
Happy Reading...
...Waktu berlalu, musim berganti, bunga berguguran. ...
...Hari baru mengganti hari lama. namun cinta tetap tegak. ...
...Waktu membawa banyak perubahan kekasihku, ...
...Namun satu yang tak pernah berubah bahwa aku masih menunggumu....
...***...
Semakin lama gerakan Dewa semakin cepat dengan ritme berirama yang memabukkan. membuat Cintya semakin menggila. Readersnya belingsatan dan Authornya pengen kabur.
Ruangan ber AC itu tak lagi mendingin. udara semakin menanas seiring dengan aktifitas kedua insan yang saling berkejaran mencari keni******an surga dunia berada dalam satu cinta bertukar peluh hingga keduanya mencapai puncak bersama-sama.
Satu hentakan kuat dan dalam sebagai akhir dari perjalanan mereka dalam menggapai puncak g**rah.
Tubuh Dewa ambruk di atas tubuh mungil Cintya dengan nafas tersengal. Dewa tersenyum lebar dan puas. masih dengan miliknya di dalam Cintya.
Cintya terpejam menikmati sisa-sisa keni***atannya, menetralkan nafasnya yang memburu. tangannya mencengkram kuat tangan besar Dewa menggenggamnya di kedua sisi kepalanya.
Namun salah, tindakan Cintya justru mengobarkan kembali ga**ah Dewa yang sempat padam. membakar lebih pada hasratnya yang ingin segera di tuntaskan.
Dewa dengan sisa tenaga yang di milikinya, memulai kembali dari awal. berusaha membakar ga**ah istrinya.
Dewa mulai mencium tengkuk dan mengulum cuping Cintya. gerakannya intens mengabsen setiap inci kulit wanitanya dengan sentuhan dari bibirnya.
Ga**ah Cintya kembali bangkit seiring dengan de***an dan er**gan yang keluar dari bibirnya.Hingga ia merasa penuh di bagian bawah perutnya.
Dewa kembali melakukan tugasnya dengan sangat baik. menghujam dan menghentak dengan gerakan pelan dan lembut yang memabukkan untuk beberapa saat, lalu menambah tempo gerakannya menjadi cepat dan memanas hingga keduanya mencapai puncak dan merasakan kelegaan bersama.
Perlahan Dewa menarik dirinya hingga penyatuan mereka terlepas, bersamaan dengan cairan kental yang menerobos keluar. senyum kepuasan masih tercetak di wajahnya.
Dewa membawa Cintya kedalam pelukannya. dan menutup tubuh mereka dengan selimut. tubuhnya yang lelah hanya mampu menerima apapun yang di lakukan Dewa terhadapnya.
Untuk beberapa saat hening mengambil alih. hanya deru nafas yang teratur yang terdengar dalam kamar bernuansa putih itu.
Perlahan Cintya membuka mata dan pemandangan pertama yang di lihatnya adalah wajah tampan suaminya yang tengah menatapnya penuh cinta.
"Kakak." Cintya mengeratkan pelukannya.
"Ya, Cinta ini gue, kakak ajaib elu, Mamoru Chiba yang elu tunggu." Dewa masih dengan senyum khasnya.
"Kenapa tak mengatakan dari awal?" gadis itu berubah menjadi sangat manja dalam beberapa menit.
"Kata gue juga apa, gue bakal ajak elu ketemu sama kakak ajaib elu itu di saat yang tepat. dan sekarang waktunya udah tepat." Dewa kembali pada mode menyebalkan.
"Jahat banget deh, padahal Cintya pengennya ketemu sama dia pas belum nikah?" Cintya memukul dada telanjang Dewa, cemberut manja.
__ADS_1
"Emang apa bedanya?"
"Ya bedalah, kalo Cintya ketemu sama dia pas belom nikah, Cintya gak akan nikah sama om-om bangkotan kayak Om." ujarnya terkekeh.
"Terus elu batalin pernikahan kita dan kabur sama dia gitu?"
"Ya iyalah, Cintya kan cintanya sama kakak ajaib Cintya bukan sama Om."
"Tapi gue lebih kaya dari dia loh Cil."
"Cih, sombongnya." ujarnya terkekeh lucu.
"Realita Cil, gak sombong gak keren."
Keduanya tergelak bersama, sungguh pasangan yang kompak. setali tiga uang.
Beberapa jam yang lalu.
Dewa menuruti keinginan istrinya yang berubah sangat menyebalkan sejak pernikahan mereka seminggu yang lalu.
