Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Duo Keong Racun.


__ADS_3

Happy reading


Bos, gue lagi perjalanan ke villa elu sama jeki.


Begitulah pesan yang di terima Dewa saat dia dan Cintya sedang menikmati angin laut yang membawa aroma khasnya. duduk bersantai di balkon kamar nya yang memandang jauh ke hamparan samudra.


"Siapa?"


"Alex, dia dalam perjalanan kesini sama Jeki."


"Mau apa?"


"Mau apa lagi kalo bukan ngerecoki kita."


"Ngerecoki gimana?"


"Biasalah mereka ledekin gue belum lepas keperjakaan gue," Dewa pasang muka sedih seolah dirinya begitu menderita.


"Kupingnya kali yang masih perjaka, orang udah ahli ini?"


"Apa si nona kecil ini sudah mengakui kalo lakinya hebat banget di atas ranjang?"


Cintya mengernyitkan hidung pertanda dia mencibir ucapan Dewa.


"Biasa aja itu mah?"


Gadis itu tak sadar jika ucapannya bisa mengundang bahaya yang mengancam pada area sensitifnya.


"Kalo semalam itu biasa saja, maka kakak pastikan yang akan terjadi setelah ini akan menjadi luar biasa." ucap Dewa dengan sorot mata yang berubah seperti serigala yang siap mengoyak.


"Om mau apa?" Cintya gelagapan, ini tak boleh terjadi bahkan bengkak di area intinya masih sedikit nyeri saat ia berjalan atau bergerak.


"Kasih tau seperti apa yang di sebut Hebat."


Dengan Cepat Dewa mendorong Cintya hingga punggungnya menghantam sofa hingga tubuhnya memantul.


"Om."


Cintya tak mampu menolak saat Dewa Dewa menggelitiknya hingga Cintya harus berteriak karena kegelian.

__ADS_1


"Udah cukup, jangan seperti ini."


cegah Cintya saat ia merasakan hembusan nafas Dewa yang menerpa ceruk lehernya.


Dewa merasa tak terancam sedikitpun, dengan tenangnya bibir tipis miliknya mengecup dan menghirup aroma yang lebih memabukkan daripada sebotol Wine.


"Jangan Om, ah!" mulutnya tak sejalan dengan tubuhnya yang langsung terlena karena ulah sang profesional.


"Rasakan sensasinya" Ucap Dewa dengan suara yang berubah berat.


Sensasi yang dimaksud adalah bermain outdoor, berada dalam ruang bebas di bawah langit dengan perasaan was-was, takut ada yang memergoki ulah mereka.


Dewa dengan lahapnya meraup dan mencecap bibir mungil itu, memainkan lidahnya di sana dengan sangat lembut. membuat Cintya seperti tersengat.


Selama beberapa menit Dewa masih bermain-main di sana, hingga ia merasakan dadanya terdorong.


"Suka?" tanpa di komando gadis itu mengangguk.


Kembali Dewa memajukan wajahnya, namun sayang, kali ini sang Don Juan harus merasakan pening karena melihat sebuah mobil masuk ke halaman villanya.


"****!!"


Dengan umpatan yang masih bersarang di mulutnya, Dewa membenahi pakaiannya yang berantakan.


Cintya tertawa puas, lebih tepatnya mengejek karena bisa lepas dari keisengan Dewa, setidaknya dia bisa beristirahat untuk siang ini.


"Mau di sini apa masuk?"


"Masuk, panas."


Dasar Dewa yang isi otaknya hanya berbau mesum, dengan bodohnya mengartikan lain ucapan Cintya.


"Mau sekarang?" Cintya mengangguk lemah sisa nafasnya yang tersengal.


Dengan cepat Dewa membuka kembali memajukan wajahnya yang segera di sadari oleh Cintya.


"Mau apa?"


"Tadi bilangnya mau di masukin lagi?"

__ADS_1


tanya Dewa dengan bodohnya.


Gantian Cintya yang mengumpat karena suaminya yang mesum itu.


"Bukan di masukin, tapi masuk karena panas." Cintya menunjuk ke dalam kamar dan arah matahari bergantian.


"Heran deh, itu mulu yang ada di otaknya."


Dewa nyengir tanpa Dosa. "Kan kebutuhan Dek,"


"Udah Sono, temenin mereka sampe malam kalo bisa ajak mereka nginap."


"Jangan bilang kamu cemburu,"


"Cih cemburu,"


"Lalu?"


"Malam ini Cintya pengen bobok cantik tanpa gangguan."


"Oh tidak bisa, kakak udah bayar tunai jadi gak boleh..."


"Dewa.." Suara dari bawah melerai perdebatan mereka.


Dewa cukup tau suara siapa itu jika bukan sang asisten durjana.


"Dengan cepat Dewa membawa masuk Cintya dengan menggendongnya, Alex tak boleh melihat Cintya yang hanya mengenakan kemejanya dan celana pendek.


"Dasar keong racun, minta di sunat dia." omel Dewa setelah meletakkan Cintya di tengah ranjang dan menyelimutinya.


"Tidur yang nyenyak, kumpulkan tenaga buat entar malem." di kecupnya dahi Cintya dengan sayang sebelum beranjak turun.


Dan jangan lupakan jika Dewa telah mengabsen nama binatang ya g akan ia semburkan pada dua keong racun yang telah menunggunya.


***


scroll...


.

__ADS_1


__ADS_2