Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Salad nya Enak.


__ADS_3

Tuh kan aku beneran libur, maapin ya gess, lagi banyak kerjaan, jadi gitu ya...


Happy Reading aja deh,,


***


"Aku tau deh gimana caranya balas Isabel." Cintya masih menikmati salad buahnya sedangkan Dewa masih seru dengan usapan-usapan lembut di perut Cintya yang di sambut dengan tendangan kecil oleh dua makhluk mungil yang bersarang dalam perut Cintya.


"Gimana caranya?" Dewa menghentikan usapannya dan kini beralih merambat semakin ke bawah menuju."Aww,," tabokan kedua berhasil Cintya layangkan atas keisengan tangan Dewa.


"Nikahkan saja dengan Si Letoy."


"Whaaaaaat!"


"Biasa aja deh, gak usah heboh gitu." Cintya mendelik sewot. "jangan-jangan Om yang gak rela Isabel nikah sama Andika." ujarnya lagi dengan nada yang sama.


Dewa tersenyum geli, bahkan di tengah kemarahannya Cintya masih mampu menelan makanannya. "Saladnya enak banget ya Dek?"


Cintya mengangguk."gak usah ngalihin pembicaraan."


Dewa menyandarkan tubuhnya pada satu sisi memberikan kenyamanan Cintya untuk bersandar. "emang kamu bisa bikin mereka nikah?"


"Kita paksa saja, lagian Andika mau kok tanggung jawab atas Isabel."


"Kalo Isabel gak mau gimana?"

__ADS_1


"Ya kita paksa."


"Gak segampang itu Cinta, kita bisa di tuntut atas dasar penipuan." Dewa masih mengusap-usap perut membuncit itu dengan lembut. bibirnya tak membiarkan tinggal diam. menyusuri tiap inci dari pundak hingga cuping dan tengkuk Cintya.


"Kita bisa gunakan_ awww, jangan gigit kakak, sakit." tak hirau, Dewa semakin menjadi-jadi. "Dengerin dulu_ Eungggh." satu desah*an los dari bibir Cintya membuat Dewa semakin bersemangat.


"Dek, papi kangen sama Twins." ujar Dewa dengan suara memberat dan serak. papi jenguk ya?" pintanyantanpa ragu membuat cibtya seketika menghentikan makannya, menoleh wajah Dewa yang sudah menunjukkan tanda-tanda pria itu sedang kepanasan.


"Semalem kan udah?,,ssh." protes Cintya tertelan desisan karena tangan Dewa sudah bergerak kemana-mana. "tadi pagi juga."


"Kamu manis banget, kakak suka." tak menunggu lama Dewa ******* bibir Cintya dengan sangat lembut. tangan kanannya menekan tengkuk untuk memperdalam ciuman mereka yang semakin menuntut. dan tangan kirinya bergerilya kemana-mana di balik dress hamil Cintya yang sudah tersingkap. meremas tungkai semulus buah pualam itu untuk memberikan. sensasi lebih. "kita lanjutkan di dalam."


Dengan satu sentakan tanpa kesulitan, Dewa mengangkat cintya dan membopongnya masuk ke dalam melewati pintu samping.


Pria itu sudah Siap dengan setelan Casualnya.celana denim hitam dengan atasan kemeja Slimming fit yang sangat pas di tubuhnya.


"Biasa bang, minta di manja." ujar Dewa ringan membaiat Cintya melebarkan matanya.


Dasar sableng, bukannya dia duluan yang tiba-tiba seperti orang kerasukan jin mesum. raba-raba tak tau tempat.


Leo memutar bola mata malas. jelas Dewa ketahuan berbohong karena terlihat dari wajahnya yang sedikit memerah dan suaranya berat. sebagai pria Dewa, Leo pun sudahampu membedakan.


"Gak tau waktu lo!" Leo berdecak, lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Dewa yang juga bergerak menaiki anak tangga.


Dewa masuk ke kamar dan menjatuhkan tubuh Cintya di pusat ranjang dengan sangat hati-hati lalu menindihnya dengan bertumpu pada sikunya.

__ADS_1


"Tya mau jalan-jalan_ ssh" Cintya hendak protes, namun isapan Dewa di bagian bawah telinganya membuat semuanya ambyar. Cintya sudah melati kehilangan akal. sentuhan Dewa terlalu nikmat untuk di abaikan.


"Setelah ini kita pergi, sekarang biarkan papi menjenguk Twins." sentuhan Dewa semakin liar, membuat Cintya tak mampu menolak.


Gerakan Intens Dewa di leher hingga. sampai ke tulang selangka, meninggalkan jejak ken*kmatan dan tanda tak sedikit.


Tak mampu menolak, karena nyatanya Dewa terlalu ahli untuk membuat Cintya mabuk dan lupa diri dengan gertakan lembut yang mengeksplor seluruh inci kulit dan bagian anatomi tubuh Cintya.


Dan entah bagaiman awalnya, yang jelas saat ini mereka berdua dalam keadaan polos "eugng.." Cintya menggelinjang manakala Dewa mendaratkan satu sapuan lembut di bagian terdalam area sensitifnya. lalu bergerak naik, menjejaki bagian mengembung yang saat ini di tempati oleh dua malaikat hasil jejak nya.


Dengan gerakan lembut Dewa memulai menerobos area yang sudah ia klaim sebagai tempat ternyamannya yang lembab basah namun sangat hangat. bergerak perlahan tak ingin menyakiti tubuh di bawahnya seolah ia adalah sebuah betlian yang mudah pecah.


Hingga Dewa merasakan sebuah benturan kecil yang membuatnya hampir berteriak dan lupa diri. namun ga*irah yang membakar membuat pertahannya tumbang. hingga tanpa tersadar gerakan yang semula lembut itu sedikit demi sedikit menjadi liar dan tak terkendali. hujaman dan hentakan yang membuat ranjangnya berderit tak mampu menghentikan keduanya yang terombang-ambing dalam lautan kenikmatan halal yang tersaji. panasnya udara siang memanggang keduanya dalam pergulatan yang terasa melambungkan. peluh dari dua orang yang terbakar oleh ga*rah, menguarkan wewangian yang memabukka hingga pekikan dan erangan yang saling bersahutan di akhiri dengan lelehan ****** ***** dari keduanya mengakhiri aktifitas percintaan Dewa dan Cintya di tengah hari yang terik.


Dewa menggelinding kesamping


Nafas keduanya terengah saling berebut oksigen, untuk mengisi kembali rongga paru-paru.


"Enak?" Cintya tersenyum lalu menyerukan wajahnya pada dada Dewa yang masih naik turun. "lanjut season dua."....


***


Udah, lanjutkan imajinasi kalian sendiri, author nya mau semedi dulu, ngobrol manis sama Bang Alex.


Jejaaak....

__ADS_1


__ADS_2