Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Sepasang Duyung.


__ADS_3

Happy reading...


Pagi itu, Dewa mengendarai sendiri mobil sportnya di bawah naungan matahari yang belum terlalu terik.


Cerahnya matahari seolah mewakili cerahnya hati gadis itu yang sedang duduk di sampingnya, membuat gadis itu nampak lebih cantik dari biasanya.


Dewa melirik ke arah gadis yang sedang duduk anteng di sebelahnya. "Lu ngapain sih cil gue perhatiin dari tadi senyum-senyum mulu jadi ngeri gue."


"Lagi seneng aja." jawab gadis itu ringan.


"Gue kira lu kesambet." Dewa tertawa singkat.


"Udah jangan mulai deh Om." sewot Cintya yang mulai kesal.


"Mulai apaan? orang dari tadi gue gak ngapa-ngapain elu, elu aja kali yang berfikir terlalu berlebihan tentang gue. ckk"


Cintya lebih memilih tak menanggapi. gadis itu lebih memilih melempar pandangannya ke luar jandela dari pada beradu mulut dengan pria di belakang kemudi yang bisa kapan saja membuatnya kesal.


Diam untuk beberapa saat, sebelum Dewa memutuskan untuk bertanya.


"Boleh gak gue tanya sesuatu tentang kakak elu."


"Mau tanya apa?"


"Apa Leo udah memiliki seseorang yang..." Dewa ragu untuk melanjutkan.


"Yang?" Cintya menggantung ucapannya.

__ADS_1


"Yang penting dalam hidupnya seperti kekasih misalnya,atau orang yang di sayang mungkin?"


"Pacar maksud om?" Dewa mengangguk mengiyakan.


"Kak Leo itu orangnya tertutup. dia gak pernah menceritakan masalah pribadinya pada siapa pun. kecuali sama ibu. jadi untuk masalah itu, Cintya sendiri kurang begitu faham. emang kenapa om tanyain masalah itu." Cintya menoleh menatap ke Arah Dewa yang fokus menghadap ke arah jalanan.


"Gak kenapa-kenapa cuma pingin tau aja calon kakak ipar gue orangnya kayak gimana."


"Kak Leo itu orangnya, Ya... baiklah, gak kayak om." Cintya serius menatap wajah Dewa dari arah samping.


"Lah emang gue kenapa?" segera Dewa menoleh ke arah samping berhadapan dengan wajah cantik gadis dengan wajah seputih Barbie itu.


"Mesum dan nyebelin." ucap ya dengan sedikit menaikkan sudut bibirnya


"Enak kali cil punya suami mesum kayak gue, bikin hati bahagia. kalau bahagia bisa panjang umur." Dewa memberi penjelasan yang tak masuk akal menurut cintya.


"Dasar anak kecil kagak percayaan amat sih." Dewa tersenyum. satu poin untuknya bisa membuat Cintya hampir menaikkan suaranya.


Kini Mobil Dewa telah sampai di tempat yang mereka tuju. tempat yang sama yang pernah membuat Cintya berteriak marah karena di bohongi beberapa Minggu lalu.


"Wow keren banget, seger lagi." Cintya merentangkan tangannya menghirup dalam-dalam angin yang membawa aroma laut hingga paru-parunya penuh.


"Kalau lu seneng di sini, lu bisa tinggal di sini dari sekarang." Ucap Dewa berdiri di belakang Cintya agak ke samping. sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana memandang ke arah yang sama dengan gadis di sampingnya. berlagak ia lah model yang sedang di potret oleh alam.


"Ogah, emang Cintya mau ngapain di sini sendirian."


"Kali aja lu pengen jadi Putri duyung ala ala, berenang seharian di laut Sono noh." ucap Dewa sambil menunjuk laut lepas dengan gulungan ombak yang menghantam bebatuan yang menjadi pondasi Villa megah itu.

__ADS_1


"Kalau ada putri duyung tentu harus ada pangeran duyung dong." ucapnya sambil terkikik. tapi ia tak menyadari jika ucapannya itu mengundang sebuah rencana jail di otak pria yang sedang melirik padanya.


"Gue mah gak pa pa jadi Pangeran duyung demi bisa..." Dewa tersenyum nakal.


"Idihh!!! mulai kerja nih setan mesumnya." Cintya pergi meninggalkan Dewa dengan kekehannya.


"Pasti romantis deh cil, gimana kalau konsep pernikahan pake tema dunia laut." Poin kedua untuk Dewa berhasil membuat gadis berblazer maron itu mendelik ke arahnya.


"Yaudah Om kawinnya sama putri dugong. Cintya mah ogah berendam di laut."


"Kan malemnya gue angetin Cil." sepertinya ini akan jadi poin ke tiga buat DEWA.


"Sorry gak napsu gue sama Om-om mesum." Satu poin buat Cintya karena berhasil membuat Dewa melotot.


"Beneran nantangin gue lu? gladi resik sekarang yuk." ucapnya sambil mengejar Cintya yang sudah berlari menuruni tangga.


***


Berhasilkah Dewa mengajak Cintya gladi resik ala dirinya???


Terima kasih yang udah mampir. kunjungi karya Author yang lain.


Someday


Daddy's Love


Pesona sang Muhallil

__ADS_1


Like Comment and VOTE.


__ADS_2