Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Sebuah Rencana.


__ADS_3

Kalian kangen gak sih sama aku?


Ehhh, sama Dewa maksudnya. tuh liatian sama kalian wajah Dewa yang aduhai. masih tampan rupawan bak Dewa Yunani yang di puja-puja. apalagi tajir melintir dari lahir. nambah nilai plus buat Dewa. tapi Dewa juga buat kalian kok. ikhlas, mak ikhlas, sumpah...


***


Happy Reading...


Biarkan alam menyaksikan, biarkan bulan mentertawakan dan sang bintang berbisik. serta desingan angin yang mencibir bernyanyi mengalun lagu kasmaran.


Sore telah beranjak malam, namun sama sekali tak mengubah posisi dua anak manusia yang tengah berhimpitan dalam satu selimut yang sama.


Buliran air yang masih mengembun di dahi dan meluncur melalui pelipis membuktikan jika aktifitas mereka baru saja di rampungkan.


Punggung sang wanita yang tampak mengkilap karena lelehan keringat menjadi kian berkilau karena tersiram sinar sang rembulan yang menerobos melalui celah jendela yang sengaja tak tertutup oleh gorden.


Biarkan alam menyaksikan, biarkan bulan mentertawakan dan sang bintang berbisik. serta desingan angin yang mencibir bernyanyi mengalun lagu kasmaran. mereka hanya sedang jatuh Cinta. ya, Dewa dan Cintya hanya sedang saling mencintai.


Deru nafas yang memburu serta erangan terpuaskan menjadi pertanda bahwa penyatuan mereka bukan hanya tentang raga, namun juga jiwa. dua hati yang terikat dengan sehelai benang tak kasat mata yang di namakan Cinta.


Dewa telah menemukan sang Dewi. pemilik dari segala yang ada dalam dirinya. apapun itu jika telah tersentuh dengan yang namanya Cinta, semuanya tampak indah.


"Capek?" tanya Dewa pada wanita yang terpejam lelah dalam peluknya.


"Banget Om, Cintya nyerah." ujarnya setelah berhasil menghilangkan separuh dari deru nafasnya yang memburu.


"Masih ada Season lanjutan loh Cil." kelakar Dewa dengan menundukkan kepala agar dapat menjangkau pandangan ke arah sang gadis yang selalu ia sebut bocil saat berdua dalam kamar.


"Ogah, capek lemes pokoknya ampun." tolak Cintya sarkas.


"Lagian elu pake jejelin tuh obat. ngapain sih? udah tau gue kayak apa masih aja iseng. nyari mati kan lu?" bukannya menenangkan dan meminta maaf karena membuat Cintya tak berdaya. Dewa justru memarahinya.


"Tapi sensasinya beda deh om, lebih gimana gitu?" cicitnya di sertai kekehan kecil.


"Rugi banget deh, gue kan masih kuat masih perkasa. bisa bikin elu tereak tanpa itu."


Cintya memutar bola mata. "lagian om juga suka deh kayaknya."


Dengan sisa tenaga yang di milikinya gadis itu beranjak, membiarkan seluruh tubuhnya terekspos. dan berjalan ke arah kamar mandi, tanpa mempedulikan Dewa yang masih tersiksa karena juniornya masih dalam mode on.


"Eh, apa lu bilang? suka? elu hina gue banget deh."


"Sini lu!" serunya tanpa di dengar oleh wanita yang makin menjauh dari tempatnya berbaring.

__ADS_1


"Gue bikin lu gak bisa jalan sekalian." Dewa melompat dan menerjang gadis yang sudah sampai di depan pintu. tak peduli jika teriakannya memenuhi apartemennya. bahkan jika terdengar sampai unit sebelah pun ia tak peduli.


Kembali aktifitas mereka terselesaikan dalam bak kamar mandi. dan entah untuk season ke berapa. mereka tak sempat hitung. efek Viagra membuat Dewa tak mampu membendung ledakan dalam dirinya. dan Cintya harusnya menyesali perbuatannya. tapi nyatanya ia semakin tertarik untuk membuat satu kekacauan lagi.


