
Happy Reading...
Dewa secepatnya harus menggunakan otak cerdasnya untuk berpikir, apa kiranya yang membuat istri mungil nya mendadak cerewet dan menyebalkan di satu waktu.
Belum juga Dewa menemukan jawaban atas pertanyaannya, pintu terbuka tanpa di ketuk.
Leo masuk dengan membawa aura permusuhan yang kentara.
"Gue tunggu elo di rumah." ujarnya dingin dan langsung membawa Cintya pergi bersamanya.
Dewa pun tak ada keinginan untuk mencegah, biarlah dulu seperti itu. setidaknya tenaga dan otaknya masih di butuhkan untuk merampungkan. pekerjaannya.
Beralih duduk di atas singgasananya, Dewa tak langsung menerus kan pekerjaannya. pikirannya masih berkelana, mencari sebuah petunjuk apa kiranya yamg di alami oleh istrinya.
Dua orang dewasa dalam satu ruang dan duduk berjauhan saling diam dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
"Lex, lo ngapain sih dari tadi gue perhatiin diem mulu, kesambet lo ya?"
"Gue?" tunjuknya pada arah dadanya. "gue gak pa pa."
Iya, gue kesambet di depan mini market.
"Kirain, apa jangan-jangan elo sakit."
Iya, bibir gue sama otong gue yang sakit sialaan.
"Gue gak pa pa, makasih elo udah merhatiin gue." ujarnya di biat seimut mungkin.
"Merhatiin pala lo, gue cuma takut rugi ngegaji karyawan bengong dengan alasan sakit. atau jangan-jangan-jangan lo lagi jatuh cinta?"
Elaaaah Dewaaa elo mah memang sohib gue.. suka bener lo kalo ngomong.
"Gue sukanya jatuh ketimpa cinta daripada jatuh cinta." jawab Alex konyol.
"Lagu lo Lex, sok sok an ngomongin Cinta." Ledek Dewa.
Alex tak peduli lagi dengan omongan Dewa, pikirannya masih tertuju pada kejadian beberapa saat lalu. hingga ia tak melakukan pekerjaannya siang itu. dan bodoh nya Dewa tak menyadari itu.
Di sandarkannya punggung lebar itu ke sandaran sofa, seolah mencari penawar untuk kegundahan hatinya.
Hingga beberapa saat lamanya, hanya keheningan yang mengisi ruang yang di tempati dua orang tersebut.
"Lex.."
"Wa.."
Ucap mereka yang bersama.
Demi untuk mengutarakan maksud hati masing-masing, dua pria yang tak pernah benar-benar menggunakan hati itu pun harus melupakan status mereka sebagai. bos dan karyawan.
"Lex, lo hubungin si jeki, kita ngadem yok di tempat biasa."
__ADS_1
"Ngapain? gak takut lo sama nyonya?"
"Bentar doang, mumpung dia lagi sama emaknya."
"Kalo ketahuan gue gak ikut-ikutan ya."
"Gak akan, gue jamin. bentaran doang."
Untuk beberapa saat jari-jari Alex menari-nari di atas benda tipis berlogo apel di gigit.
"Berangkat yok, ini manusianya udah otewe "
Ajak Alex yang berlebih dahulu beranjak.
Gegas Dewa menyambar jas dan kunci mobilnya. pergi ke tempat yang menjadi kan dirinya pria buruk. ia butuh suasana baru, suasana yang sudah lama ia tinggalkan.
Dan di sinilah mereka berada. di dalam ruang VVIP sebuah Club.
Suara hingar bingar tak begitu menekan pendengaran mereka karena memang mereka berada dalam ruang yang lumayan jauh dari tempat Dj. sedang kan saat itu masih terlalu sore. dsn club sendiri masih tutup. hanya orang-orang tertentu dan member khusus ysng memiliki akses bebas naduk di jam-jam tertentu.
Di lihatnya Si Jeki sudah bertengger di sana. bersama seorang. perempuan cantik yang duduk di pangkuannya. yang entah ia temukan dimana.
Dengan isyarat mata Dewa mengusir gadis itu, dan Zack jelas tau itu.
"Elaah Wa, elo mah kalo udah jadi pria alim, ngapain ngajakin kita kesini."
Protes Zack tak terima. di antara mereka bertiga pria itulah yang paling berbeda. lebih terkesan paling konyol dan sebenarnya paling antipati pada yang namanya cinta.
