Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Tingkeban.


__ADS_3

Happy Reading...


Satu bulan setelah perdebatan tentang Babbymoon yang Cintya inginkan, kini di rumah keluarga Mahendra tampak ramai dengan acara tingkeban. yaitu acara selamatan untuk ibu hamil saat usia kandungannya menginjak usia tujuh bulan.


Adapun acara tersebut yang jarang sekali di lakukan oleh masyarakat moderen, namun pada orang-orang yang masih memegang adat jawa yang kental, acara tersebut di lakukan dengan tujuan untuk mendo'akan agar calon ibu di beri kesehatan hingga menjelang kelahiran. dan mendo'akan agar sang jabang bayi terlahir dengan normal dan di beri kelancaran.


Para tetua dari dua keluarga besar telah berkumpul untuk melaksanakan prosesi demi prosesi yang akan di lakukan pada acara tersebut.


Kedua calon orang tua itu tampak bahagia dengan ritual-ritual jawa yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. mulai dari siraman air kembang hingga acara pemecahan kelapa cengkir.


"Kamu cantik banget, jadi pengen." ujar lilian tanpa sadar. membuat pria yang sedang berada di belakangnya seperti tertampar oleh kenyataan.


Kenyataan yang menyakitkan, di mana ia tak pernah merasakan ritual apapun untuk anak pertama mereka.


"Iya, nanti kakak pasti kan merasakan juga." Cintya menggenggam tangan Lilian, ikut merasakan kepedihan yang pernah wanita itu alami. "Benar kan kak?" tanya-nya pada Leo yang berada di belakang Lilian. seketika wajah Lilian memerah karena malu, karena ia tak mengetahui jika Leo berada tepat di belakangnya.


"Iya, kakak janji." entah janji untuk apa, yang pasti saat ini, Leo hanya ingin menegaskan bahwa ia akan menjadi pria yang bertanggung jawab dan ingin menebus segala kesalahan. serta melakukan semua hal yang tak pernah ia lakukan pada Lilian sebagai bentuk kewajibannya.


Lilian hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Leo, jika boleh jujur, ia masih dingin memikirkan hubungannye dengan Leo. ia takut perasaan Leo padanya hanya sebatas rasa tanggung jawab atas Delon. bukan karena perasaan dalam yang sesungguhnya. yaitu Cinta.


Sang calon ibu sudah siap dengan jarik yang melingkar di tubuhnya hingga perutnya yang membuncit tampak lebih besar dari biasanya. kemben yang melingkar pada bagian atas tubuhnya tertutup oleh bunga melati yang di sulam sedemikian rupa pembentuk seperti kebaya pengantin. seta rambutnya yang tergerai, seolah memberikan sambutan pada air jernih yang bercampur dengan bunga-bunga mawar.


Cintya duduk pada pada kursi kayu yang bersebelahan dengan teracotta besar yang berisi kan air bunga. dan di sebelah Cintya tersedia kursi kayu yang akan di tempat oleh sang calon ayah.

__ADS_1


"Dek, laki lo keren banget deh, udah cocok aja tuh gendong bayi kalian pake kain." seperti biasa, Leo tak akan puas sebelum menjejali telinga Cintya dengan kalimat ledekan.


"Iya dong, laki gue gitu loh. emangnya kakak_" ledek Cintya balik.


"Diem lu," sela Leo sebelum Cintya melanjutkan kalimatnya.


Dewa datang dengan menggunakan pakaian adat jawa yang bertelanjang dada. dan pria itu tampak berbeda dari penampilannya setiap hari. yang mana di pundaknya tersampir selembar kain panjang yang di sebut kain gendongan. bukan tanpa alasan Dewa memakainya, karena dalam kain gedongan itu terdapat dua buah kelapa muda yang berwarna kuning.


Adat menggendong itu pun sebagai simbol dari kesiapan Dewa sebagai calon ayah. dimana di pundaknya akan di bebankan seorang anak yang menjadi tanggung jawabnya.


Dewa berjalan mendekat ke tempat Cintya duduk, lalu menyerah kan dua buah kelapa itu di pangkuan Cintya, dan di mulailah prosesi siraman yang di lakukan oleh tujuh orang tetua dari keluarganya.


Setelah acara siraman, dilanjutkan dengan menggelindingkan telur. konon, ritual itu di percaya untuk memberitahu jenis kelamin calon anak mereka. namun percayalah, Dewa dan Cintya tidak mempercayai dan menganggap itu hanyalah mitos. kendati itu sering di percaya oleh sebagian masyarakat.


Acara selanjutnya yaitu memecah kelapa yang di lakukan oleh calon ayah. dan air dari pecahan kelapa tersebut di minum oleh calon ibu. konon, itu di percaya untuk menghalau segala penyakit yang mungkin akan menyerang sang calon ibu pada masa kehamilan. dan lagi-lagi, baik Dewa maupun Cintya tak begitu mempercayai hal itu. kehidupan moderen lebih menarik untuk menjadi pedoman bagi mereka.


Setelah seluruh ritual di lakukan, malam hari di adakan pengajian dan do'a-do'a untuk keselamatan ibu dan calon bayi.


"


Malam ini, Leo sengaja meminta Lilian untuk menginap di rumahnya. awalnya lilian menolak karena ikatan mereka belum di resmikan. namun karena Delon, maka Lilian mau tak mau menurutinya.


Seperti keluarga harmonis lainnya, malam ini setelah pengajian, Seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga.

__ADS_1


"Lilian, apa kamu keberatan jika setelah Cintya melahirkan, pernikahan kamu dan Leo di langsung kan?" Lilian terkesiap lantaran yang berbicara adalah kakek Mahendra. ia bahkan bingung mau menjawab apa. karena ia juga belum memberikan jawaban yang pasti pada Leo tentang kesiapannya.


"I_itu, saya_"


"Kenapa anak, apa kamu gak ingin petanggung jawaban Leo?" ibu bertanya.


"Jika kamu tak menginkan untuk dirimu, setidaknya biar kan aku bertanggung jawab untuk Delon."


"Tapi,,,"


"Apa lagi sih lian? lo gak kasihan sama Delon, gak usah egois deh." Dewa menimpali.


"Emm,,, baiklah, tapi saya mau Leo mengatakan niatan baiknya pada papa Rendra." Akhirnya jawaban yang sangat Leo tunggu pun meluncur tanpa halangan.


"Makasih, aku akan tebus semua yang aku rampas dari kamu." janji Leo seraya memeluk Lilian membuat semuanya tersenyum lega. termasuk pasangan yang seperti tak punya malu mengumbar kemesraan di mana pun mereka berada.


"Jadi kapan kita babymoon?"


Leo memutar bola mata malas, seperti anak kecil yang tak bisa di janjian apapun, Cintya pasti akan menagih terus sampai keinginannya terwujud.


Begitulah ibu hamil dengan segala keinginannya yang harus terpenuhi.


Jenuh ya, konfliknya tinggal satu ya gengs,, habis itu kita ketemu dengan kata End.

__ADS_1


tetap berikan dukungan untuk karya ini, karena dukungan kalian semangat Author.


__ADS_2