
"Calon cucu Papa beneran kembar?" tanya Pak Herman berlari meminta jawaban dari putri nya.
Karena saat dia baru sampai di depan rumah tadi, tidak sengaja bertemu dengan Reza yang ternyata juga pulang lebih cepat hari ini,karena telah berjanji dengan Gita,Reza mulai menceritakan semua nya saat mereka berjalan masuk ke dalam rumah.Pak Herman yang tidak sabar mendengar jawaban dari mulut Putri nya langsung mengajak Reza untuk berjalan dengan cepat melangkah masuk ke dalam rumah.
Hm.." jawab Gita berdehem dan mengangguk kepala nya dan menangis terharu.
Mood sensitif nya kembali muncul,saat semua orang begitu bahagia mendengar kan kabar yang dia sampaikan.
"Alhamdulillah...Papa ngga nyangka di kasih cucu langsung dua begini." ucap Pak Herman mendekap erat tubuh putri kecil nya yang sudah terlihat berisi semenjak hamil.
" Terimakasih Nak,sudah menghadirkan kebahagiaan di rumah kita."ucap Pak Herman menahan tangis nya.
" Iya Pa." jawab Gita Yangs udah berderai air mata.
Reza yang melihat istri nya sudah menangis langsung mendekat dan mengelus pelan punggung istri nya untuk menenang kan permaisuri hati nya.
Mama Sonia yang merasa heran melihat suami nya sudah pulang kerja padahal hari masih pukul 5 sore.langsung melihat lagi ke arah jam yang ada di dinding kamar Gita, dan ternyata jam nya tidak salah,kedua benda itu sama-sama menunjukkan pukul 5 sore.
" Tumben Papa sudah pulang jam segini." tanya Mama Sonia tidak percaya.
" Tadi lagi ngga ad pekerjaan saja,maka nya Papa langsung pulang.dari pada cuman bengong ngga jelas di sana." jawab Papa Herman meneliti setiap tulisan yang ada di gambar print hasil USG cucu kembar nya.
Dia mengangguk kan kepala nya, mulut nya tidak berhenti melukis senyum kebahagiaan.yang ada di pikiran nya adalah Mereka tidak perlu berebutan jika ingin menggendong dan bermain dengan calon cucu mereka kelak.
" Kapan kamu mau USG lagi, Mama sama Papa boleh ikut ya?" tawar Mama Sonia yang penasaran melihat bagaimana perkembangan calon cucu nya di dalam sana.
" Bulan depan lagi Ma." jawab Gita yang sudah berhenti menangis.
" Mama sama Papa boleh ikut 'kan." tanya Mama Sonia dengan tatapan memohon kepada anak dan juga menantu nya.
" Tentu saja boleh Ma.kita periksa nya di tanggal 6 bulan depan." jawab Reza.
" Yes..Tuh Pa! Dengerin.pokok nya tanggal 6 bulan depan Papa harus kosongin jadwal Papa,awas saja kalau Papa sampai lupa." ancam Mama Sonia kepada suami nya yang selalu sibuk dengan urusan kantor.
"Iya Ma, ini Papa mau langsung kirim pesan kepada Surya supaya dia mengosongkan jadwal Papa pada tanggal itu,Papa juga ke pengen ikut melihat perkembangan calon pewaris Papa."
" Calon pewaris Papa?" ucap Rega saat masuk ke dalam kamar Gita.
Saat pria lajang itu baru sampai di rumah nya,setelah 4 hari berada di kota s,dia mendapati rumah nya di lantai bawah terlihat sepi bagaikan tidak berpenghuni.setelah dia cari- cari dan bertanya langsung kepada Mbok Darmi,ternyata benar mereka sedang asyik bercengkrama membahas pewaris harta Husein corp.
"Kamu sudah pulang?" tanya Mama Sonia datar.
__ADS_1
Kehadiran Rega sudah tidak menarik perhatian mereka lagi setelah ada nya calon cucu kembar mereka.
" Iya Ma, siapa yang akan menjadi pewaris Husein corp?" tanya Rega penasaran,karena dia hanya mendengar sepotong dari sekian banyak obrolan keluarga nya.
" Ya tentu calon cucu- cucu Papa lah,maka nya kamu cepetan bikin cucu juga buat Papa sama Mama.sebelum nama kamu tenggelam dari daftar ahli waris."jawab Pak Herman lugas.
Rega yang mendengar jika nama nya akan di tenggelam kan dari daftar ahli waris mendadak linglung tak berakal lagi.dia yang selama ini mondar-mandir membantu sang Papa di perusahaan nya,malah di tenggelam kan begitu saja karena belum memiliki anak.
" Benar-benar tidak berperikemanusiaan." teriak Rega dalam hati nya.
Sementara Gita yang melihat ekspresi wajah Abang nya seperti ayam yang sedang kelaparan langsung tertawa ngakak dengan memegang perut nya yang ikut terasa bergoyang.
"Tumben mulut Papa sadis sekali hari ini,biasa nya Mama yang selalu repot mengurusi calon istri...Calon istri! Baru saja Rega tinggal 4 hari ke luar kota,di rumah ini sudah banyak sekali perubahan drastis."jawab Rega dengan mencebik.
" Hahaahahahaha..."
Ucapan pilu Rega di sambut gelak tawa oleh semua anggota keluarga nya.
