Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 57


__ADS_3

Dengan perlahan Gita membuka benda pipih yang masih terbungkus sangat rapi itu.


Deg...Deg.. Jantung Gita berdebar tak karuan,Hati nya masih ragu,dia belum yakin akan kesiapan mental dan juga jiwa nya.mampu kah dia menerima pemberian Tuhan ini dengan lapang dada,sementara status nya masih tercatat sebagai siswa di sebuah sekolah menengah atas.


" Testpack!"


" Kenapa Mama memberi benda itu kepada Gita? Reza bergumam dalam hati nya.


" Ma, Kenapa Mama kasih Gita ini Ma?" tanya Gita yang masih belum percaya dengan semua nya.


" Besok pagi kamu tes ya sayang, kamu tau kan itu apa?" ujar Mama Sonia dengan lembut.


" Tau Ma, tapi kan Gita belum yakin hamil Ma." Gita masih tidak percaya jika dia hamil, karena dia belum merasakan gejala- gejala hamil yang pernah dia pelajari nya di sekolah.


" Di coba dulu sayang, kita kan belum tau jika tidak di tes pakai testpack.besok pagi bangun tidur kamu jangan sampai lupa." titah sang Mama kepada Gita.


Mama Sonia sudah benar- benar yakin tentang putri nya yang sedang hamil, ini hanya untuk membuat Gita lebih percaya saja.


Gita menoleh ke arah suami nya sambil menunjukkan benda pipih yang berada di tangan nya.Reza yang sudah mengerti membalas dengan menganggukkan kepala nya.


" Mas!"


" Iya sayang, benar kata Mama, kita tes saja besok pagi ya!" seru Reza membelai lembut rambut istri nya serta menghadiahi nya satu kecupan mesra tepat di kening nya.


" Ya sudah sana kalian istirahat lah, kamu besok masih berangkat ke sekolah sayang." tanya Mama Sonia.


" Ngga Ma, besok guru- guru ada rapat pembahasan ujian kelulusan, jadi kami di libur kan 2 hari."


" Oh begitu, ya sudah istirahat lah."


" Kita ke kamar dulu ya Ma." ucap Gita yang selalu suka bergelayut mesra di tangan suami nya.


Hari- hari telah mereka lewati bersama, tidak terasa pernikahan yang terpaksa dulu mereka lakukan karena mahkota yang di renggut paksa sudah berjalan 1 bulan lebih, dulu yang ada di bayangan Gita pernikahan nya tidak akan pernah ada kata bahagia, tetapi semua nya berbanding terbalik, suami nya benar- benar memperlakukan dia dengan baik, bahagia sudah pasti di rasakan nya, kini Gita hanya tinggal menunggu ujian kelulusan saja, agar bisa mendeklarasi kan hubungan mereka di depan publik dan pergi berbulan madu seperti layak nya pengantin baru pada umumnya,serta mereka tidak perlu takut dan bersembunyi lagi dalam beraktivitas di dunia luar.


**


Sesuai janji nya,di Kafe Rembulan Selo sedang menunggu kedatangan Bima, keadaan dia benar- benar kacau, hati nya sungguh hancur berkeping- keping.


Tes ..

__ADS_1


Air mata nya kembali jatuh membasahi pipi nya, dia bahkan tidak peduli dengan banyak nya pasang mata yang melihat ke arah dia,


tatapan kosong nya terus mengarah ke depan, begitu dalam nya goresan di dada nya, belum sempat dia memperjuangkan cinta pertama nya tapi sudah di persunting oleh orang lain.


" Sel!" seru Bima yang sudah duduk di depan dia, namun Selo masih saja menatap kosong ke depan tanpa menghiraukan kehadiran Bima, bahkan dia mengabaikan Bima yang sudah berulang kali memanggil nama nya.


Hening


" Loe kenapa sih Sel! Kenapa penampilan loe kusut seperti ini."


"Selo.." Bima terus memanggil Selo dengan mengguncang bahu nya dengan sangat kuat.


" Iya Bim, loe kapan sampai." tanya Selo dingin.


" Loe kenapa Sel?" tanya Bima dengan penuh selidik.


" Apa kurang nya gue Bim! Jika di lihat dari kekayaan gue memang kalah jauh dari orang itu, tapi cinta gue ngga akan ada dua nya untuk dia Bim!" Selo menggebu- gebu mengeluarkan semua unek- unek nya , dari tatapan mata nya terlihat jelas jika dia menyimpan sebuah kekecewaan, rahang nya mengeras, gurat wajah nya mengukir jelas emosi yang dia rasakan.


Bima masih tidak menanggapi omongan Selo, dia juga masih bingung, apa yang sebenarnya yang sudah terjadi,sehingga mampu membuat Selo hancur seperti ini.


" Gita ternyata sudah menikah Bim, gue ngelihat sendiri dengan mata kepala gue Bim, suami Gita adalah Reza Wijaya,hancur hati gue Bim!" Selo berbicara sambil memukul dada nya dan menjambak kasar rambut nya,seolah menyirat kan bahwa jiwa dan raga nya sedang tidak baik- baik saja.