Bagaimana tidak di katakan menyebalkan, karena gadis itu selalu bertingkah aneh yang membuat Dewa ingin segera menerkamnya. sedangkan dirinya saat itu sedang mendapatkan tamu bulanan.
Itu semua di lakukan karena Cintya kesal. Dewa belum juga mempertemukan dirinya dengan kakak ajaibnya seperti yang Dewa janjikan.
"Elo ngajakin gue pulang cuma buat temenin elu belanja doang?" tanya Dewa saat Cintya masuk ke departemen store khusus pakaian dalam.
"Emang Om gak mau temenin istri Om yang cantiknya na'udzubillah ini belanja?"
"Gak bisa di apa-apain apa maksud Om?"
"Ya di apain aja."
"Kalo Cintya sudah bisa di apa-apain emang Om mau apa?"
"Ya ngapa-ngapain elu lah?"
"Ngapa-ngapain apa?"
"Cerewet deh lo Cil, gemes gue pengen ngapain elu?" Ujar Dewa mencubit pipi istrinya.
"Apa sih, udah ah Cintya mau belanja dulu biar cantik kalo kita mau ngapa-ngapain." Cintya menepis tangan Dewa dan nyelonong masuk ke area ****** ***** wanita di ikuti Dewa di belakangnya.
Dewa yang saat itu masih dengan setelan kerjanya sontak membuat para ibu dan gadis-gadis yang sedang berbelanja menjadi gagal fokus.
Bagaimana tidak, seorang pria tampan berperawakan Maco memakai jas mahal berada dalam mall khusus wanita dan sedang asik berbelanja lingerie bersama seorang gadis.
Kehadirannya di tempat itu membuat semua orang menghentikan aktifitasnya dan beralih memperhatikan pemandangan yang sangat jarang terjadi.
Mungkin jika ada yang menyorot keberadaan mereka dan di jadikan konten di akun gosip, dengan judul 'Dewa, sang Casanova metropolitan sedang memborong Lingerie untuk kekasihnya.' dan pasti banyak mengundang viewers.
__ADS_1
Selepas itu Cintya dengan seenak jidatnya meminta Dewa untuk membawa belanjaannya yang kebanyakan pakaian dalam berwarna merah. dan kembali dirinya menjadi bahan tontonan. meski begitu Dewa tak menolak. menolak pun percuma.
Kesejahteraan sang junior di pertaruhkan.
Hari sudah gelap saat Bugatti la voiture noire Dewa melintasi gedung yang menjadi saksi pertemuan Dewa dengan gadis kecil yang saat ini menjelma menjadi istrinya.
Tiba-tiba saja terbersit ide untuk memberitahu tentang siapa sebenarnya kakak ajaib yang Cintya tunggu.
"Om mau ngapain?"
Dewa menghentikan mobilnya di halaman gedung tersebut, yang adalah gedung serba guna yang disewakan untuk berbagai acara.
"Ngapa-ngapain Elu."
"Gak bisa di rumah aja apa?" Dewa menghentikan langkahnya, ucapan Cintya mengundang sebuah makna yang hanya di mengerti oleh Dewa.
Dewa mencekal pergelangan gadisnya yang terasa dingin.
"Jika gue pertemukan elu sama mamoru Chiba sekarang, apa elu bisa gue apa-apain sekarang?"
Cintya menelan saliva, ucapan Dewa sudah dapat di jangkau oleh otaknya. dan tanpa sadar gadis itu mengangguk.
Dewa tersenyum samar, lalu membawa Cintya ke sebuah ruangan yang luas dan kosong. lalu melangkah mundur.
"Om mau kemana?"
"Tunggu sebentar." ujarnya.
Klik.
Terdengar suara saklar di tekan dan tiba-tiba ruangan menjadi gelap.
Cintya berteriak histeris memanggil nama Dewa. namun Dewa membiarkannya meski saat itu ia berada tak jauh dari keberadaan istrinya.
Lambat lain suara Cintya melirih berganti dengan isakan tangis yang menyayat.
Hati Dewa tercabik di buatnya, namun pria itu tetap pada pendiriannya. membuat Cintya kehilangan trauma dan ketakutannya pada kegelapan.
Untuk beberapa saat hanya terdengar lirihan dari bibir Cintya yang memanggil nama kakak dan berulang.
Lalu terdengar suara langkah yang mendekat dalam gelapnya malam, membuat Cintya semakin mengeraskan suara.
***
Lanjut hot apa enggak nih,
Dahlah... up besok lagi semoga makin hot..
Di tunggu like komennya geeees...
__ADS_1
Cuma mau ingetin buat yang punya Vote!