Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Langit.


__ADS_3

Kalian kangen diriku kah???


Pasti enggak yah, sedih aku tuh,,,


Happy Reading... aja deh,,,


***


"Ini kenapa sih pake beginian?" Dewa menyentuh mahkota dari rangkaian bungan di pucuk kepala Cintya.


"Biar cantik pas twins nanti datang." jawab Cintya jenaka membuat semua orang menggelengkan kepala karena kekonyolannya.


"Padahal mereka gak akan bisa lihat kamu dek," Leo menggelengkan kepala. tak habis pikir dengan tingkah adiknya.


Cintya mencebik, biar saja mereka berkata apa. yang penting hari ini ia ingin tampil cantik saat menyambut kedatangan anaknya.


Dewa memperhatikan Cintya dalam diam.


"Kenapa?" Cintya bertanya karena Dewa hanya tersenyum menatap tanpa berkata.


"Kamu cantik." Cintya tersipu.


"Apa hari ini saja?"


"Tidak."


"Kenapa baru bilang?"


Dewa mengambil kedua tangan Cintya, menggenggamnya lalu menciumnya.


"Kemarin-kemarin kakak lupa." Dewa nyengir.


"Isssh... mulutnya." Cintya cemberut lalu tersenyum.


"Makasih."


"Untuk?"


"Untuk perjuangan mu mengantarkan Twins untuk melihat dunia."


"Bukankah kakak juga ikut merasakannya?"

__ADS_1


"Tapi tidak lebih berat dari kamu."


"Yakin?"


Sumpah! Dewa ingin sekali menonjok muka Leo yang sudah berani mematahkan momen romantisnya.


"Yang gue lihat gak gitu tadi, ya kan pak Alex?" Leo meminta persetujuan.


"Ya bang, betul. Dewa mah luarnya doang garang, dalem nya mah mental kripik dia."


Semua orang tergelak Dewa sampai harus mendengus kesal sendiri. sekarang musuhnya semakin banyak saja.


Gara-gara pingsan sialan!


"Dewa apa kamu tidak mau mengadzani si kembar?" papa menghentikan perseteruan tiga pria dewasa itu.


"Bukannya tadi sudah?"


"Tapi kamu kan bapakanya, masak gak mau ngadzani, kewajiban kamu itu."


"Semua orang juga sudah, tinggal elo doang yang belum."


"Termasuk Alex?"


"Emang lu bisa adzan? gak percaya gue."


"Ya udah sih lo bersihin aja kuping anak-anak lo dari bisikan gue.


"Lu bisikin apa di kuping anak-anak gue?"


"Gue do'a in mereka lah!"


" Do'a apa an?"


"Gue tadi bilang mereka gini," Alex menjeda ucapannya sengaja ingin melihat wajah penasaran Dewa. "dek, nanti kalo kalian udah gede, kalian harus lebih dari orang tua kalian."


Semua orang menatap Alex.


"Maksud lu apaan Lex bisikin kayak gitu? gila."


Dewa gusar. hampir saja ia meraih keranjang buah di atas nakas lalu melemparnya jeans Alex.

__ADS_1


"Dengerin dulu sama telinga lo, gue udah bagus banget ini niatnya."


"Gini ya Bos, semua yang ada pada kalian, tanpa kecuali. semoga twins lebih dari kalian. kalo kalian baik ya berarti mereka lebih baik. kalo kalian_ ya pokonya gitu lah."


"Buruk!" Leo membeo.


"Maksudnya bang?"


"Bini lo cerewet, suka rusuh, tukang onar, bisa jadi anak lo lebih dari itu, ngeri gue!"


Dewa melotot, memandang Horor ke arah Alex yang nyengir tanpa dosa.


Sialaaaaaan!


"Apalagi elo, ingatkan remaja elo kayak gimana?" Leo terkekeh.


Tidaaaaak!


Dewa menggeleng cepat, dalam hati ia merapalkan do'a semoga anak-anaknya tak akan jadi seperti itu. dengan membayangkannya saja Dewa sudah kalang kabut. apalagi menghadapi mereka nanti.


"Sudah,, sudah,, ayo Dewa Adzani anak kamu."


Ibu membangunkan Dewa dari lamunannya saat dua orang perawat membawa baby Twins masuk kedalam ruang perawatan Cintya.


Dewa dengan penuh haru dan linangan air mata mengadzani kedua anaknya dan tidak lupa membisikkan kalimat iqamah di telinga kiri mereka.


Dewa berdo'a semoga kedua anaknya menjadi anak yang baik tak seperti dirinya yang kurang beruntung karena terlahir dari keterpaksaan. Dan Dewa berjanji bahwa nasibnya tidak akan di alami oleh kedua anaknya.


"Bismillah,,, Selamat datang Akash, selamat datang Akhza."


Dewa memberikan nama kedua anaknya Akash dan akhza yang berarti langit dengan harapan agar anak-anaknya menjadi orang tinggi yang mampu melindungi dan menjadi panutan.


End.


Yeeeee,,, akhirnya Sang Casanova bertemu dengan kata end. terima kasih telah mengikuti kisah ini.


Harapan Author, semoga kalian terhibur. tak banyak yang author minta, cukup berikan dukungan kalian. jempol kalian sangat berharga. tanpa kalian author bukan siapa-siapa.


Bonus Chapternya menyusul, slow up, jadi jangan buru-buru unfav.


Akhir dari kisah isabel nanti di ulas di last chapt. Dan semoga kalian juga menyukai kisah bang Leo di Segenggam Asa*.

__ADS_1



__ADS_2