Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Terima kasih Cinta


__ADS_3

Happy Reading...


Pesta pertama telah usai, kini Tampak dua pasangan halal itu beristirahat dalam kamar yang telah disediakan untuk menunggu pesta kedua yang akan di gelar beberapa jam kedepan.


Istirahat?


Apakah ada istirahat


dalam arti yang sebenarnya jika Dewa dan Cintya berada dalam satu ruangan apalagi mereka hanya berdua.


Yang ada perdebatan selalu mewarnai, meski selalu berakhir dengan rengekan Cintya karena lelah dengan kejahilan Dewa, atau Dewa yang berteriak frustasi menghadapai kelakuan gadis yang telah mengendalikan seluruh hidupnya.


Atau mungkin aktifitas lain yang membuat Dewa belingsatan.


Dewa masuk ke kamar setelah pria itu berhasil mencari alasan untuk kabur dari pesta.


Dengan menenteng keris yang menjadi accessories nya, Dewa melangkah menuju kamar mereka. Istirahat sebentar sebelum Pesta kedua mungkin ide yang bagus.


Tubuhnya lelah setelah begitu banyak rangkain kegiatan dari ritual hingga acara ijab qobul di susul pesta untuk keluarga besar. belum lagi pesta kedua dengan banyaknya tamu dari kalangan teman-teman bisnis Dewa.


Namun rasa penat dan lelahnya hilang setelah ia sampai dalam kamar mereka dan mendapati gadis yang berstatus istrinya itu tengah terlelap.


"Cil,"


Inilah yang Dewa tunggu, setiap kepulangannya akan mendapati istrinya berada di atas ranjangnya.


"Lo manis banget sih dek."


Dewa berjongkok di tepi ranjang, wajahnya tepat di depan gadis yang tidur dengan posisi miring. jarak yang sangat dekat membuat Dewa dapat melihat jelas wajah imut yang tampak letih itu.


"Gadis kecil gue," Dewa terkekeh dengan perasàan bahagia.


"Lu tau, pertama gue liat elo di kamar hotel itu, gue merasa bahwa takdir dengan sengaja mempertemukan kita disana. gadis yang udah dua kali buat gue patah hati." kembali Dewa terkekeh. mentertawakan kebodohannya bermonolog sendiri.


Untuk beberapa saat hening mengambil alih suasana. Dewa masih berada di tempatnya. mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu sempurna. memandangi wajah yang membuatnya tergila-gila. hingga ia melupakan dunia nya sendiri.


Tatapan Dewa beralih pada bibir mungil yang sedikit terbuka, hasrat kelelakianya menyuruhnya untuk segera menyerangnya, tapi ia masih bisa menguasai diri untuk tak melakukannya.


Hanya satu kecupan kecil yang ia curi saat itu. namun itu justru mengundangnya untuk melakukannya lagi dan lagi.


Bagai minum air laut di tengah teriknya hari, semakin di minum semakin haus. seberapa banyak air pun tak akan mampu menghilangkan dahaganya.

__ADS_1


Kecupan-kecupan kecil itu berubah menjadi lum*tan lembut dan berakhir dengan kul*man yang semakin lama semakin menuntut.


Cintya melenguh karena merasa acara istirahatnya terganggu. gadis itu berubah posisi menjadi terlentang. yang justru mengundang Dewa untuk melakukan lebih jauh.


Dewa bergerak naik, merangkak di atas tubuh gadis yang hanya mengenakan piyama sutra. posisi tidur yang menantang dengan pakaian tak beradab membuat Dewa kehilangan kewarasannya.


Jangan heran karena Dewa Seorang player.


"Uh!" satu lenguhan kecil berhasil lolos. namun itu terdengar seperti undangan bagi Dewa agar melakukan lebih jauh.


Bolehkah jika Dewa menginginkannya sekarang. tak ada hukum apapun yang melarangnya. kecuali ancaman kakak ipar durjana yang mengharuskan Dewa untuk membantunya memperbaiki hubungannya dengan gadis dari masa lalunya.


Dewa semakin lupa daratan. lenguhan-lenguhan kecil yang keluar dari mulut istrinya bagaikan cemeti yang memecut ga**ahnya semakin liar.


"Om," Cintya terlena dalam pejamnya. entah apa yang di rasakan gadis itu. apakah ia tengah bermimpi karena Dewa melakukan tugasnya dengan sangat rapi. bergerak lembut dan liar.


Tangan profesionalnya bergerak lincah, meraba mengusap dan menyentuh setiap inci kulit tanpa melewatkannya sejengkal pun.


Sesuatu di bawah sana semakin mengeras. menyiksa Dewa yang mengakibatkan pria itu tak mengingat lagi rasa kasihan.


Cintya merasakan pergerakan di atas tubuhnya, apalagi bagian tertentu bawah tubuhnya merasakan hal yang tak biasa. sesuatu yang besar dan keras menggesek, seolah ingin menerobos beberapa helai kain yang masih melindunginya. hingga ia merasakan desakan yang semakin menguat bersamaan dengan nafas yang memburu.


Mengendus dan mencium, memberikan sensasi yang tak biasa. yang bisa Cintya lakukan hanyalah menepuk punggung pria itu.


"Om!" serunya.


"Bentar Lagi dek,"


Sudah kepalang tanggung, dan Dewa harus menyelesaikan misinya. jika tidak migrain akan menyerangnya untuk beberapa jam kedepan. tentu saja Dewa tak ingin itu terjadi.


Er*ksi akan menyiksa nya.


"Udah dong,"


"Satu menit lagi." ujar Pria itu masih dengan posisi yang sama dan gerakan yang sama.


Perhitungan yang tepat dalam tiga puluh detik ke depan.


Dua puluh detik lagi.


Sepuluh detik lagi.

__ADS_1


Lima, empat, tiga dua, satu, perhitungan yang pas!


Serrr


Dewa sukses dalam misinya.


"Terima kasih Cinta."


Ucapan yang tak Cintya mengerti maksudnya. Gadis itu hanya melongo dan mengerjab-ngerjabkan matanya. melihat punggung Dewa berlalu meninggalkannya masuk ke dalam bilik mandi.


Terdengar suara gemericik menandakan ada aktifitas di dalam. dan beberapa kemudian Dewa keluar hanya dengan mengenaskan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Kok bangun?" tanya pria itu seolah dirinya tak bersalah telah menganggu si putri tidur.


"Gimana Cintya bisa tidur kalo ada yang *****-***** gak jelas."


Dewa terkekeh lantas ikut naik ke tempat tidur setelah membuang handuk dan menggantinya dengan celana bahan.


"Udah tidur lagi gih, pesta kedua masih beberapa jam lagi. sini gue kelonin." ujarnya seraya menarik Cintya ke dalam dekapannya.


"Ogah, gerah." Tolak gadis itu seraya mendorong Dewa menjauhi tubuhnya.


"Dosa kamu cil nolak suami."


"Nanti deh Cintya sholat taubat.'


"Emang lu bisa?"


"Om yang ngajari."


"Elah, gue juga banyak dosa, bertumpuk-tumpuk malah."


"Kalo gitu kita sholat bareng,"


"Ya udah kita kelonan dulu yuk, biar bisa hapus sedikit Dosa." Ucapan di pria sableng sukses membuat keduanya tergelak bersama.


***


Pemanasan gess sebelum yang panas-panas.


jejaaaaak....

__ADS_1


__ADS_2