" Maka nya kamu jangan kelamaan di luar kota nya,jadi tidak bisa mengikuti perkembangan apa saja yang terjadi di rumah." sergah Mama Sonia cepat.
" Cepatan cari calon istri untuk kamu, sebelum kamu semakin tua, dan di kalahkan oleh calon cucu- cucu Mama." seloroh Mama Sonia yang semakin membuat wajah Rega semakin terlihat masam.
" Kenapa harus bahas calon istri terus sih Ma, Rega bosan kalau harus bahas itu terus! Cucu-cucu? baru juga satu Ma, udah kayak lima aja!" protes Rega merasa tidak terima dengan ucapan Mama nya.
" Dua? Emang nya Papa sama Mama mau punya cucu dari mana lagi? Apa dari anak selingkuhan Papa." tanya Rega dengan mulut tanpa filter.
Bukk..Buk...
"Mulut kamu itu asal ngomong saja! Kamu pikir Mama mau apa di madu sama wanita lain!Dasar anak kurang ajar." bentak Mama Sonia kesal dan melayangkan Bogeman mentah nya di perut putra sulung nya yang sifat nya memang terkenal jahil.
"Aw...Sakit Ma!" ucap Rega mengaduh kesakitan,ternyata pukulan dari Mama nya sangat kuat juga.
" Rasain! Maka nya kalau ngomong tuh jangan asal sebut saja."
" Bercanda doang Ma,lagian Mama dari tadi ngatain Rega sah- sah aja,Rega ngga marah kok."
Pak Herman ,Gita dan Reza hanya diam menyaksikan pertunjukkan debat di depan mata mereka,tidak ada yang berniat melerai perdebatan sengit itu.sebelum mereka sendiri yang menghentikan nya.
" Udah sana ! Kamu keluar aja dari sini,cari calon istri dan calon cucu buat Mama baru kamu bisa di terima dan di maaf kan."Mama Sonia mendorong paksa tubuh Rega keluar dari kamar Gita.
" Okey! Rega bakal bawa calon anak Rega kesini." jawab Rega mantap walaupun dalam hati nya ini cuman bercanda.
__ADS_1
" Ingat Mama ngga mau ya calon cucu dari wanita bayaran kamu itu."
" Mama pikir Rega apaan main nya sama wanita bayaran, Menantu kesayangan Mama tuh suka nya main sama wanita bayaran.tanya aja." ucap Rega lugas yang kembali tanpa saringan.
Reza yang merasa nama nya di kait- kait kan dengan masa kelam nya menatap tajam ke arah Rega,seolah akan menguliti nya hidup- hidup.
" Upss sorry salah ngomong." ucap Rega setelah menyadari jika dia berbicara di saat yang tidak tepat.
" Gue mau mandi dulu." ucap Rega cepat sambil berlalu keluar dengan langkah seribu nya di saat dia melihat semua orang sedang terdiam karena ucapan pedas nya tentang masa lalu sang adik ipar.
" Mas!" ucap Gita lirih dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
" Sial! Gara - gara Rega yang mulut ember itu,istri gue jadi nangis lagi 'kan" umpat Reza kesal dalam hati nya.
" Udah kamu ngga usah dengerin omongan Abang kamu yang jahil itu,nanti biar Mama tegur dia,sekarang mandi lah ini sudah magrib ." titah Mama Sonia yang tidak ingin melihat pertumpahan air mata terjadi lagi.
" Iya Nak,jangan di jadi kan pikiran,itu hanya masa lalu." ucap Pak Herman yang ikut menenang kan putri nya yang terlihat terdiam setelah mendengar ucapan Rega.
" Mama sama Papa tunggu kalian di meja makan ya."
Setelah kepergian kedua orang tua nya,air mata yang sejak tadi dia tahan berhamburan keluar dari tempat nya tanpa bisa dia hentikan lagi.
Hiks...Hiks...
"Kamu beneran suka main perempuan jika di belakang aku Mas?" tanya Gita yang sudah sesenggukan dengan nafas nya yang juga sudah ngos-ngosan.
Melihat istri nya kembali menangis tersedu-sedu karena termakan oleh omongan Rega yang tanpa filter itu,Reza menghela nafas nya dengan kasar dan mengusap seluruh wajah dengan tangan nya.
" Kamu kan sudah tau bagaimana buruk nya masa lalu Mas dulu, Mas ngga pernah mengulangi nya lagi setelah bertemu dengan kamu saat itu, apalagi setelah menikah,punya niat saja tidak ada apalagi melakukan nya.percaya lah itu hanya masa lalu Mas saja,Mas ngga akan mungkin mengkhianati istri Mas yang sempurna ini." ucap Reza berusaha menenangkan istri nya yang terlihat bersedih karena masa lalu nya.
" Kamu ngga bohong 'kan Mas? " tanya Gita penuh selidik.
" Ngga sayang,buat apa juga Mas cari wanita bayaran.sementara istri Mas saja ngga habis- habis." jawab Reza sambil tersenyum dan mengelap sisa air mata yang mengotori wajah imut istri nya.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut suami nya Gita menjadi lebih tenang.
Sebelum mereka benar-benar menjalani kehidupan rumah tangga yang selayak nya rumah tangga orang lain,Reza dulu memang pernah menceritakan bagaimana buruk dan hancur nya masa lalu nya.dia tidak ingin menutupi semua nya agar tidak menjadi badai besar dalam rumah tangga nya kelak.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
__ADS_1
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya 🥰😍🥰😍