Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Sebuah fakta.


__ADS_3

Happy Reading...


Dengan langkah lebar dan senyum mesum mengerikan pelayan tersebut berlalu dari hadapan Dewa dan teman- temannya. dan kini Dewa bisa bernafas lega karena terbebas dari rasa bersalah yang menjeratnya sejak dua tahun terakhir.


Setelah kepergian pria yang Dewa sewa untuk menggantikan dirinya menggagahi Lucia, Kembali trio sableng itu berembuk.


"Elu dapet video itu darimana?" tanya Dewa serius menatap wajah Zack yang sedang memasang tampang tengil. sok hebat.


"Elo tanyain itu? elo hina gue?" jawab Zack sok gaya.


"Udah jawab aja napa sih, rempong amat Lo kayak emak komplek." Alex meraup wajah Zack gemes.


"Ya gue rekam lah, masa iya gue ngintilin elu. dosa banget gue," jawab Zack pongah.


"Jiah kagak sadar dia gudangnya dosa," Alex tertawa meremehkan.


Zack nyengir, "kita kan satu kelas."


"Berisik kalian," Hardik Dewa membuat keduanya bungkam.


"Oke, oke gue bakal cerita sama elo." Jawab Zack cepat sebelum ketua geng trio sableng ngamuk.


Zack mengambil nafas sebelum bercerita. seolah yang akan di ceritakan adalah rahasia negara. meski yang akan mereka bicarakan hanyalah Video amatir, setidaknya mendramatisir keadaan cukup untuk membuatnya tampak keren.


Dewa melotot memberi intruksi agar cepat memulainya sedangkan Alex memutar bola mata malas. teman satunya ini memang sangat lebay dalam segala hal.


"Lo inget gak sebelum kejadian itu, elo nyolong kaca mata gue," Zack mengawali cerita.


Dewa terlihat diam, tampak sedang mengingat. "Kaca mata KW aja elu inget," jawab Dewa yang artinya dia mengingatnya.


"Enak aja Lo, biar KW juga elo musti bilang terima kasih ma dia." Zack sewot merasa terhina.


"Oke, sampein ke dia rasa terima kasih gue. dia pasti bangga dapat salam dari pangeran tampan rupawan bak Dewa Yunani pewaris tunggal kerajaan bisnis Herlambang." Ujar Dewa pongah membuat Alex si asisten durjana menarik sudut bibirnya ke atas.


"Pangeran kegelapan maksud Lo?" sambar Zack jengah.


"Kemana aja sih kalian selama ini, emang lu gak pernah perhatiin wajah gue bener-bener. di pandang dari sudut manapun gue tampan no oplas." Jawab Dewa penuh kenarsisan.


Kembali Alex di buat jengah, serasa ingin muntah udara. Bosnya selain sableng juga narsisnya kebangetan.

__ADS_1


"Bukan oplas tapi aspal. udah lanjut, bosen gue liat lo muji diri terus," Alex protes. hilang sudah rasa takut yang beberapa saat lalu melanda dirinya.


"Elu cuma iri Lex, tampang elu emang modelan babu. jadi pasrah aja, cukup dengerin gue sama perhatiin kegantengan gue yang paripurna ini." ucapan Dewa semakin membuat Alex ingin muntah sekaligus mencakar muka bosnya. agar sama buruknya dengan penampilannya.


"Lanjut gak nih, gue kawinin juga kalian," Zack gerah, selalu saja bertengkar untuk hal yang tak masuk akal.


"Lanjut" Dewa dan Alex kompak.


"Oke, karena elu udah promosi kekayaan elu tadi, jadi sebagai imbalan atas info berharga ini gue minta koleksi Lambo punya elu, gimana?" Zack tak ingin rugi begitu saja. tentunya ada harga yang harus di bayar untuk info sepenting ini dan di saat segenting ini.


"Tak masalah," jawab Dewa ringan, seringan kapas.


"Mantep," Zack sumringah.


"Kok gitu, gue aja di suruh bayar tagihan gue sendiri. gue kan jongos setia elo Wa," Alex protes tak terima.


"Itu karena elu udah bikin kesalahan fatal." Jawab Zack dan Dewa bersama.


Kompak sekalee. ujar Alex dalam hati. pria keturunan negara kerajaan itu tersenyum kecut.


