Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Kamar Hotel.


__ADS_3

Sebelum happy reading,, othor mau curhat ah, gak papa kan yah????


Gini lo gess, setiap aku mau up, aku intip dulu itu muka si Dewa tapi kok tetep manis ya, kan aku jadinya semangat ngehalunya,,,


Tapi pas aku liat jempolnya gak naik-naik, komennya juga makin dikit, apa Dewa udah gak menarik ya???


Ya udah deh ya, dengan di iringi dengusan males aku tetep nulis kok, demi kalian yang masih setia kasih dukungan. biar cerita Dewa cepat kelar aku lanjut kisah si Alex. jadi jangan minta Alex jadi partnernya si ulat bulu. jawabannya BIG NO!


Alex anak baik kok jadi harus dapet yang baik juga. wkkkk...


oke deh, Happy Reading aja ya...


***


Happy Reading...


No.205 Niagara hotel. begitulah pesan yang masuk ke dalam gawainya sejak satu jam yang lalu. butuh waktu dua puluh menit untuk Isabel mencerna isi pesan tersebut. sebelum akhirnya ia menyadari bahwa itu adalah kode dari seseorang yang selama beberapa hari menghantuinya lewat pesan-pesan manis dan romantis. dan selalu tepat tengah malam datangnya.


Senyum tipis tersungging di kedua sudut bibirnya. apalagi setelah ia menerima pesan kedua yang berisi ciri-ciri pengirimnya. senyumnya semakin melebar saat punggung yang terbalut jas hitam mewah dan mahal itu menghiasi layar di pesan ketiga yang ia terima.


Di sini lah ia berada, di sebuah lobi hotel yang terletak tidak jauh dari pusat kota. hotel yang tidak terlalu mewah namun lumayan nyaman.


Ada pertanyaan kenapa hotel seperti ini yang pria itu pilih, bukankah ia cukup mampu untuk menyewa hotel mewah yang berada di pusat kota.


Lupakan tentang hotel mewah, karena ini adalah sebuah sesuatu hal yang harus di lakukan secara sembunyi sembunyi. tolong di garis bawahi bagian sembunyi sembunyi itu tadi.


Masa bodoh dengan kemewahan hotel yang terpenting saat ini adalah ia berada dalam jarak sejengkal dengan apa yang di inginkannya.


"Nona Isabel, ini kunci kamar anda dan ini hadiah anda."


Sambut resepsionis yang saat itu mendapatkan perintah khusus dari sang manajer hotel. memberikan sebuah kotak persegi yag entah apa isinya.


"Ini hadiah apa?" tanya Isabel tak mengerti.


"Maaf, kami kurang mengerti, namun seseorang yang menyewa kamar tersebut ingin kami memberikan nya kepada tanda."

__ADS_1


"Oh begitu, terima kasih." dengan senyum merekah Isabel menerima box berwarna putih itu.


Langkahnya sangat ringan dan riang. berjalan memasuki lift yang kebetulan sedang kosong. tak banyak yang lalu lalang di hotel tersebut, mungkin karena hotelnya terpencil dan tidak terlalu terkenal.


Ting,


Suara dentingan terdengar menandakan Isabel telah sampai di atas lantai yang di tuju. dan hanya beberapa kali belokan kakinya telah sampai di depan kamar dengan nomor yang sama dengan yang tertera di pesan yang ia terima.


Aroma khas maskulin seorang pria yang sangat ia kenal menguar saat kakinya melangkah masuk.


Senyum itu semakin lebar saat ia mendapati secarik kertas yang ditindih dengan segelas air putih dan ada setangkai bunga mawar merah di samping nya.


Bunga yang cantik untuk wanita tercantik.


Begitulah yang ia baca dari aksara yang terukir indah di atas memo kecil berhias bunga mawar di bawanya.


Ah, romantisnya.


Begitulah yang ia rasakan dalam hatinya.


Isabel bergerak memindai kamar yang akan ia bayangkan menjadi tempatnya menggapai puncak nirwana. hingga ia teringat sebuah kotak yang ia tinggalkan di atas meja. di sebelah kelopak bunga yang ia hirup.


Aroma ini.


Ah sudahlah, aroma mawar memang seperti itu. ia tak perlu memikirkannya terlalu dalam.


Bergerak untuk membuka kotak, ia terperangah. sebuah lingerie warna merah yang sangat tipis. siapapun yang memakainya pasti akan membuatnya risih. tapi tidak dengan Isabel. gadis itu justru sangat senang.


Aku ingin kau memakainya beserta parfumnya.


Begitulah memo kecil yang terselip di dalamnya.


Isabel melambung di buatnya.


Dengan segera ia menanggalkan pakaiannya dan berganti dengan pakaian tak beradab lengkap beserta parfum yang aromanya membuatnya terbuai sendiri.

__ADS_1


Aku akan datang dalam sepuluh menit. matikan lampu kamar. aku ingin melihat keseksianmu dalam keremangan.


Satu pesan masuk ke dalam gawainya. membuat debaran di jantungnya semakin menggila. dan mendadak tubuhnya merasa panas. sepertinya terlalu gugup.


Satu menit.


Lima menit.


Sepuluh menit.


Waktu yang di tentukan sudah lewat sejak beberapa menit yang lalu. Isabel semakin resah. ia merasa panas dan haus. ia membutuhkan air, jika tidak ia akan pingsan karena kehausan. bahkan kini tubuhnya bergerak gelisah.


Tak tahu dengan yang terjadi dengan dirinya, isabel semakin gelisah. apalagi panas dalam dirinya membuatnya tak nyaman. ia membutuhkan sesuatu.


Dengan gelisah dan sedikit gemetar Isabel meraih satu-satunya sumber kehidupan dalam kamarnya. karena tak mungkin ia meminum air mandi bukan, ia menghabiskan air dalam gelas dalam beberapa tegukan hingga tandas.


Sepertinya ia mulai tenang. terbukti ia duduk di tepian ranjang dengan memegang setangkai mawar dan menghirupnya.


Lagi-lagi ia merasa aneh dengan aromanya. sekali lagi ia menghalau keanehan dalam wangi bunga itu. dan kenapa lagi dengan tubuhnya, ia kembali merasa kepanasan seperti beberapa saat lalu.


Bersamaan dengan itu ia mendengar suara pintu terbuka. dalam kegelapan ia samar-samar dari melihat tubuh tinggi menjulang di depan pintu. dengan langkah tegapnya pria itu mendekat.


Tak sempat untuk wanita itu mengenali siapa lelaki yang berjalan ke arahnya. pikirannya telah terpecah antara panas di tubuhnya dan gairah dalam dirinya.


Tanpa menungggu lama, tubuh semampai nya menubruk pria yang bahkan belum bersuara. lantas ia memeluk erat dan mencium rakus penuh na*su. bahkan untuk melihat wajahnya pun Isabel rasa tidak perlu. cukup dengan mengenali aroma maskulin dari tubuh pria itu. aroma yang selalu menggoda dan menggelitik fantasinya.


"Dewa..


jeng..jeng..jeng...


***


Cari perkara gak sih...


Minta di getok apa?..

__ADS_1


__ADS_2