
Good pagi.... semoga masih setia mengikuti dan terima kasih, author cinta kalian....
***
Happy Reading...
Dengan alasan bukan bagian dari pekerjaan, Alex menolak perintah. dan dengan alasan perintah bos adalah mutlak, Dewa terus memberi perintah.
Meski seperti itu Alex dan Dewa sama-sama keukeh, dengan segala siasat licik tak ingin rugi, Alex tetap menolak. dan dengan siasat penuh ancaman tak akan membayar tagihan Apartemen, Dewa tetap memerintah.
"Bini lo hamil, gue yang repot."
"Kali Cinta hamil, gue aja gak ngerasa hamilin dia."
"Terus tiap malem kalian ngapain aja, dakonan, petak umpet?"
"Tau gue ngapain aja tiap malem. pokoknya Cinta gak hamil. orang tiga hari kemaren gue gak pake dia."
"Ya gak langsung jadi bego, berproses dulu."
"Ya gak mendadak juga kali Alex, mana ada satu hari langsung ngidam."
"Ya gak tau, elo kan bapaknya, tanya dong sama anak lo."
"Ya nanti gue tanya, sekarang cepetan lo pergi sebelum nyonya bangun."
"Gue sumpahin anak lo mirip gue."
"Gak ada cerita. cepetan pergi"
Dengan mempertahankan kekeuhan di hati masing-masing mereka tetap pada sendirian mereka. tapi sayangnya, jiwa bos dalam diri Dewa dengan sangat mudah menaklukan lawan bicaranya.
Dan di sinilah sekarang Alex berada, di dalam Buggati la voitu noire warna hitam milik Dewa. dan beberapa lembar sisa uang untuk membeli rujak bertengger manis dalam kantong celana, Alex tersenyum sumringah.
Menoleh sebentar ke kursi yang berada di samping nya hanya untuk memastikan bahwa pesanan itu tak salah. Alex kembali tersenyum.
"Lumayanlah buat ngadem di club." Alex bermonolog terkekeh ringan.
"Oke gue pergi, mana duitnya."
"Kurang bego!" protesnya setelah Dewa mengulurkan lima lembaran uang merah.
"Mana ada rujak sejuta Lex!" Dewa mendesis saat Alex dengan lancangnya menyambar lima lembar lagi lembaran berwarna merah.
"Spesial buat nyonya, kalo kurang gue masukin ke kas bon." Alex nyengir ngeloyor pergi.
__ADS_1
"Sialan emang lo!"
Alex kembali tertawa mengingat betapa kesalnya bosnya itu.
Alex benar-benar tak ingin rugi.
"Ngapain balik lagi."
"Kunci mobil lo."
"Mobil elo sendiri kenapa?"
"Sayang dong, kan buat nyonya. jadi pake punya lo lah!"
Di sambarnya kunci mobil tanpa menunggu persetujuan pemiliknya. Dewa menggeram.
"Settaaaan!"
Alex nyaris teriak saking senang nya. kapan lagi bisa membodohi bos cerdasnya.
Ah, Alex pinter nih.
Awas nanti di kejar pembaca.
Berkendara santai Alex melajukan mobil sport super keren hasil pinjaman.
Drrrt....
Drrrt...
Drrrt...
Satu pesan masuk ke gawainya. dengan mendengus ia melemparkan kembali gawainya ke atas dashboard. setelah membaca pesan yang tertera.
Cadbury sama ice cream paling besar.
"Berkurang deh bonus gue." gumamnya kesal
Alex menghentikan mobilnya di sebuah mini market mengingat adanya pesan lain dari bos. dengan memarkirkan mobilnya sembarangan lalu Alex masuk. hanya sebentar, pasti tak akan ada masalah dengan Mobil mahalnya.
Beberapa menit Alex di dalam mini market tersebut, Alex mulai gusar. pasalnya ia harus ikut berbaris di antrian yang sangat panjang.
Dengan sesekali melirik ke arah luar, tak ada apapun atau siapapun yang mencurigakan.
Antrian sudah semakin sedikit. jaraknya dan kasir perempuan cantik berambut sebahu hanya tinggal kurang dari dua meter.
__ADS_1
Tiga orang lagi yang harus ia tunggu hingga netranya berbenturan dengan sekelompok anak muda di ujung jalan. tak jauh dari tempatnya memarkir mobil.
Hingga tinggal dirinya yang masih terbengong, dan tergagap cengo saat sang kasir memanggilnya.
"Selamat siang pak." siapanya sopan dengan menampilkan senyum paling manis.
"Ehem, selamat siang nona." Alex berdehem untuk mengurai rasa malunya.
"Ada yang ingin di tambahkan untuk belanjaannya?"
"Oh, itu,,, tidak!" jawab Alex tersenyum kaku.
"Oh, iya ada lagi." imbuhnya.
Kasir itu tersenyum lagi, ia pikir Alex akan serius menambahkan belanjaannya.
"Silahkan pak."
"Bisakah kau membantuku melihat google maps?"
"Hah!"
Kasir itu terperangah dengan jawaban aneh Alex.
"Karena, sepertinya aku tersesat oleh keindahan matamu."
Jiaaaah...
Dasar Alex!
Mengerti akan dirinya yang hanya di rayu oleh Alex, lantas gadis berlesung pipit itu meneruskan pekerjaannya. menghitung belanjaan Alex yang cuma dua biji. tak sebanding dengan rayuan gombalnya yang melambungkan angan.
"Silahkan pak."
"Terima kasih."
Alex menerima belanjaannya, tapi tidak uang kembaliannya.
Malu dong, jaga gengsi juga. masa iya setelah merayu dengan gombalan tak bermutu masih menerima uang kembalian.
Dengan langkah ringan Alex keluar dari mini market tersebut. dan dua langkah setelah ia menutup pintu dan berbalik, matanya harus terbelalak sangat lebar mendapati apa yang menyambutnya.
Alex mengerjab-ngerjabkan matanya. dengan degub jantung tak beraturan.
"Oh Tuhan, ini luar biasa."
__ADS_1
***
Tebak yuuuk, Alex kenapa????