidungnya.


"Capek, ngantuk pengen tidur lagi." Cintya menggeliat di bawah tubuh Dewa yang setengah menindihnya.


Pergerakan yang halus itu membuat si otak mesum langsung memerintah sesuatu yang tertidur di bawah menggeliat menggelepar.


"Apa ini sebuah kode?" Dewa menyambar bibir yang tak mampu tersenyum karena kehabisan tenaga itu.


"Om, udah dong capek." rengek gadis itu karena merasa dirinya tak aman lagi.


"Sebentar saja Cinta, kita lakukan dengan cepat." Dewa mulai ritual bergadang season dua ala dirinya.


Ciuman dan kecupan sebagai awal dari ritual panas di pagi yang mulai menua. lebih tepatnya hampir siang.


Cintya hanya pasrah menerima dengan mata terpejam, matanya mengantuk tubuhnya lelah. namun sentuhan lembut suaminya terlalu nikmat untuk di tolaknya.


Hentakan dan hujaman yang lembut membuatnya terlena dan terasa di awang-awang. Dewa benar-benar mengagungkannya. hingga keduanya merasakan lahar yang menyembur secara bersama. membuat tubuh yang semula lelah menjadi semakin lelah.

__ADS_1


"Mau tiduran aja apa langsung mandi?" tanya si mesum dengan kecupan kecil di bawah telinga gadis yang sudah kehilangan status gadisnya.


"Langsung mandi saja.' sambar Cintya cepat karena merasa tangan Dewa mulai tak dapat di kondisikan.


Dewa terkekeh, melihat Cintya kelimpungan dengan wajah yang lelah.


"Segitu takutnya, bukannya semalam kamu suka?" goda Dewa.


Cintya merengut, kamu lebih suka.


"Yang semalam nikmat kan?"


Cintya melirik, kamu juga nikmati.


"Kakak hebat kan?"


Cintya mendelik, Hebat gundulmu.


Cintya jengah lebih tepatnya malas, Dewa membuat paginya hancur dengan celoteh mesumnya.


"Jadi mandi gak?"


"Kok masih di sini?"


"Lagi nunggu?"


"Siapa,?" Dewa mengernyitkan dahi.


"Kakak ajaib lah!"


"Nih di samping Elu."


"Bukan deh,"


"Lupa nih?"


"enggak."


"Terus?"

__ADS_1


"Gak peka."


"Maksudnya?"


"Gendong, gak ngerti apa ini masih ngilu." tunjuk gadis itu dengan isyarat matanya.


Terpampang di sana sesuatu yang membengkak dengan sedikit darah yang mengering.


Dewa meringis, namun kemudian tersenyum bangga.


"Wow, tanduk gue beringas." ucapan yang mengundang tabokan maut dari si Cantik. membuat Dewa tergelak.


Segera Dewa membawa gadis itu ke dalam bak mandi yang masih kosong lalu menghidupkan kran air panas dengan suhu rendah.


Dewa mengikutinya masuk kedalam bak mandi duduk berhadapan dengan gadis yang berganti status menjadi wanita.


Dewa menarik sebelah kaki Cintya di atas dadanya dan menarik kaki yang lainnya dan menaruhnya di bahu. mengusapnya dan sesekali menciumnya. Dewa begitu memujanya.


Wajah Cintya memerah, entah apa yang di rasakan gadis itu. perlakuan Dewa membuatnya merasa sangat di cintai dan tersanjung.


Dewa benar-benar memujanya. apapun akan pria itu lakukan jika itu menyangkut Cintya. bahkan menjadi budaknya sekalipun.


Berendam dalam busa- busa lembut membuat tubuhnya sedikit rileks dan membuat nyeri di bagian intinya berangsur membaik.


Cintya begitu cantik di mata Dewa hingga ritual mandi yang semula hanya Lima belas menit berganti menjadi durasi tiga puluh menit.


Air dalam bak yang sudah mulai mendingin kembali menjadi panas akibat ulah kedua orang di dalamnya.


***


nih siapa yang minta adegan gendongan udah di kasih, makasih ya mana


Pada Heboh kalo ada Aa Dewa yang hot, Mak keselll....


Kalo Si sableng jadi ini masih pada suka gak???



Lah kok.... 🤣🤣🤣 kali ini maknya yang sableng.

__ADS_1


Duh Jian ganteng tenan, my bocah.


__ADS_2