
Happy Reading...
Isabel hendak mundur, namun ia hanya mampu mengeram karena tangannya tercekal oleh jemari kecil Cintya.
"Tak ada jeda untuk mundur Isabel." bisik Cintya di telinga isabel. "lakukan dengan cepat atau_" Cintya menyeringai, tersenyum penuh kelicikan.
Tak ada pilihan lain, kali ini Isabel harus menyerah kalah. mau tak mau ia harus menerima Andika sebagai suaminya. jika tidak, Cintya pasti akan benar-benar melaksanakan ancamannya.
Bukan hanya tentang Video di hotel, tentu masalah yang ia buat beberapa tahun yang lalu yang mengakibatkan Lilian mengandung akan mencuat ke permukaan. belum lagi perbuatan tak tahu malu yang ia lakukan di kantor Leo, pasti akan membuatnya di tendang. Papa Rendra tak akan berpikir dua kali untuk mengembalikannya kepada orang taunya. dan mencabut segala fasilitas seta kemewahannya, bahkan Graciella pun tak akan bisa membantunya. isabel benar-benar berada di posisi terjepit.
Dan akhirnya pernikahan jebakan pun terjadi tanpa bisa di cegah oleh isabel.
Di lantai atas di dalam kamar, Isabel masih meluapkan amarahnya dengan membanting barang-barang pribadinya. sepertinya dia masih tak mampu menerima kekalahannya.
Suara bantingan yang beradu dengan tembok serta nyaringnya pecahan kaca masih terdengar hingga ke lantai bawah, tempat dimana Dewa dan Cintya duduk dengan tenang. sedangkan Lilian dan Delon di bawa oleh Leo ke kediaman Mahendra. mereka merasa Isabel pasti akan memberikan reaksi berlebih atas tindakan jebakan yang terjadi atas dirinya. dan Delon tak. oleh sampai menyaksikan perbuatan anarkis nyang bisa menganggu tumbuh kembangnya.
__ADS_1
"Isabel, buka pintunya sayang." entah berapa kali Graciella meminta itu, namun agaknya membanting barang seperti orang tidak waras menjadi lebih menarik buat isabel dari pada menghadapi keluarganya yang menatap prihatin terhadapnya.
Apalagi senyum mencemooh dan seringai penuh kemenangan dari Cintya seolah berhasil mengulitinya sampai ke tulang. membuat Isabel memilih untuk menjadi gila fi bandingkan ia harus menerima kenyataan jika dirinya di per istri oleh orang yang ia sebut aneh dan sayangnya orang itulah yang membuatnya kehilangan harga dirinya.
Sungguh ironis, dan sepertinya mulai hari ini dia harus mempercayai sebuah ungkapan bahwa pembahasan pastilah lebih menyakitkan. dan ia harus percaya bawa saat ini, karma telah berada di atasnya. karma dari perbuatannya pada Lilian.
Di depan kamar Isabel, Rendra dan Graciella masih menunggu agar Isabel keluar dari kamarnya. Andika yang berada di sana merasa sangat canggung. apalagi ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di rumah itu. bahkan tatapan ke tidak sukaan Graciella terhadapnya tak dapat di tutup-tutupi.
Namun Pria yang kesehariannya selalu berpenampilan culun itu meyakini jika yang ia lakukan saat ini tidaklah salah. apalagi ia mendapatkan dukungan penuh dari Dewa. bos di tempat kerja nya.
Pada akhirnya, semua yang menunggu akan berada pada titik bosan dan lelah. begitulah yang di rasa kan Rendra saat ini. ia sudah sangat muak menghadapi tingkah isabel yang seperti orang kesetanan.
Atas dasar inisiatif nya sendiri, Rendra beranjak untuk mengambil kunci cadangan kamar Isabel. dan tanpa banyak kata, ia membuka pintu dengan keras. hingga benturan pintu yang menabrak tembok menghasilkan bunyian keras dan berhasil menghardik Isabel. menghadirkan kembali kesadaran wanita yang masih menggunakan kebaya penganten itu. hanya saja make up di wajahnya sudah tampak berantakan, terburai bersama lelehan air matanya.
"Cepat bereskan kekacauan ini, dan papa tunggu di bawah." titah Papa Rendra dengan menekankan intonasi suaranya menahan geram di ujung lidah. "kita akan bicarakan ini, dan papa dingin mendengar kenapa semua ini terjadi." lanjutnya.
__ADS_1
Di iringi oleh Graciella di samping nya, serta isabel di belakangan ya, dan tak ketinggalan Andika pun turut serta. Rendra menuruni anak tangga menuju ke ruang keluarga, dimana Dewa dan Cintya masih betah bercengkerama tanpa merasa bersalah segikit pun atas permainan mereka, yang mengakibatkan isabel tampak frustasi.
"Bisa di jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?" Rendra berucap tegas. memandang Dewa, Cintya, Isabel dan Andika secara berurutan. "siapa di antara kalian yang. bersedia menceritakan.
" Biar saya pa,"
***
Nyicil ya gesss, tetap dukung part ini, sebagai bentuk kepedulian kalian kepada Author yang masih berusaha untuk melanjutkan meski berkejaran dengan rengekan si kecil.
Tetap Stay di sini, semoga kita semua senantiasa di limpahi kesehatan, keselamatan, rizki yang barokah serta kemudahan dalam segala urusan.
Happy New year untuk kalian semua, semoga di tahun baru ini, kita senantiasa bertemu dengan segala kebaikan dan mampu menjadi lebih baik.
Lots of luv, Chanda. 💕💕💕
__ADS_1