" Apa yang gue duga selama ini benar- benar terjadi, ini lah alasan kenapa Gita selalu menjaga jarak dari gue Bim."ucap Selo sambil meremas seluruh jari-jari nya.


" Loe harus sabar, gue ngerti bagaimana perasaan loe saat ini, gue sangat paham, tapi loe ngga boleh seperti ini juga!"ucap Bima menenang kan Selo yang masih terisak pilu.


"Buang rokok loe itu! Itu bukan jalan terbaik nya, itu sama saja loe merusak hidup loe." ujar Bima yang kembali memperingati sahabat nya.


Mereka sudah bersahabat cukup lama,


Selama ini Selo orang yang paling jauh dari kata merokok,dia tau bagaimana Selo begitu menjaga tubuh nya, hari ini entah kenapa begitu banyak puntung rokok yang bertebaran di meja,dan dia yakin itu adalah punya nya Selo,


Bima menggelengkan kepala nya, ini semua salah, ini bukan lah Selo yang dia kenal.


" Buang Sel." pinta Bima kepada Selo dengan tegas,Selo tetap tidak bergeming, hembusan asap rokok nya membumbung jauh, linangan air mata nya tidak berhenti menetes. Kehilangan cinta pertama walau belum ada kata jadian memang menyakitkan bagi Selo, selama ini dia begitu menjaga hati nya untuk Gita, walau pun pernyataan cinta selalu di tolak, tetapi dia cukup sabar menunggu hari bahagia itu,hari di mana Gita menyambut uluran tali kasih nya,namun tragis cinta yang selalu dia pupuk layu kini di tangan orang lain.


Bima akhir nya merebut paksa rokok yang masih menyala di tangan Selo, Selo hanya pasrah tanpa melawan, sungguh tubuh nya sudah tidak ber tenaga lagi, semangat nya sudah mati, yang tersisa hanya kata hampa.


" Gue sudah tau semua nya Sel." ucap Bima pelan dengan menatap lurus ke arah Selo.

__ADS_1


Selo begitu kaget mendengar pernyataan dari sahabat nya.


" Maksud loe apa Bim?" tanya Selo yang mulai serius meladeni pembicaraan dari lawan nya.


Bima mulai menceritakan semua yang sudah dia ketahui, kebenaran - kebenaran apa saja yang dia dengar dan dia lihat selama ini.Selo dengan sangat fokus memasang mata dan juga telinga nya, tidak jarang dia harus menahan sesak yang kembali terasa menghujam dada nya,dia sangat kaget mendengar berbagai fakta yang sudah lama di ketahui oleh sahabat karib nya.


" Kenapa loe selama ini ngga pernah kasih tau gue Bim, apa loe suka ngelihat gue yang terpuruk seperti ini! Gue selalu menyimpan rasa ini untuk dia,semakin hari rasa gue semakin bertambah Bim, kenapa loe ngga ngomong dari kemaren?" ucap Selo tertunduk lesu,meremas kuat jemari nya, patah hati hal yang sangat menyakitkan bagi insan manusia yang sedang di mabuk asmara.


" Selama ini gue belum punya banyak bukti, gue takut loe ngga bakal percaya sama apa yang gue ucapkan, gue masih bingung bagaimana cara nya untuk menjelaskan semua nya sama loe." ujar Bima tenang.


"Maafin gue Sel, gue ngga ada maksud sama sekali buat bikin loe jatuh seperti ini,gue benar- benar minta maaf."


Selo hanya membalas dengan mengangguk kepalanya,raga nya masih betah menyelami dalam nya goresan luka yang di tinggalkan oleh wanita yang bernama Sagita itu.wanita yang merupakan cinta pertama nya saat dia mulai bersekolah di SMA Karya Bakti.


" Sakit sekali rasanya menerima kenyataan sepahit ini, tuhan...sekejam inikah jalan takdirku."


Sekarang Bima melihat sendiri bagaimana perjuangan dan akhir kisah dari cerita cinta Selo.


" Gue yakin loe bisa Sel! Ikhlas kan, mungkin saja kalian belum berjodoh." seru Bima menepuk pelan pundak Selo yang masih tertunduk lesu.


" Gue akan mencoba untuk mengikhlas kan nya,meski berat sekali rasa nya Bim."ucap Selo yang sudah menegakkan kepala nya dan kembali duduk seperti posisi semula.


Bruk...


Tiba- tiba saja Selo menggebrak meja yang ada di depan nya, melampiaskan rasa emosi, kecewa dan marah nya yang sudah tidak tertahankan lagi.


Melepaskan adalah jalan terbaik demi hidup yang lebih baik, meski sulit tapi dia harus bangkit.


Semua penggunjung yang ada di kafe kaget melihat Selo yang menggebrak meja begitu kuat, tatapan sinis di dapat kan nya lantaran mengganggu kenyamanan mereka.


" Udah! Ayok gue antar loe pulang." tawar Bima kepada Selo.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar..


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya..

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍🥰


__ADS_2