Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Tutorial bercinta.


__ADS_3

Happy Reading...


Babu ganteng takut miskin." Leo dan Cintya tergelak bersama. sungguh pasangan kakak beradik yang sangat kompak.


Mereka tak tahu saja jika obyek yang sedang mereka tertawakan sedang dilanda keresahan.


"Jadi beneran lu kasih syarat itu dek?" Leo tak puas hanya mendengar cerita dari Cintya. kembali ia menegaskan..


"He'em." Cintya meyakinkan.


"Tumben kali ini Lo pinter, biasanya juga pinter bikin onar doang." itu cibiran apa sanjungan? eh...


"Sebenarnya niat awalnya sih Cintya iseng, tapi demi liat reaksinya yang biasanya nyebelin itu, Cintya malah tertarik buat mendalami peran ." Cintya nyengir kuda.


"Jangan bilang elu yang udah jatuh cinta duluan sama si Dewa sableng itu?' Leo memandang dengan tatapan curiga.


"Dia emang sableng, tapi sebenarnya dia baik loh kak."


"Eh, itu pujian apa pernyataan? tapi lo beneran gak terjerat sama pesona si casanova itu kan?" Kembali leo menegaskan.


"Kakak apaan sih, ya enggak lah!" Kilah Cintya yakin.


"Lagi pula terlepas dari semua ini, Cintya gak akan batalin perjodohan ini. Cintya gak akan kecewain kakek." lirih gadis itu lagi.


"Ya, lo benar. kakek pasti sedih jika gak bisa penuhi janjinya. dan sayangnya lo yang harus jadi korban." Leo mengelus kepala Cintya dengan sayang.


Ia tahu bagaimana beratnya Cintya menerima keputusan kakek. siapapun tak dapat menolak perintah pria tua itu. bukakankah selalu ada pelangi setelah hujan. meski tidak selalu teori itu benar. Selalu ada hal yang baik setelah kejadian buruk.

__ADS_1


Leo dan Cintya masih saling diam. menyelami fikiran masing-masing. hingga ide konyol itu muncul di kepala sang pria dingin itu.


"Dek, gimana kalau kita kerjain si babu ganteng itu." Leo mengutarakan apa yang terlintas di otaknya.


Cintya yang juga memiliki otak jahil selevel Dewa pun mendengarkan dengan mata berbinar.


Jika Dewa yang mau menuruti apapun keinginan Cintya supaya dirinya tak membatalkan perjodohan itu, pasti ia juga akan menuruti apapun syarat yang diberikan Leo untuknya. begitulah kira-kira batin Cintya.


"Emang kakak mau ngapain?"


Leo membisikkan sesuatu di telinga Cintya hingga gadis itu mengangguk tanda mengerti dan sesekali terkikik.


"Gimana, lo setuju kan?" Cintya mengangguk antusias.


"Biar tahu rasa tuh gimana rasanya susah." Kembali gadis berpiyama pororo itu mengangguk.


Entah apa ide yang di sampaikan oleh Leo sehingga mereka begitu antusias untuk segera merealisasikan ide itu.


"Gampang itu mah, kakak punya rencana cadangan kok. sekalian kakak mau balas dia." Cintya diam mencerna ucapan Leo, ada bagian dari kalimat yang diucapkan Leo yang tak ia mengerti.


"Tunggu deh, kakak mau balas kak Dewa masalah apa? emang kakak pernah punya masalah sama dia?" Cintya memandang curiga dengan mata bening miliknya.


"Eng.. enggak. gak ada masalah apapun. tenang saja." Leo tergagap. bola matanya bergerak gelisah semakin membuat Cintya curiga.


Karena tak biasanya Leo membicarakan tentang balas membalas. pria itu cukup tenang dalam hal apapun. meski terkesan dingin, namun Leo adalah tipe pria yang bijaksana dan tak pernah bertindak gegabah dengan melakukan kekerasan. tapi jangan tanyakan saat ia sedang marah.tentunya jiwa singa dalam dirinya pasti akan bangkit dengan sendirinya.


"Yakin?" Cintya masih tak puas dengan jawaban Leo yang terkesan mencurigakan.

__ADS_1


"Iya, gak ada apa-apa. jangan curigaan mulu. dosa nanti." Leo mengacak rambut Cintya lalu pergi dari tempat duduknya, menuju ke dalam kamar miliknya yang ada disebelah kamar Cintya melalui pintu yang ada di balkon yang sama dengan Cintya.


Di tempat lain yang jauh dari kata bermanfaat, Dewa masih bersama dengan teman seperguruannya. sama-sama dari aliran sesat.


"Terus rencana lu ngapain sekarang." Zack yang juga tak pernah terlibat dengan hubungan serius itu pun bertanya.


"Kagak tau gue harus ngapain. bingung. masalah ini lebih ribet dan lebih rumit dari sebuah tender milik negara. buntu gue gak bisa mikir nyampe sana." ucap Dewa lesu.


Jangan tanyakan bagaimana penampilannya saat ini. jas yang tergeletak tak berdaya di sudut sofa, dasi yang tersampir asal di lehernya serta lengan kemeja yang di lipat asal sampai siku.


Dan jangan lupakan Rambut yang biasanya di sisir rapi dan klimis, kini berantakan tak beraturan karena ulah tangannya yang berkali-kali menyugar lalu menariknya.


Frustasi, dewa benar-benar frustasi karena permintaan gadis bar-bar yang tak lain dan tak bukan adalah calon istrinya.


"Kayaknya lu harus kursus bercinta dulu deh Wa." sebuah ide yang tak terlalu keren mencuat dari bibir tebal pria berkebangsaan indo blasteran Inggris itu. Alex.


"Kagak perlu, hapal gue teori bercinta. udah tamat udah end buku nya pun udah gue bikin kapal-kapalan." tak hanya Alex yang konyol dan sepertinya sang Direktur itu pun ikutan menyumbangkan ide konyol.


"Kalau itu gue percaya, dulu kita kan satu kelas." Celetuk Zack menyetujui.


Tak urung tiga pria dewasa. minim akhlak itu terbahak bersama. dan bersamaan dengan itu seorang wanita menghampiri ketiganya.


"Hai,,, "sapanya dengan senyum indah merekah.


***


Jejaknya gengs...

__ADS_1


__ADS_2