Setelah perdebatan panjang dengan satu akhir titik temu penyelesaian, yaitu mereka akan lanjut di tengah malam selanjutnya. setidaknya mereka membutuhkan asupan untuk mengisi kembali tenaga yang telah terkuras habis.


Di sinilah mereka, di meja makan dengan hidangan yang lebih dari cukup untuk di habiskan oleh dua mulut.


"Ngapain pesen banyak banget sih kak?"


"Buat kamu cinta, tadi katanya laper banget."


"Gimana gak laper dari siang belum makan langsung di garap aja. lagian siapa yang habisi coba, ini banyak banget. mubadzir kalo kata ibu."


"Lu habisin semua, habis ini lo butuh tenaga ekstra." kelakar Dewa dan berhasil membuat sang nyonya mengangkat tinggi-tinggi sudut bibir atasnya.


"Yakin masih kuat?"


Tak sadar jika ucapannya itu membuat sesuatu yang seharusnya masih tertidur itu kembali bangkit perlahan.


"Jadi mau sekarang aja nih?"


"Gak, nanti aja. ada yang mau Cintya tanyakan sama Om."


"Gimana kalau isabel yang konsumsi obat semacam itu."


"Apa?" Dewa melotot hingga dua mata dengan manik abu-abu itu membulat


Baiklah, Dewa harus harus ingat jika istrinya adalah species yang memiliki tingkat keisengan di atas rata-rata. dan sepertinya ia juga harus bersiap dengan ulah sang istri yang pasti akan membuat onar. bahkan huru-hara mungkin.


"Emang mau lu apain isabel?"


"Gimana jika yang kak Leo minum juga di minum olehnya. pasti seru deh om." ujar Cintya dengan seringai yang menakutkan.


"Jangan Gila deh Cil, itu bahaya."


"Benarkah?"


"Ya bahaya lah kalau gak ada musuhnya."


"Gitu ya?"


Cintya tampaknya sedikit berfikir sebelum mengatakan. "cuma itu kan bahanya gak ada yang lain?"

__ADS_1


"Pastinya dia sangat kesakitan dan butuh pelampiasan."


Bukannya khawatir justru Cintya tampak takjub, pasti akan lebih seru dan menyenangkan dengan rencana yang telah ia susun.


"Jadi harus ada partner gitu om?"


Dewa menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah sambil menyuap makanannya.


Mencoba menebak dan menerka-nerka apa yang ada dalam otak istri jahilnya.


Tapi Dewa bisa apa kecuali membiarkan. jika tidak dia pasti dapat masalah. apa lagi jika bukan kesejahteraan malamnya.


Eh, apa Dewa sepenakut itu.


Tidak, Dewa hanya sedang menikmati Cintanya. cinta yang menggebu dan menggelora. Dewa mungkin gila, tapi itulah yang terjadi. Dewa hanya sedang tergila-gila.


Tak apa orang menganggap ia di kendalikan oleh seorang wanita. selama ia tak kehilangan harga dirinya. Dewa tetaplah seorang pria dengan kehormatan yang sama, hanya sedikit.... 'Bucin'.


Bukan Dewa tak mampu untuk mencegah, namun membiarkan Cintya melakukannya juga bukanlah ide yang baik.


Kembali Cintya tampak terdiam. pastilah ia sedang memikirkan ucapan Dewa.


"Gimana kalau gue yang jadi partnernya?" Celetuknya asal dan berhasil menerbitkan tangan di cantik dan mengetoknya dengan sendok di kepalanya.


"Sakit bocil!" teriaknya dengan mengusap ujung kepalanya.


"Coba kalo berani, kepala yang di bawah sono nooh yang bakal Cintya getok."


***


Dewa minta di sunat ulang kayaknya.


Isabel di kerjain cinta gak sih?


Siapa yang bakal jadi partnernya nanti?


Kalian ngide dong, biar rame di komentar.


Di sableng tetep cakep kan meski kepalanya di getok sendok. wkkk


Vote gak sih???


__ADS_1


__ADS_2