"Senep gue liat muka Lo, sok berjasa." Zack nyengir mendengar umpatan Alex.


"Ngapain elu pasang kek begituan, dasar maling Lo!"


"Whoy bego, justru karena Lo punya temen maling kayak gue makanya Lo aman perusahaan Lo ayem tentrem gak ada yang bisa nerobos sistem elu, bener gak gue ngomong." Cerca Zack yang memang ahli meretas sekaligus mengamankan sistem perusahaan.


"Tapi kenapa harus sampe dua taon begooo, udah banyak duit gue masuk ke rekening tuh sundel bolong." Dewa geram hingga harus berteriak.


"Sorry, bukan salah gue juga. waktu Lo bawa itu kaca mata, gue belum sempurnain. nah kemarin itu juga gue baru otak-atik laptop gue, eh Nemu yang gelap-gelap asoy." Zack kembali nyengir sok hebat.


"Jadi elo udah liat kejadian malam itu kan?" Zack mengangguk.


"Meski tuh ruang gelap, tapi gue masih bisa ngenalin elo yang sablengnya selevel gue." Dewa berdecih namun hatinya membenarkan.


"Sebelum kalian mulai, gue liat elu terima telpon terus elo nyelonong pergi. di menit ke lima gue liat orang laen masuk, entah siapa dia." Zack memperlihatkan hasil rekaman yang sedikit buram dengan potongan adegan yang tak sempurna.


"Nah, gue inget banget. waktu itu elo mabuk tapi eyang lo maksa elo balik kerumah. terus mobil Lo nyungsep di selokan," Alex tertawa mengingatnya.


Bukannya senang Dewa malah menjambak gemes rambut Alex hingga empunya meringis.

__ADS_1


"Elu juga ngapain baru ngomong setaan." Dewa histeris.


"Elo juga gak yakin waktu itu karena CCTV di kamar itu rusak, ya kan?" Alex membela diri.


"Lebih tepatnya di rusak."


"Apa???"


"Ada yang sengaja merusak rekaman CCTV, jadi ceritanya elo telat, pelakunya sengaja bikin masalah buat elo. lebih tepatnya mau jebak elo." Dewa masih menyimak.


"Terus,"


"Memang Lucia ingetnya elo yang udah bikin dia, karena salah elo sendiri yang nawari dia posisi anteng di perusahaan dia dengan syarat gila elo itu." Zack melanjutkan.


"Dia bilangnya udah gak ORI, tapi kan kalian tau sendiri gue gak pernah mau maen begituan. kok bisa dia bikin kisah gue yang jebol punya dia sampe rahimnya rusak." Dewa menambahkan.


"Nah itu dia intinya. Lucia mabok jadi dia gak tau siapa yang sebenarnya udah gagahin dia hingga jebol. dan untuk rusaknya rahim dia gue sama sekali gak tau." Imbuh Zack lagi.


"Elu udah bawa dia periksa kan waktu itu, dan hasil dari dokter menunjukkan ada yang sengaja bikin rusak rahimnya dengan konsumsi obat. bisa jadi dia sendiri yang udah minum tuh racun buat jebak elu." Alex memberikan opininya.


"Bisa juga pria yang udah gagahin dia yang udah kasih obat. tentunya ada rencana buat hancurin elo." Alex memaparkan hasil pemikirannya. pria sableng dengan kecerdasan di atas rata-rata.


"Sialan, elo ngumpet kemana aja dari dua taon ini. tau gini tuh duit buat kalian aja." Bukannya senang Dewa makin geram.


"Kan tadi gue udah bilang, gue nemu nih Vidio, nah untung kan gue nemunya di saat yang tepat."


"Menurut Lo siapa yang berani lakuin ini ke elo?"


"Lex, inget gak kita ketemu Nathan waktu itu di loby."


"Sama mantan elo itu kan?" Alex menjawab.


"Fix dia Nathan, liat gesturnya gue kenal banget." Dewa kembali menelisik dan menajamkan penglihatannya pada Vidio di gawai milik Zack.


"Sialan!" umpat Dewa. "Cari mati dia."


"Libas bos!" Alex mengompori.


"Mau libas siapa Lo?".

__ADS_1


Ketiga trio sableng kompak menoleh...


__ADS_2