
Sudahkah kalian memproduksi kata-kata umpatan buat Dewa Sableng???
Happy Reading...
Dewa melangkah cepat dengan kaki lebarnya. membiarkan Cintya mengikutinya dengan sedikit berlari.
Tak seperti biasanya yang selalu bertanya ini itu jika mereka sedang berada di tempat lain selain kantornya, apalagi saat ini mereka sedang berada di area hotel. tempat yang identik dengan hal-hal yang menurut Cintya negatif. gadis itu tetap diam. membiarkan Dewa mengacuhkannya.
Baiklah, Dewa berada dalam mood yang kurang bagus saat ini. diam adalah emas.
Mereka telah sampai di depan kamar yang memiliki pintu berbeda dengan kamar yang lain. sebuah kamar yang berada di paling ujung. hingga lebih banyak kaca yang mengelilingi ruang tersebut.
Dewa membuka pintu itu dan mendorongnya kasar, sehingga menimbulkan suara dentuman yang cukup keras.
Brakk!
Dewa membanting keras daun pintu tak berdosa itu setelah yakin Cintya telah masuk. gadis itu sampai terlonjak.
"Om!" Cintya ketakutan,
Gadis itu sedikit memundurkan langkah saat tiba-tiba Dewa melepas jas dan melemparkan asal ke pojok sofa.
Rahang kokoh itu mengeras, luapan emosi tercetak di wajah tampannya. mata abu-abunya menatap tajam bagai elang yang siap menerkam.
Dewa melepas kasar dasi dan membuangnya. kemeja putih yang melekat erat di atas tubuh kekarnya menjadi sasaran terakhir dari jari-jari panjang itu.
__ADS_1
Kini pria dewasa itu bertelanjang dada, menyisakan celana bahan yang masih bertengger di tempatnya.
Cintya membeliak, kedua matanya membulat sempurna. bulu matanya mengerjap melihat pemandangan di depannya.
Wow... si Om keren ih! sempat-sempatnya gadis itu mengagumi sosok di depannya. masih dengan kegilaannya, otaknya seketika traveling membayangkan hal yang tak semestinya ia bayangkan.
Cintya ketularan mesum!
Terlalu larut dengan imajinasinya sendiri, tak sadar jika Dewa sudah berada dekat dengannya.
Bugh!
Tubuh Cintya terlempar di atas ranjang, dengan posisi Dewa tepat di atasnya.
"Om!" pekik Cintya.
"Om, lepas! teriak Cintya saat kesadarannya pulih. gadis itu meronta. berusaha lepas dari Kungkungan Dewa yang seperti sedang kesetanan.
Kedua tangannya bebas memukul apa pun yang bisa gadis itu jangkau. kakinya tak bisa di harapkan karena Dewa menindihnya dengan sempurna.
Dewa merangkum kedua tangan mungil itu di aras kepala. membuat gadis itu tak berkutik.
Dewa masih enggan mengeluarkan suara. ia seperti terlena dalam permainannya sendiri.
Srekk!!
__ADS_1
Suara robekan membuat Cintya terdiam sempurna. ia merasa dunianya runtuh. hanya air mata yang mewakili perasaannya yang terluka.
Kebingungan melingkupi nya, kenapa Dewa tiba-tiba seperti seekor binatang liar. mengoyaknya hingga tak bersisa.
"Om," dengan kekuatan yang masih tersisa, gadis itu berusaha untuk menyadarkan Dewa, meski ia tahu seperti apa keadaannya saat ini.
Cintya sesegukan, tubuhnya lelah untuk meronta. air matanya berderai tanpa ampun. dan dengan tanpa merasa berdosa Dewa mengusap air mata yang menganak sungai tersebut.
"Kenapa Om lakuin ini ke Cintya?" tanya gadis itu parau.
"Maafin gue, nanti gue jelasin semuanya. sekarang elu istirahat dulu." ucapnya lembut. tatapan bringas beberapa saat lalu kini berubah sayu. menandakan penyesalan dan kasih sayang di sana.
Cintya tak bersuara. semuanya berlalu begitu cepat dan membingungkan. terlalu banyak menangis membuat kepalanya pusing, hingga mempercepat kedua matanya untuk terpejam dan terlelap.
Dewa tersenyum, melihat gadis itu tak lagi menangis. tangannya menelusup di bawah tengkuk Cintya menjadikan bantalan dari gadis yang sudah membuatnya nekat melakukan hal gila, meski ia tahu konsekuensi yang akan ia dapatkan.
Dewa merapatkan selimut hingga sebatas leher, menyisakan kepala yang hampir menelusup di atas bantal. tangan kekarnya melingkari pinggang kecil Cintya dan memeluknya erat. membiarkan kehangatan menjalar melewati dua kulit tubuh yang saling bersentuhan.
"Jika dengan cara ini gue bisa dapetin elu tanpa syarat, kenapa enggak?" Dewa memeluk semakin erat. bibirnya tersenyum di antara ciuman lembutnya di atas pucuk kepala gadis itu.
***
Gak boleh su'udzon!
jejaknya gengs...
__ADS_1
Satu part lagi menyusul,
Mine libur dulu,,,