Kutukan Cinta Sang Casanova

Kutukan Cinta Sang Casanova
Shit!


__ADS_3

Happy Reading.


Des**an nafas memburu dalam sebuah ruangan dengan penerangan cahaya yang temaram.


Di sana, di tengah ruangan di atas ranjang king size terdapat dua orang yang sedang bergumul. berc**bu, saling menyalurkan hasrat manusiawi yang mereka miliki. saling memberi dan menerima t.


"Om." de*ah Cintya tertahan.


Era*gan Cintya semakin menggila saat tangan profesional Dewa menjelajah bagian atas tubuhnya. bibirnya dengan bebas mencium dan menji*at dua bukit kembar yang tegak menantang'. saling bekerja sama dengan jari jemarinya yang leluasa bergerak mengelus mengendus dan meremas gundukan yang membuat pria itu gemas.


"Cinta kau sangat cantik dan indah." Dewa meracau bersamaan dengan tangannya yang menurun menelusuri tubuh mulus tanpa penghalang milik Cintya.


Gerakan tangan Dewa semakin liar bergerak lincah menelusuri setiap inci hingga ia menemukan surga dunia yang hanya milik Dewa .seorang.


Dewa memainkannya dengan sangat lembut dan lihai. tangan nya yang sudah terlatih bekerja dengan sangat baik. hingga membuat sang pemilik tubuh menggeliat kenik**tan.


Semakin menggila er**gan dan des**an Cintya maka Dewa semakin semangat dan berg***ah. semakin banyak ke*****tan yang di rasa Cintya maka Dewa semakin puas dengan aksinya.


Ketika di rasa Cintya akan mencapai puncaknya, maka Dewa segera menghentikan aktifitasnya. pria itu sengaja ingin menyiksa istrinya, membalas apa yang tertunda selama tujuh hari kemarin. membuat gadis yang paling di cintanya itu memohon..


Seperti apa wajah gadis itu saat ini, wajahnya terlihat sangat frustasi dengan sorot mata yang sayu. seperti memohon untuk Dewa segera memasukinya.


"Om.'


"Ya Cinta.' Cintya memanggil dengan suara parau dan menggoda dengan suara seksi.


Oh ****!


Dewa mengumpat saat Cintya menggigit bibir bawahnya. sungguh. Dewa ingin segera memasukinya. merasakan hangat yang menjepitnya.


.


Lihatlah apa yang akan Dewa lakukan pada istrinya. menyiksanya dan membalas dendam atas spa yang pria itu rasakan selama lebih dari satu minggu.


Dewa tak akan langsung memasuki Cintya. bibirnya bergerilya menelusuri perut Cintya dan semakin ke bawah dan kembali memainkannya.

__ADS_1


"Oh tidak, jangan lakukan itu Om, Cintya ah,." Satu de***an lolos.


Cintya terlambat, Dewa sudah berada tepat di depan bagian intinya. Dewa membuka p**a Cintya lebar-lebar agar dapat menjangkau dengan baik. mengecup menj**Lat dsn menghisap hingga Cintya merasa gila saat itu.


Ia malu sekaligus mau menikmati setiap sentuhan sang profesional di area sensitifnya.


Cintya meremas rambut Dewa, merasakan sesuatu yang berdenyut hebat. ia menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri karena tak kuat menahan sesuatu yang ingin mendesak keluar.


Cintya telah sampai di puncaknya. ia melenguh dengan menjepit tubuh Dewa, kedua kakinya bergetar hebat.


"Oh, belum sayang, ini pasti akan lama." Dewa menegakkan tubuhnya, membuka lebar kaki gadis yang tak berdaya itu. memposisikan dirinya agar dapat segera memasuki Cintya dengan pandangan berkabut.


Dewa telah bersiap dengan alat tempur di tangannya.


Tunggu!


Cintya menegakkan tubuhnya dengan posisi yang masih meng****ang.


"Kenapa besar sekali?" mata Cintya membola melihat sesuatu yang menggelepar mengangguk-angguk di depan matanya.


Cintya masih tercenung, mempertajam penglihatannya pada benda yang pertama kali di lihatnya.


"Coba pegang," Titah Dewa, gadis itu menurut. memegang benda keras besar panjang dan berurat dengan jemarinya yang mungil. hingga jemarinya tak muat untuk menggenggamnya


"Apa Om yakin dia bisa masuk kesana." Gadis itu menengok ke arah i***nya dan benda yang ia pegang bergantian.


"Tunggu sedikit mengecil ya om, nanti biar besar di dalam saja." ujar gadis itu konyol.


Dewa terkekeh, "Kamu lucu banget sih dek," ujarnya setelah mengecup bibir yang berceloteh itu, seraya mendorong pelan tubuh Cintya di atas ranjang.


"Apa akan sakit?" tanya gadis itu polos.


"Ya, tapi hanya sebentar karena setelahnya hanya ken***atan yang akan terasa." Ujar Dewa menenangkan.


Kembali Dewa memposisikan dirinya, Dewa tak membuang-buang waktu, segera ia mengarahkan kejantanannya, menyatukan dirinya dengan gadis yang berstatus istrinya.

__ADS_1


Cintya dapat merasakan kehangatan menjalar saat Dewa merengkuhnya dan .endusel di perpotongan lehernya.


Serta sesuatu di bawah sana yang bergerak pelan namun pasti menerobos masuk.


Cintya mengerang dan meringis merasakan perih saat benda itu semakin jauh mendesak kedalam.


"Sakit Om." jeritnya tertahan.


"Tenang, rilex, buang nafas perlahan jangan fokus pada rasa sakitnya. cuma sebentar." bimbingnya lirih di bawah telinga gadis itu untuk mengalihkan.


Cintya mengerang tertahan. dan mengeratkan pelukan saat merasa benda itu semakin keras melesak kedalam i***inya.


Srekkk..


Satu cakaran berhasil menggores punggung berotot Dewa. nafas keduanya memburu merasakan sakit dan nikmat dalam waktu yang bersamaan.


Tubuh kekar Dewa mengungkung sempurna tubuh mungil di bawahnya. sebuah Definisi menggagahi yang sebenarnya. tubuh berotot di atas tubuh mulus di bawahnya.


Selanjutnya Dewa menggerakkan tubuhnya, menghujam dan menghentak dengan tempo yang sangat pelan dan pasti.


Semakin lama gerakan Dewa semakin cepat dengan ritme berirama yang memabukkan. membuat Cintya semakin menggila. Readersnya belingsatan dan Authornya pengen kabur.


Ruangan ber AC itu tak lagi mendingin. udara semakin menanas seiring dengan aktifitas kedua insan yang saling berkejaran mencari keni******an surga dunia berada dalam satu cinta bertukar peluh hingga keduanya mencapai puncak bersama-sama.


***


Kaboooor...


Selamat dini hari menjelang pagi, happy week end...


Like Comment jika kalian suka part ini,


Kalian punya hutang Vote di hari Senin.


Authornya ngumpet dulu, takut di kirimi surat cinta sama Mimin.

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2