Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Patah hati.(Revisi)


__ADS_3

Hai,,, hai,,,hai,,, semoga kalian masih merindukan pasangan sableng, jika tidak, aku yang akan merindukan kalian.


oke deh yuuuk kita senang-senang di dunia haluu daripada ghibah di dunia nyata..wkkkkk


Cekidooooot..


***


Happy Reading...


Ledakan tawa tak terelakkan lagi dari kamar yang terletak di sebelah kamar yang di tempati oleh Isabel.


Memantau melalui rekaman cctv yang ada di kamar Isabel, Cintya tak tanggung-tanggung di buat gerah sendiri kaena aksi dua orang dewasa dan melakukan adegan dewasa.


Bahkan Dewa yang tanpa perlawanan, saat Cintya menemaninya untuk melakukan aksi pembalasannya. hanya bisa melotot.


Apalagi pria dengan tingkat kemesuman tinggi itu seperti menyaksikan adegan show secara nyata di depan mata. sedangkan di depannya ada mangsa yang tak pernah mampu ia tolak pesonanya.


"Kak, temani Tya ke suatu tempat."


"Kemana Cinta?"


"Kok malah tanya, kan kemarin Tya udah jelaskan."


"Yakin kamu mau lakuin itu sama Isabel?"


"Yakinlah!"


"Gak takut kena karma?"


"Gak!" serunya tanpa keraguan. "karma hanya untuk mereka yang memiliki kesalahan." cicitnya lagi.


Dewa menghela nafas kasar, mencegah Cintya adalah hal tersulit yang ia bisa lakukan. jika itu sudah menjadi keinginan, maka semua harus terjadi.


"Dek, kakak ada meeting penting loh siang ini." tak ada cara lain, jurus memanjakan adalah jalan terakhir yang bisa ia lakukan.


Biasanya itu akan berhasil, tapi tidak untuk kali ini.


"Oke, kakak meeting saja, biar Tya pergi sendiri. ajak si Letoy juga bisa." pungkasnya tanpa ingin di cegah.


Apa si Letoy, tak mungkin!


Mendadak Dewa seperti mati rasa, si Letoy, tentu saja Dewa tak akan membiarkan istrinya pergi dengan manusia berpenampilan aneh dengan tingkat kemesuman setara denganya.


Si letoy, tak ada yang lupa bukan siapa dia?


Kembali kepada pembahasan awal jika Dewa tak mampu menolak keinginan si cantik.


"Emang gak takut sama si Letoy?" cibirnya, masih dengan usaha untuk mencegah.


"Ngapain takut, Si letoy kalo di kasih jas punya kakak juga pasti keren. apalagi jika di kasih topeng wajah Jorge Del Rio, pak Alex mah lewat."

__ADS_1


Hey apalagi ini, Cintya memuji pria lain didepan Dewa, sungguh terlalu.


Bisa-biasanya istrinya itu.


Sialaaaan.


Dewa ingin mengumpat tapi tak berani.


"Kok aku denger ada yang panggil nama aku?" Alex yang kala itu berada di ruangan yang sama pun ikut membeo.


"Udah Elo kerja aja."


"Elah Wa, elo kejem banget. ini udah hampir waktu makan siang, laper gue."


"Masih satu jam lagi bego!"


"Dasar elo mah juragan keji, tak ada baek-baeknya sama karyawan." Alex pasang muka melas.


"Males gue baek sama elo, elo kerjanya cuma bengong aja."


"Pengertian dikit napa, gue kan lagi patah hati." ujar Alex semakin sendu. membuat Dewa ingin sekali menonyornya.


Sontak aja Dewa terbahak, Alex patah hati? sungguh konyol. bukankah ia adalah orang nomer satu yang meledeknya waktu ia ada masalah dengan Cintya.


Jika saja di sana juga ada Zack, maka sudah dapat di pastikan siang itu akan terjadi huru-hara lantaran kehebohan mereka.


Saling ejek dan saling olok akan terjadi di manapun mereka berada.


Alex mendengus kesal lantaran Dewa masih mentertawainya hingga suara dari sang nyonya kembali terdengar.


"Kak, ayo cepetan." seru sang nyonya.


Dengan gerakan menurunkan bahu , pasrah, Dewa menurut. membuntuti istrinya berjalan di belakangnya. seperti seorang bodyguard.


meninggalkan Alex yang menggeleng pasrah karena harus menggantikan Dewa sendirian.


Eh, Bodyguard apa kacung nih.


Begitulah siang itu di mulai, seperti orang kurang kerjaan Dewa terlibat dalam tingkah polah Cintya yang jauh dari kata biasa.


