
Happy Reading...
Seminggu telah berlalu, hari yang sangat di tunggu oleh seorang yang bernama Dewa.
Rentang waktu yang sangat menyiksa bagi pria yang katanya adalah pengantin baru tanpa malam pertama.
Sungguh kejam dua orang sahabat yang menjadikan penderitaan Dewa sebagai bahan candaan.
Percayalah Dewa berjanji akan membalas sakit hatinya pada kedua sahabat satu frekuensinya.
"Gimana bos malam pertamanya?" pertanyaan yang sama untuk yang kesekian kalinya dari sang asisten durjana.
"Pastinya hot dong, buktinya sampe lemes gitu."
"Tanya satu kali lagi Lex, gue pindahin lu ke kutub utara tanpa fasilitas."
"Uhh, serem! jadi pengen kawin." bukannya takut Alex makin tergelak mendengar ancaman bosnya.
Dewa sungguh frustasi tersiksa setiap malam hanya untuk menunggu gadis yang berlabel halal itu bersih dari masa Haidnya.
"Dia itu siapa sih lex, kok gue perhatiin jagoan kita ini sampe gak berkutik, biasanya dia juga langsung meluncur tuh kalo lagi berat."
"Emang lo lupa apa? dia kan bidadari kesleo sayapnya, yang selendangnya di sembunyiin sama Dewa di loker kantor."
"Apa dia juga merangkap jadi ibu peri yang dengan kata cling saja sudah ngebuat temen kita yang ketampanan dan kekayaannya tak perlu di pertanyakan lagi ini mendadak jadi kucing manis dan penurut?"
"Wah bahaya sedang mengintai lo bos!" imbuh Alex.
Sepertinya ledekan untuk Dewa tak pernah habis dari mulut keduanya.
"Sekali lagi kalian berdua ledekin gue, gue sumpahin kalian bucin sama anak kecil." Seloroh Dewa kesal.
Mereka bertiga memang pria Dewasa namun saat ketiganya berkumpul, mereka tak ubahnya seperti anak kecil. selalu seru dan kompak dalam segala hal.
"Jeki kali yang suka daun muda gue mah ogah, udah ada bebeb Rosa yang cantiknya bikin puyeng."
Ungkapan yang jauh dari kata jujur karena pada kenyataannya hubungannya dengan gadis yang di pacarinya telah kandas karena gadis itu lebih memilih kembali ke negara asalnya.
__ADS_1
"Tapi sepertinya sumpah lo gak akan mempan deh Wa."
"Kata siapa? lo lupa apa kalo temen kita ini udah risen dari lembah dosa, sekarang dia mah aliiiim."
Dan perkataan dari Alex berhasil membuat kedua pria minim akhlak itu tergelak. Dewa hanya mampu mendesah pasrah menjadi bahan bullian kedua temannya selama satu minggu.
Ruang kantor yang biasanya sepi itu kini menjadi rame karena gelak tawa dari tiga orang dewasa yang kekanakannya setara dengan anak SD saat berkumpul di satu tempat.
Saat ketiganya masih dengan kekonyolannya, tiba-tiba Cintya masuk tanpa mengetuk pintu. tentu saja itu membuat ketiganya harus membubarkan diri. karena apa?karena jika Cintya mendengar candaan mereka yang tak biasa maka dapat di pastikan masalah baru akan timbul.
"Gue cabut, selamat menikmati siang pertama." Zack pamit setelah membisikkan kata siang pertama di telinga Dewa, membuat pria itu menggeram tertahan.
"Mari bu Cintya," pamitnya pada Cintya.
Dewa berdiri menyambut kedatangan sang ratu dengan merentang kan kedua tangan.
"Kok kesini, kangen ya?"
"Palingan juga Om kan yang kangen sama Cintya."
"Cih, LDR apaan, orang Om nempel terus kayak gini. udah persis cicak tau gak Om."
"Elu mah belum tau nempel sesungguhnya itu kayak apa "
"Tau."
"Gimana Emang?"
"Gini kan?"
Cintya dengan sengaja mengalungkan kedua tangannya ke leher kokoh Dewa, membuat pria itu kesenangan karena mengira Cintya sudah dapat di perlakukan sebagai mana mestinya.
Dewa tersenyum semakin lebar tatkala Cintya dengan sengaja mengusap dan menelusuri Rahang kokoh Dewa yang masih mendudukkannya di atas pangkuannya.
"Lo lagi goda gue?"
"Iya," ucap Cintya ringan.
__ADS_1
"Apa itu artinya udah bisa di pakai?"
"Belum?"
"Yah, elu mah makin nyiksa gue ini namanya."
"Pulang yuk," Rengek gadis itu tiba-tiba.
"Ngapain, mending gue di sini kerja nyetak dolar buat nambah koleksi Elu."
"Issh duit mulu yang dipikirin. istri kagak."
"Males, ada juga elu yang gak bisa di apa-apain."
"Tapi masih bisa gr*pe-gr*pe, mumpung gratis karena dua jam lagi akan di berlakukan tarif per menit."
"Kok makin matre?" Dewa menjauhkan tubuhnya agar dapat menjangkau wajah gadis yang tengah di pangkuannya.
"Realita hidup, wanita harus matre, gak matre gak makan " Cintya terkikik dengan pemikiran konyolnya sendiri.
"Serah elu, suka-suka elu yang penting besok gue mau bergadang."
"Gempor deh gue."
Keduanya tergerak bersama. Cinta memang aneh, datang dan pergi tanpa permisi pada empunya hati.
Bukankah beberapa bulan yang lalu keduanya masih saling menolak, lalu hanya dalam satu waktu Pria yang telah bersumpah untuk menolak kehadiran rasa yang di namakan cinta itu harus bertekuk lutut hanya untuk mendapatkan sebuah Restu. benar-benar aneh bin ajaib.
***
Dewa lagi galau aja tetep manis ya apalagi kalo udah eng ing eng...🤪🤪
Beuuhhh... tak bisa ku bayangkan.
Jejaaaak...
__ADS_1