
Hingar bingar musik dan lampu warna-warni mengiringi langkah pemuda yang sedang menahan geram, dengan emosi yang meletup dan mulut yang siap memuntahkan umpatan.
Di sudut yang lain seorang pemuda yang tak sedang menggenggam gelas wiski duduk dengan gelisah. seperti seorang narapidana yang menanti vonis hakim atas kesalahan yang ia perbuat.
Dewa mengedarkan pandangannya, mencari sosok bawahan sahabat sekaligus musuh yang telah membuat harinya kacau.
Pun tak kalah dengan Dewa, Alex pun tampak gusar. hatinya pun saat ini merasa resah karena bosnya pasti akan menghajarnya.
Sesekali pandangannya menyapu ke segala arah, takut jika Dewa masuk tanpa di ketahui olehnya.
Satu menit
Dua menit
Sepuluh menit hingga tiga puluh menit berlalu.
Alex boleh bernafas lega karena tak mendapati Dewa di jam-jam biasa si bosnya itu datang.
"Lo kenapa sih tampak kayak maling ayam begitu!" Tanya Zack, sejak dari tadi mulutnya sudah sangat gatal untuk tidak bertanya.
Sejak satu jam yang lalu Zack merasa risih karena aksi Alex yang tampak gelisah, Layaknya seorang yang sedang menahan gugup untuk kencan pertama.
'"Hari ini gue pasti habis sama si bos.". Raut wajah ketakutan itu tampak konyol. dengan rambut yang berantakan dan kemeja semrawut tanpa terkancing rapi di dua kancing teratas.
"Emangnya Lo buat salah apa sama bos Lo itu?"
"Banyak, yang pasti gue habis setelah ini " Alex neraup wajahnya kasar.
"Apa elo udah gagalin tendernya?"
"Itu salah satunya, untungnya juga nih tender gak gede-gede amat." ujarnya jumawa namun masih menyisakan ketakutan di wajahnya.
"Berarti masih ada kesalahan elo yang fatal dong," Zack antusias bertanya. jika Alex sampai gusar pasti masalahnya besar.
"Iya,"
"Apa?"
"Gue bikin dia berantem sama si Nonik."
"Nonik siapa?"
"Si nona kecil."
__ADS_1
"Nona kecil, calon bininya Dewa maksud elo?" Alex mengangguk.
"Emang elo ngapain?"
"Gue ngomongin Lucia terus di Nonik dengerin?"
"Yakin cuma dengar? gak ada masalah lain?" Alex mengangguk terus menggeleng. membuat Zack bingung.
"Yang jelas Lex kalo ngomong," Bentak Zack.
"Dewa bilang kalo Lucia itu tukang seblak, tapi Gue bilang kalo si Lucia itu gebetannya Dewa." Alex ngakak meski hatinya masih risau.
"Terus gimana?" Zack makin kepo.
"Si Nonik gondok langsung minggat,"
"Sendiri?"
"Sama si sableng?"
"Terus masalahnya apa?" Zack kesal sendiri.
"Dewa ngilang seharian, gue yang harus handel semua kerjaan dia, alhasil satu tender lolos dari tangan gue karena Dewa gak hadir di meeting itu." Jelas Alex panjang lebar kali tinggi.
"Masalahnya, kalo bos gue yang sablengnya selevel kita itu gak balik ngantor, itu artinya masalah Nonik lebih gawat dari kegagalan tender itu." Alex berkata lemah.
"Jadi elu tau kesalahan elu itu fatal?" Suara bariton muncul di antara hentakan musik yang DJ mainkan.
"Astaghfirullah, izroil menampakkan diri," Ucap Alex latah, membuat Zack ikut berjingkit kaget.
Dewa dengan penampilan casual serba hitam nampak melotot. menampilkan muka garang, berkacak pinggang berdiri di belakang Zack. namun anehnya Alex tak menyadari kedatangannya.
"Bos," Alex nyengir.
"Gak usah pasang muka bego, gara-gara mulut lemes elu gue seharian di bikin susah sama cinta."
"Cinta?" Alex dan Zack kompak.
"Ya Cinta," Dewa memperjelas.
"Siapa lagi tuh?" cuma Zack yang berani bertanya karena Alex masih mengkeret takut.
"Gak usah bahas cinta, sekarang elu musti tanggung jawab!" bentaknya pada Alex.
__ADS_1
"Tanggung jawab apaan bos, memangnya di Nonik hamil?"
"Heh, setan lu!" Dewa memiting kepala bawahannya sambil meremas dan menjambak rambut pria itu dan sesekali menjitak keras sehingga membuat Alex berteriak. kini penampilan pria bermata biru itu lebih kacau dari sebelumnya.
"Emang di bocil ngapain elu?" Tanya Zack setelah Dewa duduk tenang di antara keduanya.
"Lu bawa Lucia ke hadapan dia, lu setting senormal mungkin. awas kalo gagal, gue pastiin elu bayar tuh tagihan apartemen pake potongan gaji." Ancamnya pada Alex. sontak pria itu pucat pasi. membayangkan dirinya harus membayar cicilan mobil sport dan Apartemen tanpa tunjangan dari teman sultannya.
"Lo cerdas udah bikin gue jajan satu em sehari." imbuhnya pada Alex. Zack terkikik melihat wajah kesal Dewa.
"Begini amat yang lagi jatuh cinta." oloknya pada Dewa. Zack sangat tau jika Dewa sudah benar-benar jatuh cinta pada Cintya meski dirinya juga sama, menolak cinta yang datang menyapa.
"Lucia asli apa palsu bos?"
"Lucia tukang seblak bego!" bentaknya.
"Terus urus kepindahan Lucia ke hotel kita di Jogja. gue udah ngomong sama dia tadi. semuanya aman." imbuhnya Dewa.
"Jadi gue aman nih sekarang?" Tanya Alex hati-hati.
Dewa tersenyum namun terlihat mengerikan. lebih pada seringai jahat.
"Hari ini gue di kerjain sama si bocil. dia belanja gila-gilaan, gue di suruh bawa. nemenin nyalon beli penjepit rambut seuprit dengan harga selangit!"
"Ya elah bos, cuma jepit rambut doang, gak bakal bikin elu bangkrut." kilah Alex cari aman.
"Gue gak bakal bangkrut kalo cuma beli di koreah dengan batu imitasi, nah dia minta batunya di ganti sama Zamrud yang di tambang langsung dari Afrika. gimana gak lemes gue."
"Jadi besok gue mau ke Afrika buat nurutin tu ibu-ibu." Dewa mendesah antara geli dan kesal.
"Hebat bener, belom hamil udah nyusahin, gimana hamil nanti ya?"
Ucapan Zack sontak membuat Dewa menoleh, seketika wajahnya pias. membayangkan sesusah apa nasibnya nanti.
"Mengerikan!" Alex tertawa penuh kemenangan.
"Tapi semuanya gue potong dari gaji elu!" Dewa tersenyum Smirk. gantian kini Alex yang terlihat pucat.
"Dewa,,,"
***
Nungguin ya????
__ADS_1
Maaf, aku kira udah aku up, eh ternyata belom. ,😁 keasikan nguli jadinya lupa 🤣🤣🤣