"Bukan gue yang mau, nooh temen lo nooh yang bawa gue kesini." tunjuknya pada Alex.
"Emang gue ada bilang mau kesini sama elu?"
"Lo bilang ngadem di tempat biasa. kan disini tempat lo ngadem biasanya." masih dengan kekeuhannya Alex membela diri. merasa tak bersalah.
"Di sini bukan ngadem bego, malah panas tolol!" umpat Dewa kesal.
"Tau gue, tempat ngadem elo cuma di ketek si nyonya."
Dewa kesal, secepat mulut Alex yang mengoceh, Dewa menonyor kepala Alex. membuatnya langsung terdiam.
"Gue mau ke sirkuit bego."
Alex nyengir. ia bahkan lupa jika mereka memiliki tempat yang lain untuk berkumpul.
"Lagian elo ngapain sih dari siang gue liat aneh." todongnya langsung membuat Alex gelagapan.
Gugup, itulah yang ia rasakan saat ini. tentu saja ia tak ingin menjadi bulan-bulanan kedua teman sablengnya jika mereka tau ada kejadian tak terduga yang mengenakkan yang telah ia alami tdi siang.
"Emang ada apa sih, Alex kenapa?" Zack yang sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik pun akhirnya mengeluarkan suara.
"Tau noh si Alex, mukanya kayak abege baru pe em es, pucet."
__ADS_1
"Ini semua gara-gara bini lo. elo yang pake tiap malem. buruan jadi nyusahin gue."
Dewa melotot, kata-kata Alex membuat kupingnya protes tak tetima.
"Lo pikir bini gue barang apa?"
"Emang, kalian tuh sama. sama-sama seneng bikin gue susah."
"Bukannya tadi elo juga udah ngerampok gue, elo juga nikmatin tuh makanan."
Alex nyengir di bagian ngerampok lalu mendengus kesal sewaktu Dewa mengatakan tentang makanan.
Menikmati?
Menyiksa kali!
Bikin mati.
"Elo juga nikmati sampe perut elo terbakar kan?"
Alex terbahak-bahak. mentertawakan keapesannya bersama Dewa. sungguh Alex tak ingin menghadapi ibu-ibu ngidam setelahnya.
"Ada apa sih, kok gue cengo." Zack melihat Dewa yang memasang muka lelah dan Alex yang tertawa nyaring bergantian.
"Bini Dewa hamil kayaknya, dan ngidamnya aneh parah." Alex kembali tertawa nyaring sambil menunjuk-nunjuk muka Dewa.
"Tapi gue juga jadi korbannya." ucapan selanjutnya membuatnya terdiam dengan muka masam.
"Kenapa lo, di apain sama si baby."
"Stop panggil si medusa itu baby, dia udah gak manis lagi. sekarang dia horor. nakutin bos aja ampe stres gitu?" tunjuk Alex pada muka Dewa yang memandang tanpa berkedip padanya.
Tak tahu saja si Alex jika Dewa sedang menyiapakan serangan terhadapnya.
"Berani bener lu bilang istri gue medusa." Dewa menarik rambut Alex kencang seperti biasa yang ia lakukan.
"Lupa gue kalo bini lo itu Utsagi Tsukino, pas kan kalian memang pasangan pendekar. yang satu sailor moon yang satu pangeran bertopeng. tapi sayangnya tugas kalian berbelok. gak lagi membela kebenaran, yang ada malah nyalahin kebenaran. kompak banget nyiksa gue."
"Ngeluh aja terus, coba di pikir mana ada rujak sejuta. elu itu malah palak gue. untung banyak kan lo?" dewa mendumel dengan muka garang. tapi sebenarnya saat ini penampilan pria itu jauh dari kata rapi. dengan muka lelah dan rambut berantakan karena terlalu sering di sugar. bahkan dasinya hilang entah kemana.
"Ya jelas lah gue untung. menang banyak malah. setelah gue beli es krim pesenan bini elo, gue buru-buru keluar dan langsung dapet sambutan istimewa di pintu keluar. gue di cium sama gadis putih abu-abu." Ucapnya antusias tanpa sadar.
"Apa!!!"
***
Surprise kan kalian semua. ha..ha.. ha..
like komen jangan lupa.
vote nya juga.
__ADS_1
Lots of luv, Chanda.
Author Cinta kalian...