Terkadang meringis, terkadang bergidik jijik terkadang ternganga, Cintya menyaksikan adegan dewasa secara live dalam keremangan.


Jangan tanyakan tentang Dewa, bahkan pria itu berkali-kali mengumpat dan merutuki diri, karena dirinya juga tak mampu mengontrol gairah saat dihadapkan dengan hal-hal yang berbau semacam itu.


Melihat leher belakang istrinya yang terekspos, seperti ada perintah yang menyapa pendengarannya dan otaknya merespon dengan cepat.


Dewa menjatuhkan kepalanya di bahu sang istri, menyerukan wajahnya di perpotongan leher jenjang itu. mengendus dan mencium rakus serta menggigit kecil hingga meninggalkan jejak kepemilikan disana.


"Apa sih kak?" Cintya menggerakkan bahunya karena Dewa menganggu acaranya.


"Pengen." jawab pria itu manja.

__ADS_1


"Maruk, semalem udah pagi tadi udah." masih berusaha menolak.


Tak peduli dengan gerutuan sang istri, Dewa meneruskan ciumannya hingga ke rahang dan meninggalkan kissmark di sana.


"Daripada cuma nonton, mending kita live sendiri."


Terdiam sejenak, berusaha untuk tidak tergoda. namun siapa yang mampu menolak keinginan sang mantan Casanova, sentuhan Dewa terlalu memabukkan. bahkan Cintya yang dulu polos dan tak mengerti hal semacam itu kini hanya bisa menurut tanpa protes.


Dewa memang mempesona.


Apa mungkin mesum.


Namun bukan Dewa namanya jika hasratnya tak terpenuhi. tentu ia akan selalu mendapatkan apa yang ua inginkan. lantas tangan kekar pria itu menarik lembut wajah yang sedang serius menatap layar monitor hingga berhadapan dengan wajahnya.


Jarak yang begitu dekat hingga sapuan nafas keduanya saling menyapa, menimbulkan gelenyar-gelenyar dalam tubuh keduanya.


Hingga pada akhirnya kedua bibir itu saling bertaut. saling mencecap dan mengul*m lembut hingga menuntut.


Suara decapan dari tautan lidah mereka mengisi ruang sepi itu. pertukaran saliva yang sangat memabukkan dan tangan Dewa yang merayap mengabsen setiap inci kulit halus mulus istrinya.


Sebelah tangan yang sibuk memainkan meremas serta memilin aset berharga dari wanita itu. serta tangan yang lain sibuk menjelajah bagian bawah, membuat seseorang yang sedang bersandar di dada pria itu melenguh dan mendesah dengan mata terpejam.


Seperti biasa Cintya selalubterkalahkan oleh gairah sang mantan casanova


Dress yang di kenakannya pun sudah tak terbentuk, Dewa dengan keahlian tangannya telah meloloskan semuanya. dan entah siapa yang memulai duluan hingga keduanya saling menempel tak berpenghalang.


Keduanya terbuai dalam keindahan cinta dan gelora yang mereka ciptakan. hingga tanpa Cintya sadari Dewa telah memindahkan dirinya ke atas tubuhnya.


"Loh kok gini?" di saat itulah Cintya tersadar. tubuhnya sudah berada di posisi atas untuk memimpin permainan.


"Women on top." jawab pria itu jumawa.


"Tapi.." Cintya hendak protes. tapi dengan cepat Dewa membungkamnya dengan bibirnya. kembali bibir mereka saling bertautan.


"Bergeraklah sayang." titahnya selanjutnya. seperti terhipnotis oleh suara seksi sang pria, Cintya menurut begitu saja. menggerakkan tubuhnya sesuai arahan Dewa.


Des*han dan erangan keduanya menjadi irama yang semakin membuat aktifitas keduanya terasa memabukkan, setiap hentakan yang Dewa lakukan membuat Cintya melambung hingga akhirnya keduanya mencapai puncak nirwana bersama.


Tubuh Dewa ambruk di atas tubuh Cintya dengan nafas yang sama-sama memburu.


Dengan bertumpu pada sebelah tangannya agar bobot tubuhnya tak langsung menimpa tubuh kecil istrinya, Dewa memandang lekat ke dalam netra istrinya yang terbuka perlahan.


"Terima kasih sayang."


Keduanya sedikit meringis saat Dewa menjauhkan tubuhnya dan melepas penyatuannya. bersamaan dengan untaian harapan dalam hatinya, semoga cepat tumbuh calon kehidupan di dslam sana.


***


Ya gituu deh, makanya jangan suka nonton yang aneh-aneh, jadi pengen kan???


Dewa nackal deh, suka ganggu orang lagi nonton adegan live kok!

__ADS_1


wkkkk


__ADS_2