Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Titik terang.


__ADS_3

Happy Reading...


"Dewa,,,"


Suara yang lebih mirip dengan desah an itu cukup menggelitik. memaksa Dewa untuk merotasikan kepala menoleh ke arah sumber suara.


"Lucia, mau apa lagi kamu?" Ujar Dewa sedikit malas.


Alex menoleh melotot. bukan karena wanita yang sedang berdiri di antara mereka adalah obyek yang tengah di perbincangkan. namun karena seseorang yang berada tak jauh dari mereka. dan untungnya pria itu tak menyadari keberadaan Dewa di sana.


Zack memperhatikan wanita yang di panggil dengan Lucia itu dengan dahi mengernyit. menatap penuh makna.


"Aku hanya ingin menemuimu, bukankah setelah ini aku tak akan melihatmu?" ujar wanita itu dengan logat di buat seimut mungkin.


"Ingat batasanmu, kau tak lupa bukan aku tetap atasanmu." Ujar Dewa tajam.


"Ya, aku ingat. kau memang atasanku. dan aku suka kau berada di atasku." dengan tanpa rasa malu wanita itu berucap.


Alex melotot sempurna, tak di sangka wanita yang kesehariannya terlihat sopan itu berubah lebih berani saat berada di tempat yang mereka kunjungi.


Berbeda dengan Alex, Zack masih memperhatikan raut wajah yang familiar di matanya itu dengan dahi berkerut. dan tampak berfikir.


Sedangkan Dewa semakin merasa tidak nyaman dengan keberadaan wanita itu di dekatnya. jika keseharian mereka hanya sesekali bertemu saat Dewa sedang meninjau hotel miliknya, dan mereka bersikap seprofesional mungkin tapi kali ini wanita itu tampak berbeda.


"Berhenti bicara omong kosong, aku sudah peringatkan kamu. jangan ungkit masalah yang belum jelas kebenarannya." sarkas Dewa.


"Apanya yang omong kosong, jelas-jelas malam itu kau yang melakukannya, kita berdua mabuk jadi kau tak mungkin ingat semuanya bukan?" ujar wanita itu membela diri.

__ADS_1


Dewa semakin geram. kejadian dua tahun yang lalu, yang membuatnya merasa terjebak kini menyulitkannya.


Bukan tidak mungkin wanita itu akan merusak semuanya. apalagi saat ini saat dimana Dewa sedang ingin membenahi diri.


"Justru karena malam itu gue mabuk makanya gue gak inget kejadian yang sebenarnya." Dewa sudah kehilangan sopan santun dalam perkataannya. benar-benar merasa tak di hargai oleh bawahannya.


Alex masih mematung di tempatnya, mencerna setiap kata yang di lontarkan oleh atasannya yang saat ini sudah pasti ingin memakan seseorang hidup-hidup.


Dewa memang selalu bersikap tenang meski terlihat tak pernah serius, namun pria yang sebenarnya sangat berhati-hati dalam tindakannya itu terlihat lain. ada kemarahan yang Alex tak ketahui penyebabnya.


Zack masih anteng di tempatnya, bahkan pria itu saat ini sedang serius menatap gawainya. dan tersenyum samar.


"Ah sudahlah, bukankah malam itu kau begitu menikmatinya. bagaimana jika saat ini kita ulang, yah anggap saja ini penghormatan terakhir sebelum kau memindahkan aku ke kota kecil" Wanita itu dengan beraninya menggoda Dewa, membuat Alex menelan ludah sedang Zack hanya tersenyum meremehkan.


"Kau, berani sekali kau menggodaku. jika bukan wanita saat ini juga aku sudah menghajarmu." ucap Dewa semakin kesal.


"Dan karena hal itu pula kau aman dan tak kekurangan sampai hari ini." Ucap Dewa dingin. bahkan pria itu tampak mengeratkan rahang hingga giginya beradu.


"Tapi aku lebih menginginkanmu." tangan wanita itu dengan berani menyentuh bahu Dewa dan mengusapnya dengan gestur menggoda.


Dewa sudah berada di titik kesabarannya. selama dua tahun dirinya merasa bersalah namun saat ini rasa bersalahnya membuatnya menyesal.


Drrt...


Gawai Dewa bergetar, ada pesan masuk. Netranya membulat saat tahu siapa yang sedang mengirimkan pesan.


Meski dengan menahan amarah, pria itu tahu apa yang harus di lakukannya saat ini. baiklah, ia akan menjadi pria bejat untuk yang terakhir kalinya demi misi untuk menjadi pria baik, tuntutan dari nona kecil pujaan hatinya. pemilik hati dan penulis kisah cinta monyetnya. yang akan membawanya pada kisah cinta gorila yang membahagiakan.

__ADS_1


Lebay.


Dengan berat hati Dewa membiarkan apapun yang di lakukan wanita itu pada tubuhnya, meski risih ia tetap diam tanpa protes membuat pemilik tangan berjari lentik itu tersenyum lebar merasa menang.


Dewa risih? oh benarkah? bukankah itu sudah sangat terlambat.


"Bisa kita naik ke atas? sudah lama aku menantikan saat ini. kau pasti suka." ujarnya sensual.


Dewa tersenyum, "Kau naik lah dulu. gue susul nanti."


"Baiklah."


Dengan langkah gemulai wanita itu meninggalkan Dewa dan teman-temannya.


Ketiganya nampak terlibat pada perbincangan serius. Zack mendominasi dalam meeting dadakan tersebut.


"Lex, lu siapin surat pemecatannya " Titah sang bos dan Alex mengangguk hormat, menirukan gaya seorang assisten drama korea yang sering ia tonton bersama Rosa, kekasihmya.


Tangan panjang Dewa terayun memanggil seorang pria yang memiliki postur tubuh yang mirip dengannya, seorang pelayan yang bertugas untuk berjaga jika ada keributan terjadi.


Dewa memberikan jaket warna hitamnya dan segebok uang kepada pelayan tersebut dan membisikkan sesuatu.


Dengan langkah lebar dan senyum mesum mengerikan pelayan tersebut berlalu dari hadapan Dewa dan teman- temannya. dan kini Dewa bisa bernafas lega karena terbebas dari rasa bersalah yang menjeratnya sejak dua tahun terakhir.


***


Like komen banyak-banyak,,, semoga menjelang pagi bisa up lagi. asal authornya gak ketularan penyakitnya si nonik.

__ADS_1


moloooorrr.... 🤣🤣🤣


__ADS_2